TIDAK sedikit orang yang telah memasuki usia baligh, bahkan sudah dewasa, tetapi masih belum memahami tata cara shalat dengan benar. Ada yang sejak kecil tidak mendapatkan pendidikan agama yang memadai, ada yang baru mulai tertarik belajar agama ketika dewasa, dan ada pula yang merasa malu karena menganggap dirinya sudah terlambat untuk belajar.
Padahal, tidak ada kata terlambat untuk mempelajari shalat. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri.
BACA JUGA: Anak Belum Baligh Shalat, Pahalanya Buat Siapa?
Jangan Biarkan Rasa Malu Menghalangi
Salah satu penghalang terbesar bagi orang yang belum bisa shalat adalah rasa malu. Mereka khawatir dianggap aneh atau dicemooh karena belum memahami hal-hal yang dianggap dasar dalam agama.
Padahal, rasa malu yang membuat seseorang enggan belajar justru dapat menghambat kebaikan. Lebih baik mengakui ketidaktahuan dan mulai belajar daripada terus berada dalam keadaan tidak tahu.
Banyak ulama mengingatkan bahwa orang yang bertanya untuk mencari ilmu tidak perlu merasa rendah diri. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda.
Mulailah dari Dasar
Belajar shalat tidak harus sekaligus menguasai semuanya dalam satu hari. Mulailah dari hal-hal yang paling dasar, seperti:
- Tata cara berwudhu.
- Niat dan syarat sah shalat.
- Gerakan-gerakan shalat.
- Bacaan yang wajib dalam shalat.
- Jumlah rakaat setiap shalat wajib.
Pelajari secara bertahap dan lakukan latihan setiap hari agar lebih mudah diingat.
Belajar dari Orang yang Paham
Saat ini kesempatan belajar sangat terbuka. Seseorang dapat belajar dari:
- Guru mengaji.
- Ustaz atau ustazah di masjid.
- Kelas belajar agama untuk pemula.
- Buku panduan shalat.
- Video pembelajaran yang terpercaya.
Jika memungkinkan, mintalah seseorang yang sudah paham untuk mengoreksi gerakan dan bacaan agar kesalahan dapat diperbaiki lebih cepat.
Jangan Menunggu Sampai Sempurna
Sebagian orang menunda shalat karena merasa belum hafal semua bacaan. Padahal, proses belajar bisa berjalan bersamaan dengan praktik.
Lakukan shalat sesuai kemampuan yang dimiliki sambil terus memperbaiki kekurangan. Seiring waktu, bacaan dan gerakan akan semakin lancar.
Allah Menilai Kesungguhan Hamba-Nya
Dalam Islam, Allah mengetahui kondisi setiap hamba-Nya. Orang yang sungguh-sungguh berusaha belajar dan memperbaiki ibadahnya memiliki nilai yang besar di sisi Allah. Kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan berbeda dengan kesalahan yang dilakukan karena sengaja mengabaikan kewajiban.
Karena itu, jangan berputus asa meskipun merasa tertinggal jauh dibanding orang lain.
Dukungan Keluarga dan Lingkungan Sangat Penting
Keluarga dan masyarakat sebaiknya membantu, bukan mengejek, orang yang sedang belajar shalat. Sikap merendahkan hanya akan membuat seseorang semakin menjauh dari agama.
BACA JUGA: Gimana Cara Memerintahkan Anak Belum Baligh untuk Shalat?
Sebaliknya, bimbingan yang lembut dan penuh kesabaran dapat menumbuhkan semangat untuk terus belajar.
Sudah baligh tetapi belum tahu cara shalat bukanlah alasan untuk menyerah atau merasa tidak layak mendekat kepada Allah. Yang terpenting adalah segera memulai belajar, meskipun dari langkah yang paling sederhana. Dengan kesungguhan, latihan yang rutin, dan bimbingan yang tepat, siapa pun dapat mempelajari shalat dengan baik. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

