SHALAT sunnah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun tidak wajib seperti shalat lima waktu, amalan ini memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Rasulullah ﷺ sendiri sangat menjaga berbagai shalat sunnah dan menganjurkannya kepada para sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa shalat sunnah bukan sekadar pelengkap, tetapi juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Banyak kaum muslimin bertanya, shalat sunnah apa yang paling dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ? Jawabannya tidak hanya satu, karena setiap shalat sunnah memiliki keutamaan masing-masing. Namun, ada beberapa shalat sunnah yang mendapat perhatian khusus dari Nabi ﷺ dan sangat ditekankan untuk dijaga.
BACA JUGA: Apakah Amalan Sunnah Bisa Menggantikan Ibadah Wajib yang Sengaja Ditinggalkan?
Shalat Sunnah Rawatib Menjadi Amalan yang Sangat Ditekankan
Di antara shalat sunnah yang paling dianjurkan adalah shalat sunnah Rawatib, yaitu shalat yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib. Rasulullah ﷺ sangat menjaga amalan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengerjakan dua belas rakaat shalat sunnah dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Dua belas rakaat tersebut terdiri dari dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya. Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan menjaga shalat Rawatib secara konsisten.
Dua Rakaat Sebelum Subuh Memiliki Keutamaan Istimewa
Di antara seluruh shalat Rawatib, dua rakaat sebelum Subuh memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya, bahkan ketika sedang bepergian.
Beliau bersabda: “Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim no. 725)
Hadis ini menggambarkan betapa berharganya dua rakaat tersebut. Jika dibandingkan dengan seluruh kenikmatan dunia, nilainya tetap lebih besar di sisi Allah. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa shalat sunnah sebelum Subuh merupakan salah satu sunnah yang paling ditekankan.
Shalat Witir yang Tidak Pernah Ditinggalkan
Shalat sunnah lain yang sangat dianjurkan adalah shalat Witir. Rasulullah ﷺ selalu mengerjakan Witir setiap malam, baik ketika berada di rumah maupun dalam perjalanan.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Esa dan menyukai yang ganjil, maka kerjakanlah shalat Witir.” (HR. Abu Dawud no. 1416, dinilai sahih oleh para ulama)
Witir menjadi penutup shalat malam. Jumlah rakaatnya dapat satu, tiga, lima, tujuh, atau lebih dengan bilangan ganjil. Bagi seorang muslim yang belum mampu rutin melaksanakan Tahajud, menjaga shalat Witir sudah menjadi langkah yang sangat baik.
Shalat Tahajud yang Mendekatkan Diri kepada Allah
Shalat Tahajud juga termasuk shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Allah SWT memuji orang-orang yang bangun pada malam hari untuk beribadah.
Allah berfirman: “Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ [17]: 79)
Rasulullah ﷺ juga sangat menjaga shalat malam. Bahkan kaki beliau pernah bengkak karena lamanya berdiri dalam shalat. Ini menunjukkan bahwa Tahajud bukan hanya ibadah sunnah biasa, tetapi merupakan sarana untuk memperkuat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Shalat Dhuha yang Membawa Banyak Keberkahan
Selain Rawatib, Witir, dan Tahajud, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan shalat Dhuha. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah setiap hari, dan dua rakaat shalat Dhuha dapat mencukupinya. (HR. Muslim no. 720)
Shalat Dhuha menjadi salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan dan kesempatan hidup yang diberikan setiap hari.
Mana yang Paling Utama?
Jika ditanya shalat sunnah apa yang paling dianjurkan, banyak ulama menjelaskan bahwa jawabannya bergantung pada pembahasannya.
Apabila dilihat dari shalat sunnah yang paling ditekankan untuk dijaga setiap hari, maka shalat Rawatib, khususnya dua rakaat sebelum Subuh, memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
Sementara itu, jika berbicara tentang shalat sunnah mutlak yang paling utama, maka shalat Tahajud atau shalat malam memiliki keutamaan yang sangat besar berdasarkan Al-Qur’an dan banyak hadis Nabi ﷺ.
Adapun shalat Witir juga memiliki kedudukan khusus karena Rasulullah ﷺ hampir tidak pernah meninggalkannya.
BACA JUGA: Apakah Meninggalkan Amalan Sunnah Termasuk Dosa?
Shalat sunnah merupakan kesempatan emas untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara berbagai shalat sunnah, Rawatib, terutama dua rakaat sebelum Subuh, termasuk yang paling ditekankan oleh Rasulullah ﷺ. Selain itu, Witir, Tahajud, dan Dhuha juga memiliki keutamaan yang luar biasa.
Seorang muslim tidak harus langsung mengerjakan semua shalat sunnah sekaligus. Mulailah dengan menjaga amalan yang paling mudah dilakukan secara konsisten, seperti dua rakaat sebelum Subuh atau shalat Witir setiap malam. Dengan istiqamah, sedikit demi sedikit kebiasaan baik itu akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal berharga di akhirat.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

