RUKUK dan sujud merupakan bagian penting dalam shalat. Keduanya memiliki bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Bacaan tersebut menjadi salah satu bentuk zikir yang dilakukan seorang Muslim ketika sedang merendahkan diri di hadapan Allah.
Bacaan yang paling dikenal ketika rukuk adalah “Subhana Rabbiyal ‘Azim”, sedangkan ketika sujud adalah “Subhana Rabbiyal A‘la.” Keduanya biasanya dibaca sebanyak tiga kali. Dari sini muncul pertanyaan, apakah seorang Muslim boleh memperbanyak bacaan tasbih ketika rukuk dan sujud?
BACA JUGA: Bagaimana Cara Melakukan Sujud Sahwi?
Membaca Tasbih Lebih dari Tiga Kali
Pada dasarnya, boleh membaca tasbih lebih dari tiga kali ketika rukuk dan sujud. Tiga kali bukanlah batas maksimal yang membuat seseorang tidak boleh menambah bacaan.
Membaca tasbih sebanyak tiga kali merupakan amalan yang umum dilakukan dan termasuk bentuk mengikuti sunnah. Namun, seseorang juga dapat memperpanjang bacaan rukuk atau sujud dengan menambah jumlah tasbih selama tetap memperhatikan ketentuan shalat.
Rasulullah ﷺ juga pernah melakukan shalat dengan rukuk dan sujud yang cukup panjang. Hal ini menunjukkan bahwa rukuk dan sujud tidak selalu harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
Tidak Harus Selalu Tiga Kali
Sebagian orang mungkin mengira bahwa membaca tasbih tepat tiga kali merupakan kewajiban. Padahal, jumlah tersebut bukan berarti seseorang tidak boleh membaca lebih banyak.
Dalam berbagai penjelasan fikih, bacaan tasbih ketika rukuk dan sujud memiliki beberapa pembahasan mengenai jumlah dan hukumnya. Yang paling penting adalah menjaga tuma’ninah dan mengikuti tuntunan shalat.
Seseorang dapat membaca tasbih beberapa kali sesuai kemampuannya. Misalnya, lima kali, tujuh kali, atau lebih ketika shalat sendirian. Namun, tidak seharusnya seseorang memperpanjangnya secara berlebihan hingga mengganggu kekhusyukan atau menyebabkan kesulitan.
Memperpanjang Sujud untuk Berdoa
Sujud merupakan salah satu posisi yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ketika sedang sujud. Karena itu, perbanyaklah doa ketika sujud.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa sujud bukan hanya tempat membaca tasbih, tetapi juga waktu yang baik untuk berdoa.
Setelah membaca tasbih, seseorang dapat memanjatkan doa yang sesuai dengan ketentuan shalat. Terutama ketika melaksanakan shalat sunnah secara sendirian, seseorang memiliki ruang untuk memperpanjang sujud selama tidak berlebihan.
Bagaimana Jika Menjadi Makmum?
Jika sedang shalat berjamaah, makmum perlu memperhatikan imam. Jangan sampai memperpanjang rukuk atau sujud sendiri sehingga tertinggal dari gerakan imam.
Ketika imam telah bangkit dari rukuk atau sujud, makmum harus mengikutinya. Tujuan utama shalat berjamaah adalah mengikuti imam dengan tertib.
Karena itu, memperbanyak tasbih lebih leluasa dilakukan ketika seseorang shalat sendirian. Dalam shalat berjamaah, jumlah bacaan perlu disesuaikan dengan gerakan imam.
Jangan Sampai Mengganggu Kekhusyukan
Memperbanyak tasbih merupakan amalan yang baik selama dilakukan dengan benar. Namun, banyaknya bacaan bukan satu-satunya ukuran kualitas shalat.
Seseorang sebaiknya memperhatikan makna bacaan dan menghadirkan hati ketika mengucapkannya. Membaca tasbih berkali-kali tetapi dilakukan dengan terburu-buru tentu berbeda dengan membacanya secara tenang dan penuh penghayatan.
Rukuk mengajarkan kita untuk mengagungkan Allah. Sementara sujud mengajarkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan-Nya. Karena itu, bacaan tasbih seharusnya membantu menghadirkan kekhusyukan dalam shalat.
BACA JUGA: Bolehkah Memperpanjang Sujud untuk Berdoa?
Memperbanyak tasbih ketika rukuk dan sujud diperbolehkan. Membaca tasbih tiga kali merupakan amalan yang sangat dikenal, tetapi bukan berarti jumlah tersebut menjadi batas maksimal.
Seseorang boleh menambah bacaan ketika shalat sendirian selama tetap menjaga tuma’ninah dan tidak berlebihan. Bahkan, sujud juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Namun, ketika shalat berjamaah, makmum harus tetap mengikuti imam. Jangan sampai memperbanyak bacaan menyebabkan tertinggal dari gerakan imam.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya banyaknya bacaan, tetapi bagaimana rukuk dan sujud dilakukan dengan tenang, sesuai tuntunan, serta menghadirkan rasa tunduk kepada Allah.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

