4 Jaminan Allah kepada Ahli Tahajjud, Apa Saja?

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Azkia Karima Saefullah | Islampos

SHALAT tahajjud adalah ibadah yang sangat istimewa. Ia dilakukan saat kebanyakan manusia terlelap, sementara seorang hamba bangun meninggalkan hangatnya tempat tidur demi bermunajat kepada Rabb-nya. Karena berat untuk dilakukan, Allah memberikan kedudukan yang tinggi bagi orang-orang yang istiqamah mengerjakannya.

Lalu, apa saja jaminan Allah bagi ahli tahajjud?

1. Diangkat ke Derajat yang Mulia

Allah berfirman:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Ayat ini menunjukkan bahwa tahajjud adalah salah satu sebab seseorang memperoleh maqaman mahmuda (kedudukan yang terpuji).

Bagi Rasulullah ﷺ, maqam mahmud adalah syafaat terbesar di hari kiamat. Adapun bagi kaum mukminin, para ulama menjelaskan bahwa tahajjud menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang di sisi Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

BACA JUGA:  Shalat Tahajjud yang Tak Diterima oleh Allah SWT, Kenapa?

2. Mendapatkan Rahmat Allah

Allah memuji orang-orang yang menghidupkan malam dengan ibadah.

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan penuh harap, serta mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)

Kemudian Allah melanjutkan:

“Tidak ada seorang pun yang mengetahui berbagai kenikmatan yang disembunyikan untuk mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17)

Ini adalah kabar gembira bahwa Allah menyiapkan rahmat dan balasan yang luar biasa, bahkan belum pernah terlintas dalam benak manusia.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

3. Dikabulkan Doanya

Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. al-Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)

Hadis ini menunjukkan betapa besarnya kesempatan bagi ahli tahajjud untuk mengadukan seluruh urusannya kepada Allah. Tidak ada waktu yang lebih penuh harapan selain saat sunyi di penghujung malam.

4. Mendapatkan Ampunan dan Kemuliaan di Sisi Allah

Allah menggambarkan ciri orang-orang bertakwa:

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)

Istighfar di waktu sahur adalah kebiasaan orang-orang saleh. Mereka menggabungkan shalat malam dengan taubat dan permohonan ampun.

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Hadis ini menunjukkan bahwa tahajjud merupakan ibadah sunnah yang paling utama, sehingga pelakunya memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.

BACA JUGA:  Bolehkah Shalat Witir Dulu, Kemudian Tahajjud di Akhir Sepertiga Malam Setelah Tidur?

Jangan Menunggu Sempurna untuk Memulai

Sebagian orang enggan melaksanakan tahajjud karena merasa sulit bangun atau menganggap harus langsung lama dan banyak rakaat.

Padahal, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit.

Mulailah dengan dua rakaat. Pasang niat sebelum tidur. Tidur lebih awal. Mintalah kepada Allah agar dibangunkan untuk bermunajat kepada-Nya.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata:

“Aku tidak mengetahui suatu ibadah yang lebih berat bagi jiwa selain shalat di tengah malam dan menginfakkan harta.”

Namun justru karena berat itulah, pahalanya begitu besar.

Penutup

Tahajjud bukan sekadar shalat sunnah. Ia adalah bukti cinta seorang hamba kepada Rabb-nya ketika tidak ada yang melihat selain Allah.

Empat jaminan yang Allah berikan kepada ahli tahajjud adalah:

Diangkat ke derajat yang mulia.
Mendapatkan rahmat dan kenikmatan yang tak terbayangkan.
Doanya lebih dekat kepada pengabulan.
Mendapatkan ampunan serta kemuliaan di sisi Allah.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi hamba-hamba yang terbiasa menghidupkan malam dengan shalat, zikir, dan istighfar, hingga memperoleh ridha-Nya. Aamiin.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *