DI DALAM beberapa hadits shahih, Rasulullah ﷺ menyebut suatu amalan dengan ungkapan, “lebih baik bagimu daripada unta merah.” Bagi sebagian orang yang hidup di zaman sekarang, kalimat ini mungkin terdengar asing. Mengapa bukan emas, perak, atau permata? Apa istimewanya unta merah sehingga dijadikan ukuran sesuatu yang sangat berharga?
Untuk memahami makna hadits tersebut, kita perlu melihat kondisi masyarakat Arab pada masa Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Apakah Boleh Shalat Sambil Membuka Mushaf?
Unta Merah adalah Harta yang Sangat Bernilai
Pada masa Nabi ﷺ, unta merupakan aset yang sangat penting. Unta digunakan sebagai alat transportasi, perdagangan, sumber penghasilan, bahkan menjadi simbol kekayaan seseorang.
Di antara berbagai jenis unta, unta merah (ḥumr an-na’am) termasuk yang paling mahal, paling indah, dan paling dibanggakan oleh orang Arab. Memiliki seekor unta merah pada masa itu hampir setara dengan memiliki kendaraan mewah atau aset bernilai tinggi pada zaman sekarang.
Karena itu, ketika Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa suatu amalan “lebih baik daripada unta merah”, maksudnya adalah lebih baik daripada harta dunia yang paling berharga menurut manusia saat itu.
Hadits tentang Unta Merah
Salah satu hadits yang paling terkenal adalah sabda Rasulullah ﷺ kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ketika beliau mengutusnya ke Khaibar: “Demi Allah, sungguh jika Allah memberi hidayah kepada satu orang melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta-unta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya nilai mengajak seseorang kepada hidayah. Bahkan, keberhasilan satu orang mendapatkan petunjuk menuju Islam atau kembali kepada kebenaran lebih berharga daripada kekayaan dunia yang paling mahal.
Mengapa Hidayah Lebih Berharga?
Harta hanya bermanfaat selama hidup di dunia.
Sedangkan hidayah dapat mengubah kehidupan seseorang hingga akhir hayatnya, bahkan menjadi sebab keselamatannya di akhirat.
Jika seseorang mendapatkan hidayah, lalu ia memperbaiki shalatnya, meninggalkan maksiat, mendidik keluarganya, dan terus beramal saleh, maka orang yang menjadi sebab datangnya hidayah itu juga akan mendapatkan pahala selama amal tersebut terus mengalir, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya.
Inilah yang menjadikan dakwah memiliki kedudukan yang sangat mulia.
Bukan Berarti Islam Meremehkan Harta
Islam tidak mengajarkan agar manusia membenci harta. Bahkan, harta yang halal merupakan nikmat dari Allah dan dapat menjadi sarana beribadah.
Namun, Islam mengajarkan skala prioritas.
Ketika harus memilih antara harta dunia dengan keselamatan agama, maka agama harus didahulukan.
Allah Ta’ala berfirman: “Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17)
Ayat ini mengingatkan bahwa sebesar apa pun nilai harta dunia, semuanya bersifat sementara.
Apa Pelajaran bagi Kita?
Hadits ini mengajarkan agar seorang muslim tidak hanya mengejar keuntungan materi.
-Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak.
-Membimbing teman agar rajin shalat.
-Mengajak keluarga meninggalkan riba.
-Mengingatkan saudara dengan cara yang lembut.
-Menyebarkan ilmu yang shahih melalui tulisan atau media sosial.
-Semua itu bisa menjadi sebab datangnya hidayah bagi orang lain.
Boleh jadi kita tidak memiliki kekayaan melimpah, tetapi Allah memberikan kesempatan menjadi jalan hidayah bagi seseorang. Nilainya di sisi Allah jauh lebih besar daripada kekayaan dunia yang paling mahal.
Penjelasan Para Ulama
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa penyebutan unta merah karena ia merupakan harta yang paling bernilai di kalangan bangsa Arab pada masa itu. Rasulullah ﷺ menggunakan perumpamaan yang mudah dipahami oleh para sahabat agar mereka menyadari betapa besarnya keutamaan memberi hidayah kepada orang lain.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya pahala dakwah. Seorang muslim tidak boleh meremehkan usaha mengajak orang lain kepada kebaikan, meskipun hanya satu orang yang menerima nasihatnya.
BACA JUGA: Aurat Terbuka ketika Shalat, Batal Ga Sih Shalatnya?
Ungkapan “lebih baik daripada unta merah” bukan sekadar perumpamaan tentang kekayaan, tetapi pesan yang sangat dalam tentang nilai sebuah hidayah. Rasulullah ﷺ ingin mengajarkan bahwa kekayaan dunia, betapapun berharganya, tidak akan mampu menandingi nilai satu jiwa yang Allah beri petunjuk menuju jalan yang benar.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah:
“Tidak ada nikmat yang lebih besar setelah nikmat Islam selain diberi taufik untuk mengajak manusia kepada petunjuk.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah di atas hidayah serta menjadi sebab datangnya hidayah bagi orang lain. Aamiin.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

