Cara Bersihkan Madzi, Lelaki Terutama Harus Tahu

5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan sehari-hari, seorang Muslim tentu ingin menjaga kesucian diri sebelum melaksanakan ibadah, terutama salat. Salah satu hal yang perlu dipahami adalah tentang madzi, yaitu cairan yang terkadang keluar dari kemaluan seseorang dalam kondisi tertentu. Sayangnya, masih banyak orang yang bingung membedakan madzi dengan mani atau bahkan tidak mengetahui cara membersihkannya sesuai tuntunan syariat.

Karena itu, penting bagi setiap Muslim, khususnya laki-laki, untuk memahami apa itu madzi dan bagaimana cara membersihkannya dengan benar.

Apa Itu Madzi?

Madzi adalah cairan bening, encer, dan lengket yang keluar ketika seseorang mengalami rangsangan syahwat, seperti saat memikirkan hal-hal yang membangkitkan gairah, bercumbu dengan pasangan, atau sebab lainnya. Cairan ini berbeda dengan mani.

Mani biasanya keluar saat mencapai puncak syahwat (orgasme) dan sering disertai rasa nikmat serta lemas setelahnya. Sedangkan madzi keluar tanpa pancaran kuat dan tanpa mencapai orgasme.

BACA JUGA: Kapan Wudhu Menjadi Batal? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dalam Islam, madzi termasuk najis sehingga harus dibersihkan sebelum seseorang melaksanakan salat atau ibadah yang mensyaratkan kesucian.

Hukum Madzi dalam Islam

Para ulama sepakat bahwa keluarnya madzi membatalkan wudhu. Namun, berbeda dengan mani, keluarnya madzi tidak mewajibkan mandi junub.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan bahwa dirinya sering mengalami keluarnya madzi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar mencuci kemaluan dan berwudhu.

Dari hadis tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa kewajiban setelah keluarnya madzi adalah:

Membersihkan bagian yang terkena madzi.
Berwudhu kembali.
Tidak wajib mandi besar.

Pemahaman ini penting agar seseorang tidak memberatkan dirinya dengan mandi junub setiap kali keluar madzi.

https://s.shopee.co.id/W1zgA9JOC

Cara Membersihkan Madzi yang Benar

Berikut langkah-langkah yang dianjurkan ketika madzi keluar:

1. Cuci Kemaluan

Langkah pertama adalah mencuci bagian kemaluan yang terkena madzi hingga bersih dengan air. Tujuannya adalah menghilangkan najis yang menempel.

Tidak perlu menggunakan sabun secara khusus. Air yang suci dan menyucikan sudah cukup untuk membersihkan najis tersebut.

2. Bersihkan Bagian yang Terkena pada Pakaian

Jika madzi mengenai pakaian, maka bagian yang terkena juga perlu dibersihkan.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa cukup memercikkan air pada area yang terkena madzi apabila lokasi najisnya diketahui. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat yang menunjukkan adanya keringanan dalam membersihkan madzi dibandingkan najis lainnya.

Namun, mencuci area yang terkena hingga yakin bersih tentu lebih menenangkan hati.

3. Berwudhu Kembali

Setelah membersihkan najis, langkah berikutnya adalah berwudhu.

Karena keluarnya madzi termasuk salah satu hal yang membatalkan wudhu, maka seseorang harus memperbarui wudhunya sebelum melaksanakan salat.

4. Tidak Perlu Mandi Junub

Inilah hal yang sering disalahpahami.

Banyak orang mengira setiap cairan yang keluar karena syahwat mewajibkan mandi besar. Padahal, jika yang keluar adalah madzi, maka cukup mencuci bagian yang terkena dan berwudhu.

Mandi junub hanya diwajibkan ketika keluar mani dengan syahwat atau terjadi hubungan suami istri.

Macam-macam Air, kentut, Air Musta’mal, Najis, Cara Bersihkan Madzi
Foto: Freepik

Jangan Malu Mempelajari Masalah Ini

Masalah madzi memang berkaitan dengan perkara pribadi dan sensitif. Namun para sahabat Nabi dahulu tidak malu bertanya tentang persoalan agama yang mereka hadapi.

Memahami hukum-hukum thaharah (bersuci) sangat penting karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah. Ketidaktahuan dalam masalah ini bisa membuat seseorang terus-menerus ragu terhadap kesucian dirinya.

Karena itu, jangan segan untuk belajar dari sumber yang terpercaya dan bertanya kepada ustaz atau ulama apabila masih ada hal yang belum dipahami.

BACA JUGA: Madzi Keluar Lagi setelah Mandi Besar, Apakah Harus Mandi Lagi?

Penutup

Madzi adalah cairan yang keluar karena rangsangan syahwat dan hukumnya najis. Ketika madzi keluar, seorang Muslim tidak diwajibkan mandi junub, tetapi wajib membersihkan kemaluan, membersihkan bagian pakaian yang terkena, lalu berwudhu kembali sebelum salat.

Memahami perbedaan antara madzi dan mani sangat penting agar seseorang dapat menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan ilmu yang tepat, kita dapat menjaga kesucian diri tanpa berlebihan dan tanpa meremehkan aturan agama. []

Sumber:
Hadis riwayat Ali bin Abi Thalib tentang hukum madzi.
Shahih al-Bukhari.
Shahih Muslim.
Penjelasan para ulama dalam kitab-kitab fikih tentang thaharah dan najis.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *