BUANG air kecil adalah aktivitas yang dilakukan setiap hari. Namun, tidak sedikit laki-laki yang bertanya-tanya, sebenarnya lebih baik buang air kecil sambil berdiri atau jongkok? Pertanyaan ini sering muncul dari sisi kesehatan, kebersihan, maupun tuntunan agama.
Dari Sisi Kesehatan
Secara umum, laki-laki yang sehat dapat buang air kecil baik dalam posisi berdiri maupun jongkok. Tidak ada larangan medis yang mutlak terhadap salah satu posisi tersebut.
BACA JUGA: 7 Bahaya Menunda Buang Air Kecil Setelah Suami Istri Berjima’
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi duduk atau jongkok dapat membantu kandung kemih lebih rileks sehingga proses pengosongan urine menjadi lebih optimal, terutama pada pria yang sudah berusia lanjut atau memiliki gangguan pembesaran prostat.
Sementara itu, pada pria muda dan sehat, perbedaan manfaatnya tidak terlalu signifikan. Yang terpenting adalah urine dapat keluar dengan lancar dan kandung kemih kosong dengan baik.
Dari Sisi Kebersihan
Posisi berdiri memiliki risiko percikan urine yang lebih besar. Percikan ini terkadang tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat mengenai pakaian, lantai, atau bagian tubuh lainnya.
Sebaliknya, posisi jongkok atau duduk biasanya membuat percikan lebih sedikit sehingga kebersihan lebih mudah terjaga. Karena itu, banyak orang memilih posisi jongkok ketika berada di rumah agar kamar mandi tetap bersih.
Kebersihan sangat penting karena sisa najis yang menempel pada pakaian atau tubuh dapat menjadi masalah, terutama bagi seorang Muslim yang hendak melaksanakan shalat.
Dari Sisi Agama Islam
Dalam Islam, tidak terdapat larangan mutlak bagi laki-laki untuk buang air kecil sambil berdiri. Terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ pernah buang air kecil dalam posisi berdiri pada kondisi tertentu.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa kebiasaan Rasulullah ﷺ secara umum adalah buang air kecil dengan posisi dekat ke tanah sehingga lebih aman dari percikan najis. Oleh karena itu, banyak ulama memandang posisi jongkok atau duduk lebih utama apabila lebih menjaga kebersihan.
Yang terpenting bukanlah berdiri atau jongkoknya, melainkan terhindar dari najis dan menjaga adab ketika berada di kamar mandi.
Kapan Berdiri dan Kapan Jongkok?
Posisi berdiri dapat dipilih apabila:
- Tempatnya bersih dan aman dari percikan.
- Sulit untuk jongkok karena kondisi fisik.
- Fasilitas kamar mandi memang dirancang untuk buang air kecil sambil berdiri.
Sedangkan posisi jongkok atau duduk lebih dianjurkan apabila:
- Ingin meminimalkan percikan urine.
- Sedang berada di rumah.
- Memiliki masalah prostat atau sulit mengosongkan kandung kemih.
- Ingin lebih mudah menjaga kebersihan pakaian dan tubuh.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Melatih Kucing agar Ga Buang Air Sembarangan?
Laki-laki boleh buang air kecil sambil berdiri maupun jongkok. Dari sisi kesehatan, keduanya umumnya aman bagi pria yang sehat. Namun dari sisi kebersihan, jongkok atau duduk cenderung lebih baik karena mengurangi risiko percikan urine. Dalam Islam, yang paling penting adalah menjaga adab, kebersihan, dan memastikan tidak ada najis yang tertinggal pada tubuh maupun pakaian.
Karena itu, jika memungkinkan dan lebih mudah menjaga kebersihan, posisi jongkok atau duduk dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Namun jika ada kebutuhan atau kondisi tertentu, buang air kecil sambil berdiri juga diperbolehkan selama tetap menjaga kesucian dan kebersihan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

