Jika Ada yang Kesurupan Minta Kopi, Dikasih Jangan Sih?

4 Min Read
Foto: Islampos AI

KETIKA  seseorang mengalami kesurupan, terkadang muncul berbagai perilaku yang tidak biasa.

Ada yang tiba-tiba berbicara dengan suara berbeda.

Ada yang meminta makanan tertentu.

Ada pula yang meminta kopi, rokok, atau benda-benda lainnya.

Lalu muncul pertanyaan: kalau orang yang kesurupan meminta kopi, apakah sebaiknya diberikan?

Jawabannya: jangan menjadikan permintaan saat kesurupan sebagai alasan untuk memberikan sesuatu yang belum tentu baik atau aman.

1. Jangan Langsung Mengikuti Semua Permintaannya

Ketika seseorang sedang mengalami kondisi seperti kesurupan, ia mungkin tidak berada dalam kondisi kesadaran dan kendali diri yang normal.

Karena itu, keluarga tidak perlu mengikuti setiap permintaannya.

Termasuk ketika ia tiba-tiba meminta kopi.

Yang utama adalah memastikan orang tersebut aman terlebih dahulu.

BACA JUGA: Apakah Jin Menikah dan Punya Anak?

2. Jangan Menganggap Itu Pasti Permintaan Jin

Ini juga penting.

Kita tidak boleh memastikan secara sembarangan bahwa suara atau permintaan yang muncul saat seseorang kesurupan pasti berasal dari jin tertentu.

Kesurupan sendiri dapat dipahami dari berbagai sisi, termasuk aspek medis dan psikologis.

Beberapa kondisi seperti kejang, gangguan kesadaran, gangguan neurologis, atau kondisi psikologis tertentu dapat menyebabkan seseorang berperilaku tidak seperti biasanya.

Karena itu, jangan buru-buru mengambil kesimpulan.

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

3. Kopi Bukan Obat untuk Kesurupan

Memberikan kopi bukanlah metode pengobatan kesurupan yang memiliki dasar syariat maupun bukti medis yang kuat.

Jadi, tidak perlu berpikir:

“Kalau tidak diberi kopi, nanti makhluk yang merasuk akan marah.”

Pemikiran seperti ini justru dapat membuat keluarga semakin takut dan mengikuti berbagai permintaan yang tidak jelas.

4. Jangan Memberikan Sesuatu yang Bisa Membahayakan

Kopi mengandung kafein.

Pada kondisi tertentu, konsumsi kafein dapat menyebabkan jantung berdebar, gelisah, atau memperburuk kondisi tertentu pada sebagian orang.

Apalagi jika orang tersebut sedang mengalami gangguan kesadaran, sulit menelan, kejang, atau tidak mampu mengontrol tubuhnya.

Jangan memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut orang yang sedang tidak sadar penuh, karena ada risiko tersedak atau masuk ke saluran pernapasan.

5. Lalu Harus Bagaimana?

Utamakan keselamatan.

Jauhkan benda-benda yang dapat melukai.

Jangan mengerumuni atau menahan tubuhnya dengan kekerasan kecuali memang diperlukan untuk mencegah cedera.

Jika orang tersebut mengalami kejang, jangan memasukkan sendok, jari, kopi, atau benda apa pun ke dalam mulutnya.

Setelah kondisinya memungkinkan, berikan pertolongan sesuai kebutuhan.

6. Boleh Ruqyah Syar’iyyah?

Jika keluarga meyakini adanya gangguan jin, ruqyah syar’iyyah dapat dilakukan dengan membaca Al-Qur’an dan doa-doa yang sesuai syariat.

Tidak perlu menggunakan ritual aneh.

Tidak perlu memberikan sesajen.

Tidak perlu memenuhi permintaan “makhluk” yang tidak jelas.

Dan jangan menggunakan cara-cara yang mengandung kesyirikan atau praktik perdukunan.

BACA JUGA: Gimana Caranya Bedakan Gangguan Psikologis dan Gangguan Jin?

7. Tetap Pertimbangkan Pemeriksaan Medis

Ini bukan berarti setiap kejadian kesurupan harus dianggap sebagai penyakit medis.

Namun, kondisi medis tetap perlu dipertimbangkan, terutama jika seseorang mengalami kejang, kehilangan kesadaran, sulit bernapas, cedera, demam tinggi, kebingungan berkepanjangan, atau kejadian serupa berulang kali.

Dalam kondisi seperti itu, mendapatkan pertolongan medis adalah langkah yang bijak.

Jadi, Kalau Minta Kopi, Dikasih atau Tidak?

Tidak perlu.

Jangan mengikuti semua permintaan yang muncul dalam kondisi tersebut.

Yang lebih penting adalah menjaga keselamatan, tidak memperburuk kondisi, melakukan ruqyah syar’iyyah jika diperlukan, dan tetap mempertimbangkan kemungkinan adanya masalah medis.

Dan satu hal yang perlu diingat:

Jangan mudah percaya pada setiap klaim tentang “jin yang minta ini” atau “jin yang minta itu”.

Dalam urusan seperti ini, jangan hanya mengandalkan cerita yang beredar.

Pegang syariat, gunakan akal sehat, dan jangan abaikan pertolongan medis ketika memang dibutuhkan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *