Apa Saja Kesalahan Membaca Al-Fatihah dalam Shalat?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

SURAH Al-Fatihah adalah rukun shalat menurut mayoritas ulama. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena kedudukannya yang sangat penting, setiap Muslim perlu berusaha membaca Al-Fatihah dengan benar sesuai kemampuannya. Kesalahan tertentu hanya mengurangi kesempurnaan bacaan, sementara kesalahan yang mengubah lafaz atau makna dapat menjadi persoalan yang lebih serius, terutama jika dilakukan dengan sengaja padahal mampu memperbaikinya.

Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat membaca Al-Fatihah?

1. Salah Mengucapkan Huruf Hijaiyah

Bahasa Arab memiliki beberapa huruf yang terdengar mirip, tetapi makhraj (tempat keluarnya huruf) berbeda.

BACA JUGA: Jika Makmum Tidak Membaca Al-Fatihah Ketika Shalat Berjamaah, Apakah Sah?

Contohnya:

Huruf ṣād (ص) dibaca seperti sīn (س).
Huruf ḍād (ض) dibaca seperti zā’ (ظ) atau dāl (د).
Huruf ḥā’ (ح) dibaca seperti hā’ (ه).
Huruf ‘ain (ع) tidak terdengar sama sekali.

Kesalahan seperti ini perlu diperbaiki secara bertahap dengan belajar tajwid dan makhraj.

2. Mengubah Harakat Hingga Mengubah Makna

Kesalahan pada harakat bisa mengubah arti sebuah kata.

Misalnya, mengubah fathah menjadi kasrah atau dhammah pada tempat yang tidak semestinya. Karena itu, penting membaca Al-Fatihah sebagaimana diajarkan dalam mushaf dan bacaan para guru Al-Qur’an.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

3. Menghilangkan Kata atau Ayat

Ada orang yang terburu-buru sehingga tanpa sadar melewatkan satu kata atau bahkan satu ayat.

Misalnya lupa membaca:

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

atau langsung melompat ke ayat berikutnya.

Karena Al-Fatihah adalah satu surah utuh yang menjadi rukun shalat, setiap ayatnya perlu dibaca secara lengkap.

4. Menambah Bacaan yang Bukan Bagian dari Al-Fatihah

Sebagian orang secara tidak sengaja menambahkan lafaz yang bukan bagian dari Al-Fatihah di tengah bacaannya.

Yang benar, bacalah Al-Fatihah sesuai susunan ayat tanpa penambahan atau pengurangan.

5. Membaca Terlalu Cepat

Mengejar imam atau terburu-buru sering membuat bacaan menjadi tidak jelas.

Akibatnya:

Huruf bertumpuk.
Harakat tidak terdengar.
Beberapa kata seperti hilang.

Membaca dengan tenang (tartil) membantu menjaga ketepatan bacaan.

6. Tidak Tuma’ninah Saat Membaca

Sebagian orang langsung berpindah ke rukuk sebelum selesai membaca Al-Fatihah atau membaca dengan tergesa-gesa sehingga tidak ada ketenangan.

Padahal tuma’ninah merupakan bagian penting dalam pelaksanaan shalat.

7. Tidak Belajar Padahal Mampu

Ada orang yang sudah bertahun-tahun shalat tetapi tidak pernah berusaha memperbaiki bacaan Al-Fatihah.

Padahal saat ini sangat mudah belajar melalui:

Guru mengaji.
Masjid.
TPA.
Kajian tajwid.
Media pembelajaran Al-Qur’an yang terpercaya.

Seseorang yang mampu belajar hendaknya terus memperbaiki bacaannya.

8. Berlebihan dalam Waswas

Sebaliknya, ada pula orang yang terus mengulang Al-Fatihah karena merasa bacaannya salah, padahal sebenarnya sudah benar.

Waswas dapat mengganggu kekhusyukan dan membuat shalat menjadi berat. Jika kesalahan yang terjadi hanyalah keraguan tanpa kepastian, jangan mudah mengikuti bisikan waswas. Teruslah belajar dan mintalah guru memperbaiki bacaan bila memang ada kekeliruan.

9. Tidak Memperhatikan Tasydid

Tasydid berarti huruf dibaca rangkap.

Contohnya pada kata:

إِيَّاكَ

Jika tasydid diabaikan, cara bacanya menjadi berbeda dari yang seharusnya. Oleh karena itu, tasydid perlu diperhatikan ketika belajar membaca Al-Fatihah.

10. Tidak Berusaha Memahami Maknanya

Meskipun bukan syarat sahnya shalat, memahami arti Al-Fatihah dapat membantu menghadirkan kekhusyukan.

Saat mengetahui bahwa kita sedang memuji Allah, memohon pertolongan, dan meminta petunjuk menuju jalan yang lurus, bacaan Al-Fatihah akan terasa lebih hidup dalam hati.

BACA JUGA: Baca Al-Fatihah Wajib bagi Makmum yang Tertinggal Rakaat?

Bagaimana Jika Bacaan Masih Belum Sempurna?

Islam adalah agama yang penuh rahmat. Orang yang baru belajar membaca Al-Qur’an tidak dituntut langsung sempurna.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata karena sedang belajar tetap mendapatkan pahala yang besar.

Yang terpenting adalah:

Terus belajar memperbaiki makhraj dan tajwid.
Tidak malas menuntut ilmu.
Tidak merasa cukup dengan bacaan yang masih keliru jika ada kesempatan untuk memperbaikinya.
Tidak mudah putus asa karena setiap usaha memperbaiki bacaan bernilai ibadah.

Al-Fatihah adalah inti bacaan dalam shalat. Karena itu, setiap Muslim hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap cara membacanya. Kesalahan seperti salah makhraj, mengubah harakat, melewatkan ayat, atau membaca terlalu tergesa-gesa perlu terus diperbaiki sesuai kemampuan.

Jangan menunggu sampai tua untuk belajar. Luangkan waktu menghadiri majelis Al-Qur’an atau belajar kepada guru yang kompeten. Dengan bacaan Al-Fatihah yang semakin baik, diharapkan shalat menjadi lebih khusyuk, lebih sempurna, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *