Mobil Dalamannya Suka Bau, Kenapa Ya?

5 Min Read
Foto: Freepik

MASUK ke dalam mobil seharusnya memberikan rasa nyaman. Namun, bagaimana jika setiap kali pintu dibuka justru tercium aroma tidak sedap? Bau apek, amis, asam, bahkan seperti bau jamur sering kali membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena mobil jarang dibersihkan. Padahal, sumber bau bisa berasal dari berbagai hal yang tersembunyi.

Berikut beberapa penyebab umum mengapa interior mobil mudah berbau.

1. Sisa Makanan yang Tertinggal

Ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi. Remahan roti, nasi, permen, susu, atau minuman yang tumpah di jok maupun karpet dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Kadang-kadang makanan kecil yang jatuh di bawah kursi terlupakan selama berminggu-minggu. Saat mulai membusuk, aroma tidak sedap pun memenuhi kabin.

Karena itu, biasakan memeriksa bagian bawah jok dan sela-sela kursi secara berkala.

BACA JUGA:  Kenapa Harus Hindari Injak Rem dengan Kaki Kiri saat Kendari Mobil Matik?

2. Karpet dan Jok yang Lembap

Air hujan yang terbawa sepatu, tumpahan minuman, atau kebocoran kecil pada pintu dapat membuat karpet menjadi lembap.

Kelembapan inilah yang memicu pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau apek.

Jika dibiarkan terlalu lama, jamur bahkan bisa merusak bahan pelapis jok dan memengaruhi kesehatan penumpang, terutama yang memiliki alergi.

3. Filter AC Sudah Kotor

Sistem pendingin udara memiliki filter kabin yang bertugas menyaring debu, serbuk sari, dan kotoran.

Seiring waktu, filter akan dipenuhi debu dan kelembapan sehingga menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Akibatnya, setiap kali AC dinyalakan, aroma tidak sedap ikut berembus ke seluruh kabin.

Filter AC umumnya perlu diperiksa atau diganti secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan.

https://s.shopee.co.id/2VoRL5yTWy

4. Evaporator AC Berjamur

Selain filter, evaporator juga sering menjadi sumber masalah.

Komponen ini selalu menghasilkan embun saat AC bekerja. Bila saluran pembuangan air tersumbat atau mobil sering dipakai dalam kondisi lembap, jamur dapat tumbuh di permukaan evaporator.

Ciri khasnya adalah bau apek yang langsung muncul beberapa detik setelah AC dinyalakan.

Membersihkan evaporator secara berkala dapat mengatasi masalah ini.

5. Sampah yang Terlupa

Tisu bekas, botol minuman, bungkus makanan, popok bayi, atau kantong plastik yang tertinggal di dalam mobil dapat menjadi sumber bau.

Kadang bau bukan berasal dari sesuatu yang besar, melainkan dari sampah kecil yang tersembunyi di kantong pintu atau bagasi.

Karena itu, biasakan mengosongkan sampah setiap selesai bepergian.

6. Hewan atau Serangga Mati

Walaupun terdengar ekstrem, kejadian ini cukup sering dialami.

Tikus, cicak, atau serangga dapat masuk ke ruang mesin atau saluran ventilasi, kemudian mati di sana.

Bau bangkai memiliki aroma yang sangat menyengat dan biasanya semakin kuat dari hari ke hari.

Jika sudah seperti ini, diperlukan pemeriksaan menyeluruh agar sumbernya benar-benar ditemukan.

7. Asap Rokok yang Menempel

Bagi mobil yang sering digunakan untuk merokok, bau rokok dapat bertahan sangat lama.

Partikel asap menempel pada jok, plafon, sabuk pengaman, hingga ventilasi AC.

Meskipun abu rokok sudah dibersihkan, aromanya tetap sulit hilang tanpa pembersihan menyeluruh pada interior.

8. Bagasi yang Jarang Dibersihkan

Banyak orang rajin membersihkan kabin depan tetapi lupa pada bagasi.

Padahal, bagasi sering digunakan untuk menyimpan sepatu, pakaian olahraga, payung basah, ikan, daging, atau barang belanjaan.

Jika ada cairan yang tumpah di bagasi, aromanya bisa bertahan berhari-hari.

Orang Asing, Ibadah, mobil
Foto: Freepik

BACA JUGA:  Mengapa Mobil yang Jarang Dipake, Bannya Malah Cepet Rusak?

Cara Menghilangkan Bau di Dalam Mobil

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah mengatasinya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Bersihkan interior menggunakan vacuum cleaner secara rutin.
Segera keringkan bagian yang basah.
Ganti filter AC sesuai jadwal perawatan.
Bersihkan evaporator bila mulai muncul bau saat AC dinyalakan.
Jangan meninggalkan makanan atau sampah di dalam mobil.
Buka pintu atau jendela sesekali agar sirkulasi udara berganti.
Gunakan pengharum mobil secukupnya, tetapi jangan hanya menutupi bau tanpa menghilangkan sumber masalah.
Jangan Hanya Menutupi Bau

Banyak orang langsung membeli pengharum mobil ketika kabin mulai berbau. Padahal, pengharum hanya menyamarkan aroma, bukan menghilangkan penyebabnya.

Jika sumber bau berasal dari jamur, makanan busuk, atau kebocoran air, masalah akan tetap ada bahkan bisa semakin parah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam mobil.

Karena itu, lakukan perawatan interior secara rutin, terutama jika mobil sering digunakan setiap hari. Kabin yang bersih, kering, dan bebas bau akan membuat perjalanan terasa lebih nyaman, menjaga kesehatan penumpang, sekaligus membantu mempertahankan nilai kendaraan ketika suatu saat ingin dijual kembali. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *