Bagaimana Mengobati Penyakit Was-Was?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

HAMPIR setiap orang pernah mengalami rasa was-was. Misalnya, merasa ragu apakah sudah berwudhu dengan benar, apakah pintu rumah sudah dikunci, atau apakah ucapan yang disampaikan tadi telah menyakiti orang lain. Rasa ragu seperti ini masih tergolong normal jika hanya sesekali terjadi.

Namun, was-was dapat menjadi masalah apabila muncul terus-menerus, mengganggu aktivitas, bahkan membuat seseorang mengulang suatu pekerjaan berkali-kali tanpa alasan yang jelas. Dalam Islam, was-was sering dikaitkan dengan bisikan setan yang bertujuan membuat seorang hamba merasa gelisah dan sulit beribadah dengan tenang. Sementara dalam dunia psikologi, sebagian bentuk was-was yang menetap dan berat dapat berkaitan dengan gangguan kecemasan atau kondisi seperti obsessive-compulsive disorder (OCD). Karena itu, penting untuk membedakan was-was yang umum dari kondisi yang memerlukan penanganan profesional.

BACA JUGA: Ciri Tubuh yang Aman dari Penyakit Jantung, InsyaAllah

Jangan Ikuti Semua Keraguan

Salah satu cara paling efektif mengobati was-was adalah tidak menuruti setiap keraguan yang muncul.

Misalnya, seseorang telah selesai berwudhu, lalu muncul pikiran, “Jangan-jangan tadi ada anggota tubuh yang belum terkena air.” Selama tidak ada bukti yang jelas bahwa wudhunya batal atau tidak sempurna, maka ia tetap berpegang pada keyakinan bahwa wudhunya sah.

Dalam kaidah fikih terdapat prinsip bahwa keyakinan tidak hilang hanya karena keraguan. Artinya, sesuatu yang sudah diyakini tidak boleh dibatalkan hanya karena muncul perasaan ragu tanpa bukti.

Dengan membiasakan diri berpegang pada keyakinan, perlahan-lahan kebiasaan was-was akan melemah.

Perbanyak Mengingat Allah

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar banyak berdzikir. Hati yang selalu mengingat Allah akan lebih tenang dibandingkan hati yang dipenuhi rasa takut dan keraguan.

Saat was-was datang, perbanyaklah membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Membaca surah Al-Falaq dan An-Nas juga dianjurkan karena kedua surah tersebut berisi permohonan perlindungan dari berbagai keburukan, termasuk bisikan yang menyesatkan.

Jangan Berlebihan dalam Beribadah

Sebagian orang yang terkena was-was justru mengulang ibadah berkali-kali.

Ada yang mengulang wudhu sampai lima atau enam kali. Ada pula yang mengulang takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah berulang-ulang, bahkan mengulang seluruh shalat karena merasa belum sempurna.

Padahal Rasulullah SAW mengajarkan kemudahan dalam beragama. Selama rukun dan syarat ibadah telah terpenuhi, tidak perlu mengulanginya hanya karena muncul keraguan yang tidak berdasar.

Bangun Ilmu Agama yang Benar

Kurangnya pemahaman agama sering menjadi penyebab munculnya was-was.

Seseorang yang belum memahami hukum-hukum ibadah akan mudah diliputi keraguan. Ia tidak tahu mana yang membatalkan wudhu, mana yang hanya sunnah, dan mana yang sekadar perasaan.

Karena itu, memperdalam ilmu agama dari guru yang terpercaya akan membantu seseorang beribadah dengan lebih yakin dan tenang.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Latih Pikiran untuk Tidak Menuruti Was-Was

Dari sudut pandang psikologi, semakin seseorang mengikuti rasa was-was, semakin kuat kebiasaan itu terbentuk.

Sebaliknya, ketika seseorang belajar menerima adanya rasa ragu tanpa selalu menuruti dorongan untuk memeriksa atau mengulang, lama-kelamaan intensitas was-was dapat berkurang. Proses ini memang tidak selalu mudah dan sering membutuhkan latihan yang konsisten.

Jika Anda merasa sulit melakukannya sendiri, jangan ragu meminta bantuan tenaga profesional agar mendapatkan strategi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Hindari Kelelahan dan Stres Berlebihan

Kurang tidur, stres berkepanjangan, tekanan pekerjaan, atau masalah keluarga dapat membuat pikiran menjadi lebih mudah cemas.

Menjaga pola tidur, berolahraga secara teratur, makan makanan bergizi, dan menyediakan waktu untuk beristirahat dapat membantu menjaga kesehatan mental sehingga rasa was-was tidak mudah muncul.

Berdoa Memohon Perlindungan kepada Allah

Selain berusaha, seorang muslim dianjurkan untuk terus berdoa agar diberikan ketenangan hati.

Mintalah kepada Allah agar dijauhkan dari bisikan setan, diberikan keyakinan dalam beribadah, serta dianugerahi hati yang tenang dalam menjalani kehidupan.

Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan menjadi bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Apabila was-was sudah sampai pada tahap:

  • Mengganggu pekerjaan atau sekolah.
  • Membuat ibadah berlangsung sangat lama karena terus diulang.
  • Menimbulkan kecemasan hampir setiap hari.
  • Mengganggu hubungan dengan keluarga atau orang lain.
  • Menyebabkan penderitaan yang berat.

Maka sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mencari pertolongan medis atau psikologis tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Justru hal itu merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga kesehatan yang Allah amanahkan.

BACA JUGA: Tanda-tanda Kamu InsyaAllah Aman dari Penyakit Jantung

Was-was dapat diatasi dengan menggabungkan ikhtiar lahir dan batin. Dalam Islam, cara mengobatinya antara lain dengan tidak mengikuti keraguan yang tidak berdasar, memperbanyak dzikir, mempelajari agama dengan benar, serta bertawakal kepada Allah. Di sisi lain, menjaga kesehatan mental, mengelola stres, dan mencari bantuan profesional bila diperlukan juga merupakan langkah yang bijaksana.

Ingatlah bahwa Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya. Jangan biarkan was-was menguasai hidup dan ibadah. Dengan ilmu, kesabaran, doa, dan usaha yang konsisten, insya Allah hati akan menjadi lebih tenang dan ibadah dapat dijalani dengan penuh keyakinan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *