Apakah Dajjal Benar-benar Buta Matanya Sebelah, ataukah Cuma Kiasan?

6 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

DAJJAL adalah salah satu fitnah terbesar yang akan muncul menjelang hari kiamat. Rasulullah ﷺ berkali-kali mengingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal, bahkan setiap nabi juga telah memperingatkan kaumnya mengenai kemunculan sosok ini. Salah satu ciri yang paling terkenal dari Dajjal adalah matanya yang cacat. Namun di zaman sekarang muncul pertanyaan: apakah kebutaan mata Dajjal itu benar-benar fisik, ataukah hanya sebuah kiasan yang melambangkan sesuatu?

Untuk menjawabnya, kita perlu kembali kepada Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama.

Hadis Menyebutkan Cacat Mata Dajjal Secara Jelas

Dalam banyak hadis sahih, Rasulullah ﷺ menggambarkan kondisi mata Dajjal dengan sangat rinci.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah. Ketahuilah, Al-Masih Ad-Dajjal itu buta mata kanannya, seakan-akan matanya seperti buah anggur yang menonjol.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mata Dajjal tampak rusak, tidak dapat melihat, bahkan ada yang menggambarkannya seperti mata yang tertutup selaput tebal.

Banyaknya riwayat dengan deskripsi yang berbeda tetapi saling melengkapi menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sedang menjelaskan keadaan fisik yang nyata, bukan sekadar simbol.

BACA JUGA: Ciri-Ciri Orang yang Mudah Terpengaruh Fitnah Dajjal

Pendapat Mayoritas Ulama

Mayoritas ulama Ahlus Sunnah memahami hadis-hadis tersebut sesuai makna lahirnya, yaitu bahwa Dajjal memang memiliki cacat fisik pada salah satu matanya.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa seluruh riwayat tentang mata Dajjal dapat dipadukan. Sebagian riwayat menerangkan mata kanannya rusak, sementara riwayat lain menjelaskan mata kirinya cacat. Intinya, kedua matanya memiliki kekurangan, namun salah satunya lebih parah hingga tampak buta secara jelas.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Demikian pula Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan bahwa sifat-sifat fisik Dajjal yang disebutkan dalam hadis harus dipahami sebagaimana adanya selama tidak ada dalil yang mengalihkannya kepada makna kiasan.

Karena itu, para ulama klasik umumnya berpendapat bahwa kebutaan Dajjal adalah kondisi fisik yang nyata.

Mengapa Ada yang Menafsirkannya Sebagai Kiasan?

Sebagian penulis modern mencoba menafsirkan mata Dajjal secara simbolik. Menurut mereka, mata yang buta melambangkan cara pandang yang cacat terhadap kebenaran. Dajjal dianggap hanya melihat urusan dunia tetapi buta terhadap petunjuk Allah.

Penafsiran semacam ini sebenarnya bisa diterima sebagai hikmah atau pelajaran tambahan. Memang benar bahwa Dajjal akan mengajak manusia kepada kesesatan dan menjauhkan mereka dari iman.

Namun yang menjadi masalah adalah jika makna simbolik tersebut digunakan untuk menolak makna fisik yang telah dijelaskan secara tegas dalam hadis-hadis sahih.

Dalam kaidah ilmu tafsir dan syarah hadis, makna zahir tetap didahulukan selama tidak ada dalil kuat yang mengharuskan pemalingan kepada makna majazi (kiasan).

Bisa Jadi Keduanya Sekaligus

Sebagian ulama menjelaskan bahwa tidak ada pertentangan antara makna fisik dan makna pelajaran yang terkandung di dalamnya.

Mata Dajjal benar-benar cacat secara fisik sebagaimana disebutkan Nabi ﷺ. Namun di balik cacat tersebut terdapat isyarat bahwa Dajjal juga memiliki “kebutaan” dalam perkara hidayah dan kebenaran.

Dajjal
Foto: Freepik

Dengan kata lain, kebutaan fisiknya adalah kenyataan, sedangkan kebutaan terhadap kebenaran adalah hikmah yang dapat dipetik dari sifat tersebut.

Sebagaimana Allah menciptakan berbagai tanda pada makhluk-Nya, kondisi mata Dajjal juga menjadi salah satu tanda yang memudahkan orang beriman untuk mengenalinya.

Mengapa Nabi Menjelaskannya Secara Detail?

Rasulullah ﷺ sangat rinci menjelaskan ciri-ciri Dajjal agar umat Islam tidak tertipu ketika ia muncul.

Selain mata yang cacat, Nabi ﷺ juga menyebutkan bahwa di antara kedua mata Dajjal tertulis kata “kafir” yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang pandai membaca maupun yang tidak.

BACA JUGA: Kenapa Ada Manusia Pengikut Dajjal dari Mekah dan Madinah?

Penjelasan yang rinci ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah sosok nyata yang akan hadir di dunia, bukan sekadar simbol kejahatan atau sistem tertentu sebagaimana ditafsirkan sebagian orang.

Karena itu, kaum Muslimin diperintahkan untuk mempelajari tanda-tandanya, memperbanyak iman, membaca awal dan akhir Surah Al-Kahfi, serta berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal dalam setiap shalat.

Kesimpulan

Berdasarkan hadis-hadis sahih dan penjelasan mayoritas ulama Ahlus Sunnah, Dajjal memang benar-benar memiliki cacat fisik pada matanya. Kebutaan tersebut bukan sekadar kiasan yang dibuat-buat oleh para ulama, melainkan salah satu ciri nyata yang diberitakan Rasulullah ﷺ.

Adapun penafsiran bahwa mata Dajjal yang buta melambangkan kebutaan terhadap kebenaran dapat diterima sebagai hikmah tambahan, selama tidak menolak makna lahir hadis yang sahih.

Maka sikap yang paling selamat adalah menerima berita Rasulullah ﷺ sebagaimana yang beliau sampaikan, seraya mengambil pelajaran bahwa fitnah terbesar manusia bukan hanya cacat pada penglihatan mata, tetapi juga ketika hati menjadi buta dari petunjuk Allah. []

Sumber:
Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan.
Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah.
Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.
Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.
An-Nihayah fi Al-Fitan wal Malahim karya Ibnu Katsir.
Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah beserta syarah para ulama Ahlus Sunnah mengenai fitnah Dajjal.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *