TIDAK semua makanan yang terlihat masih baik berarti aman untuk dimakan.
Ada makanan yang sudah mengalami kerusakan meskipun perubahan fisiknya belum terlalu jelas. Karena itu, penting bagi kita mengenali tanda-tanda makanan yang sebaiknya dibuang daripada mengambil risiko mengalami keracunan makanan.
Berikut beberapa cirinya.
1. Muncul Bau yang Tidak Biasa
Bau merupakan salah satu tanda paling mudah dikenali.
Jika makanan yang biasanya beraroma segar tiba-tiba mengeluarkan bau asam, busuk, tengik, atau menyengat, sebaiknya jangan dimakan.
Jangan mencoba mencicipinya hanya untuk memastikan apakah makanan tersebut masih aman.
2. Warna Makanan Berubah
Perubahan warna juga patut diperhatikan.
Misalnya, daging menjadi keabu-abuan atau kehijauan, sayuran berubah warna secara tidak wajar, atau makanan yang sebelumnya cerah menjadi kusam disertai tanda kerusakan lainnya.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua perubahan warna berarti makanan sudah rusak. Beberapa makanan memang mengalami perubahan warna secara alami setelah dipotong atau terkena udara.
BACA JUGA: Apa Dampak Buruk Makan Makanan UPF ketika Sarapan?
3. Muncul Jamur
Jika terlihat jamur berbentuk bintik atau lapisan berbulu pada makanan, jangan menganggap cukup dengan membuang bagian yang berjamur lalu memakan sisanya.
Pada beberapa jenis makanan yang lunak dan memiliki kadar air tinggi, jamur dapat berkembang lebih jauh daripada bagian yang terlihat.
Karena itu, makanan seperti roti yang sudah berjamur sebaiknya dibuang seluruhnya.
4. Teksturnya Menjadi Berlendir
Makanan yang seharusnya memiliki tekstur normal tetapi berubah menjadi licin atau berlendir perlu dicurigai.
Hal ini terutama berlaku pada daging, ikan, dan makanan siap santap yang mengalami perubahan tekstur disertai bau tidak sedap.
Jika sudah menunjukkan tanda kerusakan seperti ini, jangan mengambil risiko dengan mencucinya lalu memasaknya kembali.
5. Kemasan Menggembung
Perhatikan makanan kemasan, terutama makanan kaleng atau produk yang dikemas rapat.
Jika kemasan terlihat menggembung, bocor, berkarat parah, atau mengalami kerusakan yang tidak semestinya, makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.
Jangan mencoba membuka atau mencicipinya untuk mengetahui kondisinya.
6. Rasanya Sudah Berubah
Perubahan rasa dapat menjadi tanda makanan mengalami kerusakan.
Makanan yang tiba-tiba terasa sangat asam, pahit, tengik, atau memiliki rasa yang jauh berbeda dari biasanya sebaiknya segera dihentikan konsumsinya.
Namun, jangan sengaja mencicipi makanan yang sudah dicurigai rusak hanya untuk menguji rasanya.
7. Telah Disimpan Terlalu Lama pada Suhu Ruang
Makanan yang mudah rusak seperti daging, telur, susu, makanan laut, dan makanan matang tidak seharusnya dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Masalahnya, bakteri penyebab penyakit dapat berkembang tanpa selalu mengubah bau, rasa, atau penampilan makanan.
Jadi, makanan bisa saja terlihat normal tetapi sebenarnya sudah tidak aman.
8. Sudah Melewati Masa Simpan dan Kondisinya Meragukan
Tanggal pada kemasan perlu dipahami dengan benar.
Ada tanggal yang berkaitan dengan kualitas terbaik produk, dan ada pula yang berkaitan dengan keamanan atau batas penggunaan.
Jika produk sudah melewati tanggal yang tercantum dan menunjukkan perubahan bau, tekstur, kemasan, atau kondisi lainnya, lebih baik jangan dikonsumsi.

9. Makanan Bekas yang Tidak Disimpan dengan Benar
Makanan sisa perlu segera disimpan dengan cara yang tepat.
Jangan membiarkan makanan matang terlalu lama di meja makan, terutama dalam kondisi ruangan yang hangat.
Jika makanan sisa sudah lama berada di luar lemari pendingin dan Anda tidak yakin berapa lama atau bagaimana penyimpanannya, pilihan paling aman adalah membuangnya.
BACA JUGA: Jin Itu Makanan dan Minumannya Apa Sih? Ternyata Nabi Sudah Menjelaskannya!
10. Kita Tidak Yakin Bagaimana Makanan Itu Disimpan
Ini sering dianggap sepele.
Jika kita tidak mengetahui berapa lama makanan berada di luar kulkas, bagaimana cara penyimpanannya, atau apakah rantai dinginnya pernah terputus, jangan hanya mengandalkan penampilan makanan.
“Kelihatannya masih bagus” bukan jaminan makanan tersebut aman.
Jangan Sayang Membuang Makanan
Membuang makanan memang terasa sayang.
Apalagi jika makanan tersebut masih terlihat baik.
Namun, biaya membuang makanan biasanya jauh lebih kecil dibandingkan risiko sakit akibat mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi.
Prinsip sederhananya:
Kalau bau berubah, tekstur berubah, muncul jamur, kemasan rusak atau menggembung, makanan disimpan tidak semestinya, atau Anda ragu dengan keamanannya—jangan dipaksakan untuk dimakan.
Lebih baik kehilangan satu porsi makanan daripada harus menanggung akibatnya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

