Lelaki yang Sudah Membunuh 99 Orang

3 Min Read
Foto: Freepik

PERNAHKAH kamu merasa…

“Dosaku sudah terlalu banyak. Masih pantaskah Allah mengampuniku?”

Kalau pernah, dengarkan kisah ini.

Ada seorang lelaki dari umat sebelum kita yang telah membunuh 99 orang.

Sembilan puluh sembilan nyawa.

Namun suatu hari, hatinya mulai gelisah.

Ia ingin bertobat.

Ia kemudian bertanya kepada seorang ahli ibadah:

“Apakah aku masih bisa bertobat?”

Orang itu menjawab,

“Tidak.”

BACA JUGA: Umar bin Abdul Aziz Merobek Suratnya

Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut semakin tersesat.

Ia pun membunuh orang itu.

Genaplah 100 orang yang telah dibunuhnya.

Namun anehnya…

keinginan untuk kembali kepada Allah belum juga mati.

Ia mencari seorang yang lebih berilmu.

Lalu ia bertanya:

“Aku telah membunuh 100 orang. Apakah masih ada kesempatan bagiku untuk bertobat?”

Orang alim itu menjawab:

“Ya. Siapa yang bisa menghalangimu dari bertobat?”

Subhanallah…

Perhatikan kalimat ini.

Jangan pernah merasa dosa kita lebih besar daripada rahmat Allah.

Orang alim itu kemudian memerintahkannya meninggalkan tempat yang penuh dengan keburukan.

Pergilah menuju sebuah negeri yang penduduknya beribadah kepada Allah.

“Beribadahlah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu, karena negerimu adalah negeri yang buruk.”

Lelaki itu pun berangkat.

Tetapi…

ia meninggal di tengah perjalanan.

Malaikat rahmat dan malaikat azab pun berselisih.

https://s.shopee.co.id/9AMNV2PCRN

Malaikat azab berkata,

“Dia belum pernah melakukan kebaikan.”

Malaikat rahmat berkata,

“Dia telah datang dalam keadaan bertobat kepada Allah.”

Kemudian Allah memerintahkan agar jarak antara dirinya dengan kedua negeri itu diukur.

Ternyata…

ia lebih dekat kepada negeri yang ia tuju.

Maka ia termasuk orang yang mendapatkan rahmat Allah.

Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dan dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada pembahasan tentang taubat.

Apa pelajarannya?

Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Bisa jadi hari ini kita merasa terlalu kotor untuk kembali.

Terlalu banyak dosa.

Terlalu jauh dari Allah.

Terlalu lama meninggalkan ketaatan.

Tetapi ingat…

Allah tidak meminta kita menjadi manusia yang tidak pernah berdosa.

Allah memerintahkan kita untuk bertobat ketika berdosa.

Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa dosa tidak seharusnya membuat seorang hamba berputus asa dari rahmat Allah, tetapi seharusnya mendorongnya untuk kembali kepada-Nya dengan lebih sungguh-sungguh.

BACA JUGA: 5 Lelaki yang Shalatnya Tidak Diterima oleh Allah SWT: Siapa Saja dan Kenapa?

Maka kalau hari ini kamu masih punya dosa…

bertobatlah.

Kalau pernah jatuh…

bangkitlah.

Kalau pernah jauh…

pulanglah.

Jangan menunggu menjadi baik untuk mendekat kepada Allah.

Mendekatlah kepada Allah agar Allah memperbaiki dirimu.

Dan ingat satu hal…

Lelaki yang telah membunuh 100 orang saja masih memiliki jalan menuju ampunan Allah.

Lalu mengapa kita yang masih diberi kesempatan hidup hari ini justru memilih untuk berputus asa?

Selama nyawa belum sampai tenggorokan…

pintu taubat masih terbuka.

Pulanglah kepada Allah.

Sebelum perjalanan kita benar-benar berakhir. []

T

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *