Shalat Wajib Dilakukan Tapi Masih Main Riba, Bagaimana?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT adalah tiang agama dan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang telah baligh. Di sisi lain, riba termasuk dosa besar yang telah diperingatkan dengan sangat keras dalam Al-Qur’an dan hadis. Lalu bagaimana jika seseorang rajin melaksanakan shalat wajib, tetapi masih terlibat dalam praktik riba?

Jawabannya, tetap wajib melaksanakan shalat dan pada saat yang sama wajib berusaha meninggalkan riba. Jangan sampai seseorang berpikir bahwa karena dirinya masih bergelimang dosa, maka tidak perlu lagi shalat. Anggapan seperti ini justru akan menambah dosa.

BACA JUGA: Kenapa Semakin Banyak yang Tidak Peduli Sama Riba?

Shalat dan Meninggalkan Riba Sama-Sama Perintah Allah

Sebagian orang berkata, “Percuma shalat kalau masih riba.” Kalimat ini tidak tepat jika dipahami sebagai alasan untuk meninggalkan shalat.

Dalam Islam, setiap perintah Allah memiliki kewajibannya masing-masing. Shalat wajib tetap harus dikerjakan, sementara riba juga wajib ditinggalkan. Seseorang yang masih melakukan riba memang sedang melakukan dosa, tetapi dosa tersebut tidak menghapus kewajiban shalat.

Sebaliknya, jika ia meninggalkan shalat sekaligus terus melakukan riba, berarti ia telah melakukan dua pelanggaran yang berbeda.

Riba Termasuk Dosa Besar

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 278–279 agar orang-orang beriman meninggalkan sisa riba. Bahkan disebutkan bahwa orang yang tetap mengambil riba setelah datang larangan berarti siap menghadapi ancaman dari Allah dan Rasul-Nya.

Ancaman ini menunjukkan betapa beratnya dosa riba dalam Islam. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menganggapnya sebagai perkara yang biasa.

Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

Ada orang yang merasa dirinya sudah terlalu banyak dosa karena terjerat riba, sehingga malu untuk shalat atau datang ke masjid.

Padahal, pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari arah barat. Justru orang yang masih memiliki semangat untuk shalat menunjukkan bahwa masih ada keinginan untuk mendekat kepada Allah SWT.

Shalat dapat menjadi sarana untuk memperkuat hati agar lebih mudah meninggalkan dosa-dosa yang masih dilakukan.

Mengapa Banyak Orang Sulit Lepas dari Riba?

Pada masa sekarang, praktik riba dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti pinjaman berbunga, utang konsumtif tertentu, maupun transaksi keuangan yang tidak sesuai dengan syariat.

Sebagian orang terjerat karena:

  • Kurangnya pemahaman tentang hukum riba.
  • Terdesak kebutuhan ekonomi.
  • Gaya hidup yang melebihi kemampuan.
  • Menganggap riba sudah menjadi hal yang biasa.
  • Sulit menemukan alternatif yang sesuai syariat.

Walaupun demikian, kesulitan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan Allah.

https://s.shopee.co.id/3B50e3XhBI

Langkah untuk Bertaubat

Apabila seseorang masih memiliki transaksi yang mengandung riba, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh.
  • Menyesali perbuatan yang telah dilakukan.
  • Bertekad untuk tidak mengulangi jika memiliki kemampuan menghindarinya.
  • Berusaha mencari alternatif transaksi yang sesuai syariat.
  • Mengatur keuangan agar tidak bergantung pada utang berbunga.
  • Terus memperbaiki ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Perubahan tidak selalu terjadi dalam satu hari. Namun, yang terpenting adalah adanya kesungguhan untuk memperbaiki diri.

Jangan Meremehkan Shalat

Walaupun seseorang masih memiliki dosa, shalat tetap memiliki kedudukan yang sangat agung. Dengan izin Allah, shalat yang dilakukan dengan khusyuk dapat menjadi salah satu sebab seseorang semakin dekat kepada-Nya dan terdorong meninggalkan maksiat.

Karena itu, jangan biarkan setan membisikkan bahwa seseorang tidak pantas shalat karena masih banyak dosa. Bisikan seperti itu justru dapat menjauhkan seseorang dari jalan taubat.

Jangan Menghakimi, Tetapi Saling Menasihati

Jika mengetahui ada saudara muslim yang rajin shalat tetapi masih terlibat riba, hendaknya kita tidak mengejek atau mencemoohnya. Lebih baik menasihatinya dengan hikmah, mendoakannya, dan mengingatkan tentang bahaya riba dengan cara yang lembut.

BACA JUGA: Pinjam Uang ke Bank Konvensional Itu Riba, Lalu Harus Pinjam ke Mana?

Tujuan dakwah adalah mengajak kepada kebaikan, bukan membuat orang semakin jauh dari agama.

Seseorang yang masih terlibat dalam praktik riba tetap wajib melaksanakan shalat lima waktu, karena shalat dan meninggalkan riba merupakan dua kewajiban yang berbeda. Jangan menjadikan dosa sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah. Sebaliknya, jadikan shalat sebagai sumber kekuatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat salah, melainkan yang ketika menyadari kesalahannya segera kembali kepada Allah SWT dengan taubat yang tulus dan usaha nyata untuk meninggalkan perbuatan yang dilarang-Nya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *