IMAM dalam shalat memiliki kedudukan yang sangat penting. Salah satu syarat yang sebaiknya dimiliki seorang imam adalah kemampuan membaca Al-Quran dengan baik dan benar, terutama bacaan surat Al-Fatihah yang merupakan rukun shalat. Namun, bagaimana sikap kita jika mendapati imam yang bacaan Al-Qurannya hancur atau banyak salah?
Jangan Langsung Menghinanya
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menahan diri dari mencela atau mempermalukan imam tersebut. Bisa jadi ia telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam membaca Al-Quran.
BACA JUGA: Makmum Masih Baca Iftitah, Imam Sudah Al-Fatihah, Makmum Harus Bagaimana?
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa belajar Al-Quran adalah proses yang harus ditempuh dengan kesabaran, bukan dengan cemoohan.
Bedakan Kesalahan Ringan dan Kesalahan Berat
Tidak semua kesalahan bacaan memiliki hukum yang sama.
1. Kesalahan Ringan
Misalnya kurang panjang dalam membaca mad, kurang tepat dalam hukum tajwid, atau suara yang kurang merdu. Kesalahan seperti ini umumnya tidak membatalkan shalat.
2. Kesalahan Berat
Misalnya salah membaca sehingga mengubah arti ayat, terutama dalam surat Al-Fatihah. Jika kesalahan tersebut sampai mengubah makna dan imam sebenarnya mampu memperbaikinya tetapi tidak melakukannya, maka para ulama memberikan perhatian khusus terhadap keabsahan shalatnya.
Karena itu, kemampuan membaca Al-Fatihah dengan benar menjadi hal yang sangat penting bagi seorang imam.
Berikan Nasihat dengan Cara yang Baik
Jika imam tersebut sering memimpin shalat dan bacaannya memang banyak kesalahan, maka nasihatilah dengan lembut dan penuh adab. Jangan menegurnya di depan banyak orang hingga membuatnya malu.
Misalnya dengan berkata:
“Pak, bagaimana kalau kita belajar tajwid bersama? Mungkin kita bisa saling memperbaiki bacaan.”
Cara yang lembut biasanya lebih mudah diterima daripada kritik yang keras.
Dahulukan Orang yang Paling Baik Bacaan Al-Qurannya
Rasulullah SAW bersabda:
“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling baik bacaan Al-Qurannya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa jika ada beberapa orang yang layak menjadi imam, maka yang lebih fasih dan lebih baik bacaannya sebaiknya didahulukan.
Jika Terpaksa Bermakmum Kepadanya
Apabila di suatu tempat tidak ada orang lain yang lebih baik bacaannya dan kesalahan imam tidak sampai merusak rukun shalat, maka shalat berjamaah tetap dapat dilaksanakan.
Namun, jika ada orang yang bacaan Al-Qurannya jauh lebih baik dan memenuhi syarat menjadi imam, maka lebih utama menunjuk orang tersebut untuk memimpin shalat.
Jadikan Ini Pengingat untuk Diri Sendiri
Peristiwa seperti ini juga menjadi pengingat bahwa setiap Muslim perlu terus belajar membaca Al-Quran dengan benar. Jangan sampai kita merasa cukup dengan kemampuan yang ada, padahal bacaan kita masih perlu diperbaiki.
BACA JUGA: Bolehkah Makmum Mendahului Gerakan Imam dalam Shalat?
Sikap terhadap imam yang bacaan Al-Qurannya hancur adalah:
- Tidak menghina atau merendahkannya.
- Membedakan antara kesalahan ringan dan kesalahan yang mengubah makna.
- Menasihati dengan cara yang lembut dan penuh adab.
- Mengutamakan orang yang paling baik bacaan Al-Qurannya untuk menjadi imam.
- Terus belajar memperbaiki bacaan Al-Quran, baik sebagai imam maupun makmum.
Islam mengajarkan agar kita menggabungkan antara menjaga kesempurnaan ibadah dan menjaga akhlak kepada sesama Muslim. Oleh karena itu, perbaikan bacaan Al-Quran hendaknya dilakukan dengan ilmu, kelembutan, dan saling membantu dalam kebaikan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

