KETIKA shalat berjamaah di masjid, kita mungkin pernah menjumpai dua kebiasaan yang berbeda. Ada jamaah yang sengaja menempelkan kaki hingga bersentuhan dengan orang di sebelahnya. Di sisi lain, ada yang hanya merapatkan saf tanpa harus saling bersentuhan.
Lalu, mana yang benar? Apakah dalam shalat berjamaah kita memang diwajibkan menempelkan kaki dengan jamaah di samping?
Tujuan Utama Adalah Merapatkan dan Meluruskan Saf
Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya meluruskan dan merapatkan saf sebelum shalat dimulai. Beliau bersabda agar para sahabat meluruskan saf karena hal itu termasuk kesempurnaan shalat.
BACA JUGA: Bolehkah Salaman Setelah Shalat Berjamaah?
Tujuan utama dari perintah tersebut adalah agar tidak ada celah yang lebar di antara jamaah sehingga saf tampak rapi, lurus, dan rapat.
Artinya, yang diperintahkan adalah merapatkan saf, bukan menjadikan sentuhan kaki sebagai tujuan utama.
Mengapa Ada Riwayat Tentang Menempelkan Kaki?
Dalam beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa para sahabat pernah merapatkan bahu dan mata kaki ketika meluruskan saf sebelum shalat dimulai.
Riwayat ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam menyusun saf agar benar-benar lurus dan rapat.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa riwayat tersebut tidak berarti kaki harus terus-menerus ditempelkan selama shalat berlangsung. Yang dimaksud adalah sebagai cara memastikan saf sudah rapat ketika berdiri memulai shalat.
Menempelkan Kaki Bukan Rukun Shalat
Tidak ada ketentuan dalam fikih yang menyatakan bahwa shalat menjadi tidak sah apabila kaki tidak bersentuhan dengan jamaah di sebelahnya.
Rukun shalat tetap berkaitan dengan niat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca Al-Fatihah, rukuk, sujud, duduk, tasyahud, salam, dan ketentuan lainnya.
Karena itu, jangan sampai seseorang menganggap shalat orang lain kurang sempurna hanya karena tidak menempelkan kaki.
Jangan Sampai Mengganggu Kekhusyukan Orang Lain
Ada sebagian orang yang terus menggeser kakinya selama shalat untuk mencari kaki jamaah di sebelahnya. Akibatnya, orang lain justru merasa terganggu dan kehilangan kekhusyukan.
Padahal Islam mengajarkan untuk tidak menyakiti atau mengganggu sesama Muslim, termasuk ketika sedang beribadah.
Jika posisi saf sudah rapat dan lurus, tidak perlu memaksa kaki tetap menempel sepanjang shalat.
Yang Terpenting Adalah Tidak Memberi Celah Berlebihan
Sebaliknya, kita juga tidak dianjurkan berdiri terlalu jauh hingga meninggalkan celah yang lebar. Saf yang renggang bertentangan dengan anjuran Nabi ﷺ untuk merapatkan barisan.
Idealnya, setiap jamaah berdiri dengan posisi yang wajar, bahu sejajar, dan tidak memberikan ruang kosong yang tidak diperlukan.
Dengan cara ini, saf akan tetap rapi tanpa harus memaksa posisi kaki.
Perbedaan Pendapat Ulama Perlu Dihormati
Para ulama dari berbagai mazhab memiliki penjelasan yang berbeda dalam memahami praktik para sahabat mengenai mata kaki yang bersentuhan. Ada yang memandang sentuhan itu sebagai salah satu cara meluruskan saf, sementara yang lain menekankan bahwa yang menjadi tujuan adalah kerapian saf, bukan sentuhan kaki itu sendiri.
Perbedaan seperti ini termasuk masalah fikih yang telah lama dibahas para ulama. Karena itu, hendaknya kaum Muslimin saling menghormati dan tidak mudah menyalahkan.
Adab Ketika Berjamaah
Saat shalat berjamaah, beberapa adab yang perlu diperhatikan antara lain:
- Datang lebih awal agar mudah mendapatkan saf yang rapi.
- Meluruskan dan merapatkan saf sebelum imam bertakbir.
- Berdiri dengan tenang tanpa berlebihan membuka kaki.
- Tidak memaksa menggeser kaki hingga mengganggu jamaah lain.
- Mengutamakan kekhusyukan dan persatuan sesama Muslim.
Jangan Jadikan Masalah Ini Sebagai Sumber Perpecahan
Sangat disayangkan jika persoalan posisi kaki justru memicu perdebatan, saling menyalahkan, bahkan merusak ukhuwah di masjid.
Padahal tujuan shalat berjamaah adalah memperkuat persatuan umat. Selama seseorang berusaha mengikuti tuntunan syariat berdasarkan ilmu yang ia yakini dan tidak menyelisihi rukun maupun syarat shalat, maka perbedaan dalam masalah cabang seperti ini hendaknya disikapi dengan lapang dada.
BACA JUGA: Bolehkah Salaman Setelah Shalat Berjamaah?
Menempelkan kaki antarjamaah bukanlah kewajiban yang harus dilakukan terus-menerus selama shalat. Yang ditekankan dalam sunnah adalah meluruskan dan merapatkan saf agar barisan kaum Muslimin tampak rapi dan tidak menyisakan celah yang lebar.
Karena itu, jangan memaksakan sentuhan kaki hingga mengganggu orang lain, tetapi juga jangan berdiri terlalu renggang. Jagalah keseimbangan, hormati perbedaan pendapat ulama, dan utamakan kekhusyukan serta persaudaraan. Dengan demikian, shalat berjamaah tidak hanya menjadi ibadah yang sah, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan umat Islam. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

