Tidak Bisa Shalat Karena dari Kecil Tidak Pernah Ngaji, Bagaimana?

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang dewasa yang merasa malu karena belum bisa shalat dengan baik. Ada yang sejak kecil tidak mendapatkan pendidikan agama yang cukup, ada yang tumbuh di lingkungan yang kurang memperhatikan ibadah, dan ada pula yang baru tersadar pentingnya shalat setelah beranjak dewasa.

Akibatnya, ketika melihat orang lain lancar membaca bacaan shalat dan hafal berbagai doa, mereka merasa minder dan berpikir sudah terlambat untuk belajar. Padahal, dalam Islam tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri.

Jangan Malu Mengakui Kekurangan

Salah satu penghalang terbesar untuk belajar shalat adalah rasa malu. Banyak orang takut dicemooh jika ketahuan belum bisa membaca Al-Fatihah atau belum hafal gerakan shalat.

BACA JUGA: Lebih Baik Anak Belajar Ngaji dengan Orang Tua atau Guru di Luar Rumah?

Padahal, lebih baik malu sesaat ketika belajar daripada menyesal bertahun-tahun karena tidak berusaha memperbaiki ibadah. Orang yang sungguh-sungguh belajar agama justru sedang menempuh jalan yang mulia di sisi Allah.

Mulailah Belajar dari Dasar

Jika belum bisa shalat sama sekali, tidak perlu langsung mempelajari banyak hal sekaligus. Mulailah dari yang paling dasar:

  • Mengenal tata cara wudhu.
  • Menghafal bacaan Al-Fatihah.
  • Mempelajari gerakan shalat.
  • Menghafal bacaan-bacaan pendek yang wajib dalam shalat.

Lakukan sedikit demi sedikit tetapi rutin. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena ingin menguasai semuanya dalam waktu singkat lalu akhirnya menyerah.

Shalatlah Sesuai Kemampuan Sambil Terus Belajar

Jangan menunggu sempurna baru mulai shalat. Jika sudah mengetahui tata cara dasar dan sedang berusaha belajar bacaan yang benar, tetaplah melaksanakan shalat semampunya sambil terus memperbaiki kekurangan.

Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Yang terpenting adalah adanya kesungguhan untuk belajar dan memperbaiki diri.

Manfaatkan Guru dan Teknologi

Saat ini belajar agama jauh lebih mudah dibandingkan masa lalu. Anda bisa belajar kepada ustaz, mengikuti kelas mengaji, bergabung dengan kelompok belajar di masjid, atau memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang tersedia.

Namun tetap berhati-hati memilih sumber ilmu. Belajarlah dari guru dan sumber yang memiliki pemahaman agama yang baik serta dapat dipercaya.

https://s.shopee.co.id/8KjNfTuXxD

Jangan Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Ada orang yang sejak usia lima tahun sudah belajar mengaji, sementara ada yang baru mulai belajar di usia 30, 40, atau bahkan 60 tahun. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.

Yang dinilai bukan seberapa cepat seseorang bisa, tetapi seberapa sungguh-sungguh ia berusaha mendekatkan diri kepada Allah setelah mengetahui kewajibannya.

Orang Dewasa Tetap Bisa Belajar Mengaji

Banyak kisah orang yang baru bisa membaca Al-Qur’an setelah berusia lanjut. Ada yang pensiun terlebih dahulu baru mulai mengaji, ada yang belajar dari anaknya sendiri, dan ada yang belajar dari nol bersama teman-teman seusianya.

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan belajar agama tidak dibatasi usia. Selama masih hidup, kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka.

Fokus pada Kemajuan, Bukan Kesempurnaan

Jika hari ini baru hafal beberapa ayat, itu sudah merupakan kemajuan. Jika minggu ini sudah mampu memperbaiki bacaan Al-Fatihah, itu juga kemajuan yang patut disyukuri.

Jangan menuntut diri langsung sempurna. Yang penting adalah terus bergerak maju dan tidak berhenti belajar.

BACA JUGA: Kenapa Pengajian Kaum Salaf Semakin Banyak Sekarang Ini?

Tidak bisa shalat karena dari kecil tidak pernah ngaji memang menjadi tantangan tersendiri. Namun keadaan tersebut bukan alasan untuk menyerah atau merasa sudah terlambat. Islam membuka pintu taubat dan perbaikan bagi siapa saja yang ingin belajar.

Mulailah dari langkah kecil, pelajari wudhu dan shalat secara bertahap, serta jangan malu mencari guru yang dapat membimbing. Bisa jadi usaha yang dilakukan hari ini menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan dan menjadi sebab semakin dekat kepada Allah. Yang terpenting bukan kapan seseorang mulai belajar, melainkan kesungguhannya untuk terus memperbaiki diri selama masih diberi kesempatan hidup. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *