Apa yang Dirasakan Istri Sebelum Menopause?

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik

MENOPAUSE bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Sebelum benar-benar memasuki menopause, tubuh perempuan biasanya melewati fase yang disebut perimenopause. Pada fase ini, kadar hormon estrogen dan progesteron mulai berubah sehingga menstruasi dan berbagai kondisi tubuh bisa ikut berubah.

Perimenopause dapat berlangsung selama beberapa tahun. Setiap perempuan juga bisa merasakan gejala yang berbeda-beda. Lalu, apa yang biasanya dirasakan seorang istri sebelum menopause?

1. Menstruasi mulai tidak teratur

Salah satu tanda yang paling sering muncul adalah perubahan pola menstruasi. Siklus yang sebelumnya teratur bisa menjadi lebih pendek atau lebih panjang. Jumlah darah yang keluar juga dapat berubah, bisa lebih sedikit atau justru lebih banyak.

BACA JUGA: Haruskah Perempuan Panik Saat Menghadapi Menopause?

Kadang menstruasi datang lebih cepat, tetapi pada bulan berikutnya justru terlambat. Perubahan seperti ini dapat terjadi karena aktivitas ovarium dan kadar hormon mulai mengalami perubahan.

2. Mudah merasa panas atau tiba-tiba berkeringat

Sebagian perempuan mengalami hot flashes, yaitu rasa panas yang muncul tiba-tiba, terutama di wajah, leher, dan dada. Rasa panas tersebut dapat berlangsung beberapa menit dan terkadang disertai keringat berlebih. Pada sebagian perempuan, kondisi ini bisa terjadi pada malam hari sehingga mengganggu tidur.

3. Tidur menjadi kurang nyenyak

Menjelang menopause, kualitas tidur dapat berubah. Ada yang lebih sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi. Gangguan tidur juga bisa berkaitan dengan keringat malam atau perubahan suasana hati.

Akibatnya, pada siang hari seseorang bisa merasa lebih mudah lelah dan kurang bertenaga. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan diabaikan.

4. Suasana hati lebih mudah berubah

Perubahan hormon dapat memengaruhi suasana hati. Seorang istri mungkin merasa lebih mudah tersinggung, sensitif, cemas, sedih, atau tiba-tiba ingin menangis. Namun, bukan berarti setiap perubahan emosi pada perempuan usia tertentu pasti disebabkan oleh menopause.

Masalah rumah tangga, pekerjaan, kurang tidur, tekanan hidup, dan berbagai faktor lain juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Karena itu, jangan buru-buru menyalahkan hormon ketika pasangan sedang mengalami perubahan suasana hati.

5. Lebih mudah lelah

Perubahan hormon, kualitas tidur yang menurun, dan berbagai perubahan tubuh dapat membuat sebagian perempuan merasa lebih cepat lelah. Aktivitas yang sebelumnya terasa biasa saja mungkin terasa lebih menguras energi. Pada kondisi seperti ini, dukungan pasangan sangat penting.

Suami sebaiknya tidak menganggap istrinya malas hanya karena terlihat lebih sering lelah. Bisa jadi tubuhnya memang sedang mengalami perubahan yang membutuhkan penyesuaian.

6. Gairah seksual bisa berubah

Menjelang menopause, sebagian perempuan mengalami perubahan libido. Ada yang gairah seksualnya menurun, sementara sebagian lainnya tidak mengalami perubahan berarti. Menurunnya estrogen juga dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering pada sebagian perempuan.

Kondisi tersebut dapat membuat hubungan seksual terasa tidak nyaman atau bahkan sakit. Jika hal ini terjadi, pasangan sebaiknya membicarakannya dengan terbuka dan tidak saling menyalahkan. Jika keluhan menetap atau mengganggu kehidupan seksual, konsultasi dengan dokter dapat membantu mencari solusi yang sesuai.

https://s.shopee.co.id/BOENjEhhY

7. Berat badan dan bentuk tubuh bisa berubah

Sebagian perempuan mulai mengalami perubahan berat badan atau distribusi lemak tubuh menjelang menopause. Lemak dapat lebih mudah menumpuk di sekitar perut dibandingkan sebelumnya. Namun, kenaikan berat badan tidak semata-mata disebabkan menopause.

Pola makan, aktivitas fisik, usia, tidur, stres, dan faktor kesehatan lainnya juga berperan. Karena itu, menjaga pola makan dan tetap aktif secara fisik tetap penting.

8. Kulit dan rambut bisa mengalami perubahan

Perubahan kadar hormon dapat membuat kulit terasa lebih kering pada sebagian perempuan. Rambut juga dapat mengalami perubahan tekstur atau ketebalan. Meski demikian, perubahan kulit dan rambut bukan tanda khusus menopause karena banyak faktor lain yang dapat menyebabkannya.

9. Lebih sering mengalami sakit kepala atau tubuh terasa tidak nyaman

Sebagian perempuan mengalami sakit kepala, nyeri sendi, atau berbagai keluhan fisik lainnya selama perimenopause. Gejala tersebut bisa berbeda antara satu perempuan dan perempuan lainnya. Jika keluhan terasa berat, semakin sering, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan langsung menganggapnya sebagai bagian normal dari menopause.

Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mencari penyebabnya. Dengan begitu, kondisi lain yang mungkin memiliki gejala serupa tidak terlewatkan.

10. Lebih sering merasa “berbeda dari biasanya”

Mungkin ini adalah salah satu hal yang paling membingungkan. Seorang perempuan bisa merasa, “Kenapa tubuh saya berubah?” atau “Kenapa saya sekarang mudah lelah?” Perubahan tersebut bisa membuat seorang istri membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Bukan komentar yang meremehkan, tetapi pemahaman. Dukungan dari suami dan keluarga dapat membuat fase perubahan ini terasa lebih mudah dijalani.

Suami sebaiknya bagaimana?

Menopause bukan hanya urusan istri. Suami juga perlu memahami bahwa perubahan yang dialami pasangan bukan selalu sesuatu yang bisa dikendalikan dengan mudah. Jangan mengatakan, “Ah, kamu lebay,” atau “Memang sudah tua.”

Kalimat seperti itu bisa membuat istri merasa tidak dipahami. Lebih baik tanyakan, “Kamu sedang merasa tidak nyaman? Ada yang bisa saya bantu?” Suami juga dapat membantu dengan memberikan kesempatan istri beristirahat, menjaga komunikasi, mendukung pola hidup sehat, dan menemani ketika diperlukan pemeriksaan kesehatan.

Kapan harus memeriksakan diri?

Tidak semua perubahan menstruasi pada usia menjelang menopause berarti perimenopause. Perdarahan yang sangat banyak, perdarahan yang berlangsung lama, perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah sudah tidak menstruasi selama 12 bulan, atau gejala lain yang terasa tidak biasa sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Pemeriksaan penting untuk memastikan bahwa perubahan tersebut memang berkaitan dengan perimenopause dan bukan kondisi kesehatan lain. Jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan usia atau satu gejala tertentu.

BACA JUGA: Yang Harus Diketahui Suami Jika Istrinya Menopause

Menopause bukan akhir dari kehidupan perempuan

Menopause adalah bagian alami dari proses penuaan perempuan. Seorang istri tetap bisa sehat, aktif, produktif, dan menikmati kehidupan setelah menopause. Yang berubah adalah tubuhnya, bukan nilai dirinya.

Karena itu, jangan melihat menopause sebagai akhir dari kecantikan, kebahagiaan, atau kehidupan rumah tangga. Justru fase ini bisa menjadi kesempatan bagi suami dan istri untuk semakin memahami tubuh, kesehatan, dan kebutuhan satu sama lain.

Sebab ketika seorang istri memasuki fase baru dalam hidupnya, yang paling dia butuhkan bukan rasa kasihan. Yang dia butuhkan adalah pasangan yang mau memahami dan tetap berjalan bersamanya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *