PENYAKIT GERD atau gastroesophageal reflux disease semakin sering dialami banyak orang, terutama perempuan. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas di dada, mual, mulut terasa pahit, hingga tenggorokan tidak nyaman.
Tidak sedikit perempuan yang mengeluhkan GERD kambuh saat stres, terlambat makan, kelelahan, bahkan ketika sedang mengalami perubahan hormon. Lalu, kenapa perempuan lebih sering mengalami GERD?
Ternyata ada beberapa faktor yang membuat perempuan lebih rentan terhadap penyakit ini.
Apa Itu GERD?
GERD adalah kondisi kronis ketika asam lambung sering naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup pemisah antara lambung dan kerongkongan.
BACA JUGA: Mengapa Perempuan Lebih Banyak Terkena Penyakit GERD?
Gejala GERD yang umum antara lain:
- Dada terasa panas atau terbakar
- Tenggorokan terasa mengganjal
- Sering sendawa
- Mulut pahit atau asam
- Mual
- Batuk terutama malam hari
- Sulit tidur karena dada tidak nyaman
Jika terjadi terus-menerus, GERD dapat mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Penyebab Banyak Perempuan Mengalami GERD
1. Perubahan hormon
Salah satu faktor utama adalah pengaruh hormon, terutama hormon estrogen dan progesteron.
Hormon progesteron dapat membuat otot katup lambung menjadi lebih rileks. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Kondisi ini sering terjadi saat:
- Menstruasi
- Kehamilan
- Menopause
- Penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu
Itulah sebabnya sebagian perempuan merasa GERD lebih mudah kambuh pada waktu-waktu tertentu.
2. Stres dan beban pikiran
Banyak perempuan memikul tekanan mental yang besar, mulai dari urusan rumah tangga, pekerjaan, anak, hingga masalah keluarga.
Stres dapat meningkatkan produksi asam lambung dan membuat sistem pencernaan lebih sensitif. Saat pikiran tidak tenang, lambung juga ikut terganggu.
Karena itu, tidak sedikit penderita GERD yang mengaku gejalanya memburuk ketika sedang banyak pikiran.
3. Pola makan yang tidak teratur
Kesibukan membuat banyak perempuan sering:
- Telat makan
- Makan terlalu sedikit lalu balas makan berlebihan
- Sering ngemil makanan pedas atau asam
- Minum kopi berlebihan
- Langsung tidur setelah makan
Kebiasaan ini sangat mudah memicu asam lambung naik.
Apalagi jika lambung dibiarkan kosong terlalu lama, produksi asam tetap berjalan dan bisa menyebabkan iritasi pada lambung.
4. Diet ekstrem
Sebagian perempuan melakukan diet ketat demi menurunkan berat badan dengan cepat. Ada yang melewatkan sarapan, makan sangat sedikit, atau hanya minum kopi seharian.
Padahal pola diet yang salah bisa mengganggu kesehatan lambung.
Lambung membutuhkan pola makan yang stabil dan teratur. Diet ekstrem justru dapat memperparah GERD dan membuat tubuh kekurangan nutrisi.
5. Kurang tidur
Kurang tidur dapat memperburuk gangguan lambung. Selain meningkatkan stres, tidur yang tidak cukup juga memengaruhi keseimbangan hormon dan sistem pencernaan.
Banyak perempuan yang harus begadang karena pekerjaan, mengurus anak, atau terlalu lama bermain ponsel malam hari. Kebiasaan ini dapat membuat GERD lebih mudah kambuh.
6. Kehamilan
Ibu hamil termasuk kelompok yang sangat rentan mengalami GERD.
Hal ini terjadi karena:
- Perubahan hormon
- Tekanan janin terhadap lambung
- Pencernaan yang melambat selama kehamilan
Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik terutama saat usia kehamilan semakin besar.
7. Obesitas atau berat badan berlebih
Lemak berlebih di area perut dapat menekan lambung sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
Karena itu, menjaga berat badan ideal sangat penting untuk membantu mengurangi gejala GERD.
Kebiasaan yang Memperparah GERD
Selain penyebab utama di atas, ada beberapa kebiasaan yang sering membuat GERD makin parah:
- Langsung rebahan setelah makan
- Makan terlalu malam
- Konsumsi makanan pedas berlebihan
- Terlalu sering minum kopi atau minuman bersoda
- Merokok
- Jarang olahraga
Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membuat lambung semakin sensitif.
Cara Mengurangi Risiko GERD
Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi gejala GERD antara lain:
Makan teratur
Jangan terlalu lama membiarkan perut kosong.
Hindari makan berlebihan
Makan sedikit tetapi lebih sering biasanya lebih aman bagi lambung.
Kelola stres
Menenangkan pikiran sangat membantu kesehatan pencernaan.
Jangan langsung tidur setelah makan
Berikan jeda sekitar 2–3 jam sebelum berbaring.
Kurangi makanan pemicu
Misalnya makanan terlalu pedas, asam, berminyak, kopi, dan soda.
Jaga berat badan
Berat badan yang ideal membantu mengurangi tekanan pada lambung.
Kapan Harus ke Dokter?
GERD tidak boleh dianggap sepele jika gejalanya sering muncul atau semakin berat.
Segera periksa ke dokter jika mengalami:
- Nyeri dada berat
- Sulit menelan
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Muntah darah
- BAB hitam
- Batuk berkepanjangan
- Sesak napas
BACA JUGA: Mengapa Seseorang Bisa Meninggal karena Penyakit GERD? Ini 7 Faktornya
Pemeriksaan penting untuk memastikan tidak ada gangguan serius pada lambung atau kerongkongan.
Banyak perempuan menderita GERD karena kombinasi faktor hormon, stres, pola makan yang buruk, kurang tidur, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit ini memang tidak selalu berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu jika dibiarkan terus-menerus.
Menjaga pola hidup sehat, makan teratur, mengelola stres, dan memahami kondisi tubuh sendiri adalah langkah penting untuk membantu mencegah GERD kambuh. Lambung yang sehat bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga keseimbangan hidup dan pikirannya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

