SHALAT tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Ibadah ini dilakukan pada malam hari setelah seseorang tidur, meskipun tidur yang dimaksud tidak harus berlangsung lama. Tahajud menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena termasuk kebiasaan Rasulullah ﷺ dan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di tengah semangat kaum muslimin untuk menghidupkan malam dengan ibadah, sering muncul pertanyaan mengenai jumlah rakaat shalat tahajud. Ada yang melaksanakan dua rakaat, delapan rakaat, bahkan lebih dari itu. Lalu, berapa sebenarnya jumlah rakaat yang dianjurkan dalam Islam?
BACA JUGA: Benarkah Tidak Boleh Puasa Sunnah di Hari Jumat?
Shalat Tahajud Tidak Memiliki Batas Maksimal
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa shalat tahajud tidak memiliki batas maksimal jumlah rakaat. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa shalat malam dilakukan dua rakaat demi dua rakaat. Artinya, seorang muslim dapat mengerjakannya secara berulang sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa cara pelaksanaan shalat malam adalah dengan salam setiap dua rakaat, kemudian ditutup dengan shalat witir.
Kebiasaan Rasulullah ﷺ Melaksanakan Tahajud
Meskipun tidak ada batas maksimal, Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan tertentu dalam melaksanakan shalat malam. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasanya tidak menambah lebih dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.
Beliau berkata:”Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah shalat malam pada bulan Ramadan maupun di luar Ramadan lebih dari sebelas rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebelas rakaat tersebut umumnya terdiri dari delapan rakaat shalat malam dan tiga rakaat witir. Inilah yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin hingga sekarang.
Apakah Dua Rakaat Sudah Cukup?
Ya, dua rakaat sudah cukup dan tetap mendapatkan pahala shalat tahajud. Tidak ada ketentuan bahwa seseorang harus mengerjakan delapan rakaat atau lebih agar tahajudnya sah.
Bahkan, bagi seseorang yang baru mulai membiasakan diri bangun malam, dua rakaat merupakan langkah yang sangat baik. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas, khusyuk, dan penuh harapan kepada Allah SWT.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun jumlahnya sedikit.
Karena itu, lebih baik rutin melaksanakan dua rakaat setiap malam daripada mengerjakan banyak rakaat tetapi hanya sesekali.
Bolehkah Lebih dari Delapan Rakaat?
Sebagian ulama menjelaskan bahwa boleh mengerjakan shalat tahajud lebih dari delapan rakaat. Hal ini karena hadis tentang shalat malam menunjukkan bahwa jumlah rakaatnya bersifat fleksibel.
Ada sahabat dan ulama salaf yang melaksanakan shalat malam dengan jumlah rakaat yang lebih banyak sesuai kemampuan mereka. Selama dilakukan dua rakaat dua rakaat dan ditutup dengan witir, maka hal tersebut diperbolehkan.
Oleh sebab itu, perbedaan jumlah rakaat di kalangan kaum muslimin tidak seharusnya menjadi penyebab perdebatan. Yang lebih penting adalah menjaga kualitas ibadah dan keikhlasan hati.

Mana yang Lebih Utama?
Jika mengikuti kebiasaan Rasulullah ﷺ, maka delapan rakaat tahajud ditambah tiga rakaat witir merupakan pilihan yang sangat dianjurkan. Namun, bagi orang yang memiliki keterbatasan waktu atau tenaga, dua rakaat pun sudah termasuk shalat tahajud yang sah dan bernilai ibadah.
Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan mereka. Karena itu, setiap muslim dapat menyesuaikan jumlah rakaat dengan kondisi masing-masing tanpa merasa terbebani.
Yang perlu diperhatikan adalah menjaga kekhusyukan, membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tenang, memperbanyak doa, serta menutup shalat malam dengan witir apabila belum melaksanakannya.
BACA JUGA: 12 Jenis Shalat Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah ﷺ, Apa Saja?
Jumlah rakaat shalat tahajud yang dianjurkan pada dasarnya tidak memiliki batas maksimal. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar shalat malam dilakukan dua rakaat demi dua rakaat, kemudian diakhiri dengan shalat witir.
Dalam praktiknya, Rasulullah ﷺ paling sering melaksanakan sebelas rakaat, yaitu delapan rakaat tahajud dan tiga rakaat witir. Namun, seseorang juga boleh mengerjakan dua rakaat saja atau lebih dari delapan rakaat sesuai kemampuannya.
Yang paling utama bukanlah memperbanyak jumlah rakaat semata, tetapi menjaga keikhlasan, kekhusyukan, dan istiqamah dalam menghidupkan malam dengan ibadah. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba yang senantiasa bangun di sepertiga malam, melaksanakan shalat tahajud, dan memohon ampunan serta rahmat-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

