Bagaimana Jika Suami Istri Tak Tahu Doa Sebelum Jima?

Yudi
By Yudi
9 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

DALAM kehidupan rumah tangga, hubungan suami istri atau jima merupakan salah satu hal yang dibolehkan dan bahkan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dalam ikatan pernikahan yang sah serta dengan niat yang baik. Islam juga mengajarkan adab dalam hubungan tersebut, salah satunya adalah membaca doa sebelum melakukan jima. Namun, bagaimana jika pasangan suami istri belum mengetahui doa tersebut atau selama ini tidak pernah membacanya?

Pertanyaan seperti ini sebenarnya cukup penting karena masih banyak pasangan yang mungkin belum mengetahui bahwa ada doa yang dianjurkan sebelum melakukan hubungan intim. Sebagian pasangan mungkin baru mengetahuinya setelah bertahun-tahun menikah, sementara sebagian lainnya bahkan tidak pernah mendapatkan informasi tersebut. Jika kondisi ini terjadi, pasangan tidak perlu langsung merasa takut atau menganggap hubungan yang telah dilakukan menjadi dosa hanya karena tidak membaca doa tersebut.

BACA JUGA: Bolehkah Suami Istri Jima di Waktu antara Maghrib dan Isya?

Doa sebelum jima merupakan sunnah

Doa sebelum jima yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

“Bismillah, Allahumma jannibnasy-syaithana wa jannibisy-syaithana ma razaqtana.”

Artinya, “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih dan dianjurkan untuk dibaca sebelum suami melakukan hubungan dengan istrinya. Kandungan doanya juga sangat baik karena seorang muslim memohon perlindungan Allah dari gangguan setan serta memohon agar keturunan yang mungkin diberikan dari hubungan tersebut mendapatkan perlindungan dari gangguan setan.

Karena hukumnya merupakan anjuran, tidak membaca doa tersebut tidak membuat hubungan suami istri menjadi haram atau tidak sah. Jima antara suami dan istri tetap diperbolehkan selama dilakukan dalam pernikahan yang sah dan tidak melanggar ketentuan syariat. Jadi, pasangan yang sebelumnya tidak mengetahui doa tersebut tidak perlu merasa bahwa hubungan mereka selama ini otomatis menjadi dosa.

Bagaimana jika baru mengetahuinya setelah bertahun-tahun menikah?

Jika seorang suami atau istri baru mengetahui doa tersebut setelah bertahun-tahun menikah, tidak perlu panik atau terus menyalahkan diri sendiri. Ketidaktahuan terhadap sebuah sunnah berbeda dengan sengaja meninggalkan sesuatu yang hukumnya wajib. Setelah mengetahui anjurannya, pasangan dapat mulai membiasakan membaca doa tersebut sebelum jima.

Islam mengajarkan manusia untuk terus belajar dan memperbaiki amal. Seseorang tidak mungkin mengetahui seluruh ajaran agama sejak awal, sehingga ketika mendapatkan ilmu baru, yang penting adalah berusaha mengamalkannya sesuai kemampuan. Dengan demikian, mengetahui doa tersebut setelah lama menikah justru dapat menjadi kesempatan untuk menambah sunnah dalam kehidupan rumah tangga.

Pasangan juga tidak perlu saling menyalahkan karena sebelumnya tidak pernah membaca doa tersebut. Suami dapat mengingatkan istri dengan cara yang baik, begitu pula sebaliknya, tanpa mengatakan bahwa pasangannya selama ini telah melakukan sesuatu yang haram. Sikap saling mengingatkan dengan lembut akan lebih membantu terciptanya suasana rumah tangga yang penuh kasih sayang.

Apakah hubungan tetap sah jika tidak membaca doa?

Tidak membaca doa sebelum jima tidak membatalkan hubungan suami istri. Doa tersebut merupakan sunnah yang dianjurkan, bukan syarat sah hubungan intim antara pasangan yang telah menikah. Karena itu, pasangan yang lupa membacanya atau belum mengetahuinya tidak perlu mengulangi hubungan tersebut hanya karena tidak membaca doa.

Hal yang menentukan boleh atau tidaknya hubungan intim adalah apakah hubungan tersebut dilakukan antara pasangan yang sah serta tidak dilakukan pada keadaan atau cara yang dilarang oleh syariat. Misalnya, hubungan seksual ketika istri sedang menstruasi merupakan perkara yang memiliki ketentuan tersendiri dalam Islam. Sementara lupa membaca doa sebelum jima tidak termasuk perkara yang membuat hubungan tersebut menjadi haram.

Pemahaman seperti ini penting agar pasangan tidak terbebani dengan rasa bersalah yang tidak pada tempatnya. Dalam beragama, seseorang perlu membedakan antara perkara wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Dengan memahami kedudukannya, pasangan dapat menjalankan sunnah dengan semangat tanpa menganggap meninggalkan sunnah sebagai sesuatu yang otomatis menjadikan perbuatan halal berubah menjadi haram.

https://s.shopee.co.id/3B7dtHMC5T

Apa manfaat membaca doa tersebut?

Membaca doa sebelum jima merupakan bentuk mengingat Allah dalam kehidupan rumah tangga. Hubungan suami istri bukan sesuatu yang harus dipisahkan dari kehidupan spiritual seorang muslim, karena aktivitas yang halal pun dapat menjadi bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat dan cara yang benar. Oleh sebab itu, doa tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan rumah tangga juga berada dalam pengawasan dan keberkahan Allah.

Doa tersebut juga mengandung permohonan agar setan tidak mendapatkan bagian dalam keturunan yang mungkin Allah karuniakan. Hadis Nabi SAW menjelaskan keutamaan doa ini dalam konteks perlindungan terhadap anak yang lahir dari hubungan tersebut. Karena itu, membiasakannya merupakan salah satu bentuk ikhtiar orang tua sebelum hadirnya seorang anak.

Selain itu, membiasakan doa sebelum jima dapat membantu pasangan membangun budaya ibadah dalam rumah tangga. Hal-hal sederhana seperti berdoa, bersyukur, menjaga kebersihan, dan memperhatikan adab dapat membuat kehidupan rumah tangga tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik. Pernikahan dalam Islam juga memiliki dimensi spiritual yang mengajarkan pasangan untuk saling membantu mendekatkan diri kepada Allah.

Bagaimana jika salah satu pasangan lupa membaca doa?

Jika suami sudah mengetahui doa tersebut tetapi kemudian lupa membacanya, tidak perlu menghentikan hubungan atau merasa bahwa semuanya menjadi tidak sah. Lupa adalah sesuatu yang dapat terjadi kepada manusia. Setelah teringat, pasangan dapat kembali berusaha mengingat doa tersebut untuk kesempatan berikutnya.

Namun, jika seseorang sudah terbiasa membaca doa tetapi sesekali lupa, tidak perlu menjadikan hal tersebut sebagai sumber pertengkaran. Istri tidak perlu memarahi suami karena lupa, begitu pula suami tidak seharusnya menyalahkan istri. Sunnah seharusnya menjadi sarana menambah kebaikan dalam rumah tangga, bukan menjadi alasan untuk saling menghakimi.

Cara yang lebih baik adalah membuat kebiasaan bersama. Misalnya, sebelum hubungan suami istri, pasangan dapat mengingatkan satu sama lain dengan lembut tanpa membuat suasana menjadi kaku. Dengan pembiasaan seperti itu, doa lama-kelamaan akan lebih mudah diingat dan menjadi bagian alami dari kehidupan rumah tangga.

Tidak perlu berlebihan dalam mengajarkan adab

Mempelajari adab jima memang penting, tetapi pasangan juga perlu memahami bahwa Islam tidak mengajarkan hubungan rumah tangga dengan penuh kecemasan. Ada banyak perkara yang dianjurkan, tetapi tidak semuanya memiliki status hukum yang sama. Karena itu, pasangan sebaiknya mempelajari adab hubungan suami istri secara bertahap dari sumber agama yang terpercaya.

Jangan sampai seseorang baru mengetahui satu sunnah kemudian menganggap semua pasangan yang belum mengamalkannya telah melakukan dosa. Sikap seperti itu dapat menimbulkan ketakutan dan pertengkaran dalam rumah tangga. Padahal, tujuan mempelajari sunnah adalah agar kehidupan menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Allah.

BACA JUGA: Apa Saja Perbuatan Haram Saat Suami Istri Jima yang Jarang Disadari?

Suami dan istri juga dapat menjadikan proses belajar agama sebagai kegiatan bersama. Membaca buku keislaman, mengikuti kajian, atau bertanya kepada ustaz yang memiliki pemahaman agama yang baik dapat membantu pasangan mengetahui mana yang wajib, mana yang sunnah, dan mana yang dilarang. Dengan begitu, kehidupan rumah tangga dapat berjalan dengan lebih tenang sekaligus tetap memperhatikan tuntunan syariat.

Pada akhirnya, jika suami istri tidak tahu doa sebelum jima, mereka tidak perlu takut bahwa hubungan yang telah dilakukan otomatis menjadi dosa atau tidak sah. Doa tersebut merupakan sunnah yang sangat baik untuk diamalkan, sehingga setelah mengetahuinya pasangan dapat mulai membiasakannya sebelum berhubungan. Yang terpenting adalah terus belajar, saling mengingatkan dengan lembut, dan menjadikan kehidupan rumah tangga sebagai jalan untuk semakin dekat kepada Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *