PERNAH merasa perut perih, begah, mual, atau dada terasa panas setelah terlambat makan? Banyak orang kemudian menyimpulkan bahwa asam lambung pasti naik karena perut kosong. Anggapan ini ada benarnya, tetapi sebenarnya masalahnya tidak sesederhana itu. Telat makan dapat membuat sebagian orang mengalami atau memperburuk keluhan lambung, tetapi bukan berarti setiap kali terlambat makan, asam lambung pasti naik ke kerongkongan.
Perut Kosong Bukan Berarti Asam Lambung Berhenti
Lambung memang tetap memproduksi asam meskipun kita belum makan. Asam lambung memiliki fungsi penting, terutama membantu proses pencernaan dan membunuh sebagian mikroorganisme yang masuk bersama makanan. Ketika seseorang terlambat makan, lambung tetap menjalankan aktivitasnya.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memunculkan rasa perih atau tidak nyaman. Terlebih jika orang tersebut memang memiliki masalah seperti dispepsia atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Namun, secara medis, istilah “asam lambung naik” lebih tepat digunakan ketika isi lambung, termasuk asam, mengalami refluks menuju kerongkongan.
BACA JUGA: Kenapa Asam Lambung Lebih Sering Kambuh di Malam Hari?
Jadi, rasa perih saat lapar tidak selalu berarti asam lambung sedang naik ke kerongkongan. Bisa saja keluhan tersebut berkaitan dengan kontraksi lambung, peningkatan sensitivitas lambung, atau gangguan pencernaan lainnya.
Kenapa Telat Makan Bisa Memicu Keluhan?
Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda. Ada orang yang baik-baik saja meskipun makan terlambat. Ada pula yang langsung merasakan perut perih, mual, kembung, atau sensasi panas.
Masalah biasanya menjadi lebih kompleks ketika setelah seharian terlambat makan seseorang justru makan dalam jumlah banyak. Makanan berlebihan dapat membuat lambung lebih penuh dan pada sebagian orang meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks.
Jenis makanan juga berpengaruh. Makanan sangat berlemak, pedas, kopi, cokelat, minuman bersoda, dan makanan tertentu dapat menjadi pemicu pada orang yang sensitif. Karena itu, tidak semua keluhan setelah telat makan semata-mata disebabkan oleh perut kosong.
Islam Mengajarkan Pola Makan yang Tidak Berlebihan
Menjaga pola makan sebenarnya sejalan dengan prinsip Islam. Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam memenuhi perut.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa manusia tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Jika harus mengisinya, hendaknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas.
Pesan tersebut bukan berarti Islam menetapkan jadwal makan medis tertentu. Namun, hadis itu memberikan prinsip penting: makan secukupnya dan menghindari berlebihan.
Para ulama juga banyak menekankan pentingnya menjaga tubuh karena tubuh merupakan amanah. Prinsip menjaga diri dari sesuatu yang membahayakan menjadi bagian dari ajaran Islam. Karena itu, memperhatikan pola makan, kualitas makanan, dan respons tubuh merupakan bentuk ikhtiar menjaga kesehatan.
Lalu, Haruskah Selalu Makan Tepat Waktu?
Tidak perlu panik jika sesekali terlambat makan. Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang teratur dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Jika seseorang sering mengalami keluhan ketika terlambat makan, sebaiknya jangan membiarkan perut kosong terlalu lama. Pilih makanan dalam porsi wajar dan hindari langsung makan dalam jumlah sangat banyak.
Bagi penderita GERD, kebiasaan makan menjelang tidur juga perlu diperhatikan. Berbaring segera setelah makan dapat memperbesar kemungkinan isi lambung mengalami refluks pada sebagian orang.
Jika keluhan seperti nyeri ulu hati, sensasi panas di dada, mual, atau rasa asam di mulut muncul berulang, jangan hanya mengandalkan anggapan “karena telat makan”. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
BACA JUGA: 7 Penyebab Banyak Perempuan Menderita Penyakit GERD
Dengarkan Sinyal Tubuh
Jadi, bener gak sih asam lambung bisa naik kalau telat makan? Jawabannya: telat makan dapat memicu atau memperburuk keluhan lambung pada sebagian orang, tetapi tidak otomatis menyebabkan asam lambung naik.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya kapan kita makan, tetapi juga seberapa banyak, apa yang dimakan, kebiasaan setelah makan, serta kondisi kesehatan pencernaan masing-masing.
Menjaga pola makan secara teratur, makan secukupnya, mengenali makanan pemicu, dan tidak berlebihan adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan. Jika keluhan terus berulang atau terasa berat, konsultasi dengan tenaga medis adalah pilihan yang lebih tepat daripada terus menebak-nebak penyebabnya.
Sebab kesehatan tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

