Hukum Suami Melarang Istri Bertemu Keluarganya

Salma Fathuraini
6 Min Read
Foto: Islampos

“AKU Harus Nurut Suami atau Tetap Ketemu Keluarga?”

Pernah ada seorang istri yang berada dalam posisi seperti ini.

Suaminya melarangnya bertemu keluarganya.

Bahkan setiap kali ingin pulang.

Selalu muncul pertengkaran.

Akhirnya muncul pertanyaan.

“Kalau suami melarang, aku harus bagaimana?”

Ini memang bukan persoalan sederhana.

Karena di dalam pernikahan ada hak suami.

Ada juga hak istri.

Dan ada kewajiban menjaga hubungan dengan keluarga.

 

Silaturahmi Itu Penting

Islam sangat memperhatikan hubungan keluarga.

Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga hubungan dengan kerabat.

Rasulullah ﷺ juga pernah ditanya tentang orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik.

Beliau menjawab:

“Ibumu.”

BACA JUGA: Bolehkah Suami Selalu Melakukan Azl Ketika Jima dengan Istri?

Ketika ditanya lagi, beliau menjawab:

“Ibumu.”

Bahkan sampai tiga kali.

Baru kemudian beliau menyebut ayah dan kerabat terdekat. Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih Muslim 2548b.

Artinya, hubungan dengan orang tua bukan perkara sepele.

Menikah tidak otomatis membuat seseorang kehilangan kewajiban berbakti kepada orang tuanya.

Lalu, Apakah Suami Boleh Melarang?

Jawabannya tidak bisa langsung disederhanakan menjadi “boleh” atau “tidak boleh”.

Ada rincian.

Dar al-Ifta Mesir menjelaskan bahwa istri tetap memiliki hak untuk mengunjungi orang tua dan kerabatnya dalam batas yang baik.

Suami juga dapat mengatur waktu dan kondisi kunjungan agar tidak mengganggu hak dan kewajiban dalam rumah tangga.

Jadi, mengatur bukan berarti memutus.

Misalnya suami berkata:

“Jangan pergi malam karena berbahaya.”

Ini berbeda dengan:

“Kamu tidak boleh bertemu keluargamu lagi.”

Yang pertama bisa menjadi bentuk perlindungan.

Yang kedua bisa menjadi tindakan yang sangat bermasalah jika dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan.

10-banner hijab jilbab imazan

Kalau Keluarga Istri Sering Ikut Campur?

Nah, ini juga perlu diperhatikan.

Tidak semua masalah berasal dari suami.

Kadang keluarga istri memang terlalu ikut campur.

Setiap ada masalah rumah tangga, langsung ikut menentukan.

Bahkan bisa membuat istri semakin jauh dari suaminya.

Kalau kondisinya seperti itu, suami dan istri perlu membuat batas yang sehat.

Istri tetap boleh menyayangi keluarganya.

Tetapi masalah rumah tangga tidak harus selalu diceritakan kepada keluarga.

Begitu juga suami.

Jangan menjadikan keluarga pasangan sebagai musuh.

Suami Tetap Harus Berbuat Baik

Menjadi suami bukan berarti menjadi penguasa yang bebas memberikan larangan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang terbaik adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.

Dalam Sunan Ibn Majah 1977, hadis tersebut dinilai hasan oleh Darussalam.

Ada pesan yang sangat dalam di sini.

Kualitas seorang laki-laki tidak hanya terlihat dari bagaimana ia memperlakukan orang lain.

Tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya sendiri.

Karena itu, kalau seorang suami meminta sesuatu.

Sampaikan dengan cara yang baik.

Jelaskan alasannya.

Jangan menggunakan ancaman.

Jangan menggunakan kekerasan.

Dan jangan menjadikan pernikahan sebagai alat untuk mengisolasi pasangan.

Tapi Istri Juga Perlu Menghargai Suami

Sebaliknya, istri juga tidak seharusnya menggunakan alasan “silaturahmi” untuk melakukan sesuatu sesuka hati.

Misalnya keluar rumah tanpa komunikasi.

Pergi terlalu lama.

Atau sengaja membawa masalah rumah tangga kepada keluarga untuk mempermalukan suami.

Ini juga tidak baik.

Rumah tangga membutuhkan komunikasi.

Kalau ingin bertemu orang tua, bicarakan.

Kalau ada kebutuhan mendesak, jelaskan.

Kalau ada konflik dengan keluarga, cari solusi bersama.

Jangan langsung mengambil posisi berlawanan.

Bagaimana Kalau Suami Melarang Tanpa Alasan?

Kalau larangan tersebut benar-benar membuat istri terputus dari orang tua dan kerabatnya, persoalannya menjadi lebih serius.

Dar al-Ifta Mesir bahkan menjelaskan bahwa suami tidak boleh menjadikan ketaatan dalam rumah tangga sebagai alasan untuk memutus hubungan kekerabatan. Mereka juga menegaskan bahwa mengisolasi istri dari dunia luar seperti seorang tahanan bukanlah bentuk perlakuan yang dibenarkan.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan:

“Pokoknya istri wajib nurut.”

Ketaatan dalam Islam tidak berarti mengikuti semua perintah tanpa batas.

Kebaikan tetap menjadi prinsip.

Suami, Istri, perceraian, Stres, Istri Cemburuan, istri, mertua, Anak, Gaji UMR, Aib Pasangan, talak
Foto: Freepik

Coba Cari Jalan Tengah

Kalau masalah ini terjadi dalam rumah tangga, jangan langsung memilih perang.

Coba cari jalan tengah.

Tentukan waktu untuk mengunjungi keluarga.

Sepakati berapa lama.

Pastikan kewajiban rumah tangga tetap berjalan.

Kalau keluarga memang menjadi sumber konflik, buat batas yang jelas.

Kalau komunikasi sudah sulit, mintalah bantuan orang yang dipercaya.

Bisa orang tua yang bijaksana.

Bisa tokoh agama.

Atau konselor keluarga.

Tujuannya bukan mencari siapa yang menang.

Tetapi mencari solusi.

BACA JUGA: Benarkah Suami Istri Jima di Malam Jumat Memiliki Keutamaan?

Kesimpulan

Jadi, Boleh Nggak Suami Melarang?

Tidak tepat jika larangan tersebut bertujuan memutus istri dari orang tua dan keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan.

Islam memerintahkan menjaga silaturahmi.

Namun kehidupan rumah tangga juga membutuhkan aturan, komunikasi, dan kesepakatan.

Suami boleh membicarakan dan mengatur persoalan kunjungan agar hak dan kewajiban keluarga tetap seimbang.

Tetapi hubungan dengan orang tua dan kerabat tidak seharusnya diputus begitu saja.

Dan yang paling penting.

Suami bukan musuh istri.

Keluarga istri juga bukan musuh suami.

Semuanya harus belajar memahami batas.

Karena pernikahan bukan tentang siapa yang paling berkuasa.

Pernikahan adalah tentang dua orang yang belajar saling menjaga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *