HARI kiamat adalah perkara gaib yang wajib diimani oleh setiap Muslim. Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ telah menjelaskan sejumlah tanda yang akan terjadi menjelang datangnya hari tersebut.
Namun, dalam membahas tanda-tanda kiamat, kita juga perlu berhati-hati. Tidak semua riwayat tentang akhir zaman berstatus sahih. Salah satunya adalah hadits yang memuat sejumlah tanda kerusakan manusia, kemudian menyebut angin merah, gempa, khasaf, maskh, dan qadzaf.
Ketika Amanah Kehilangan Nilainya
Dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah berkata, sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda: meriwayatkan, keduanya…
ذا أَتَّخِذَ الْفَيْءُ دُوَلاً وَالأمَانَة مَغْنَمًا وَالزَّكَاة مَغْرَمًا وَتُعَلِّمَ لِغَيْرِ الدِّينِ وَأَطَاعَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَعَلَّ أُمَّهُ وَأَدْنَى صَدِيقَهُ وَأَقْصَى أَبَاهُ وَظَهَرَتْ الْأَصْوَاتُ فِي الْمَسَاجِدِ وَسَادُ القبيلة فَاسِقُهُمْ وَكَانَ رَعِيمُ الْقَوْمِ أَرالَهُمْ وَأَكْرَمَ الرَّجُلُ مَخَافَةَ شَرِّهِ وَظَهَرَتْ الْقَيْنَاتُ وَالْمَعَارِفُ وَشُرِبَتْ الْخُمُورُ وَلَعَنَ آخرُ هذه الأُمَّةِ أَوَّلَهَا فَلْيَرْتَقِبُوا عِندَ ذلك رِيحًا حَمْرَاء وَزَلْزِلَةً وَخَسْفًا وَمَسْحًا وَقَدْمًا
“Jika harta fai’ hanya beredar di kalangan tertentu, amanah dijadikan sebagai keuntungan, zakat dianggap sebagai beban, ilmu dipelajari bukan untuk agama, seorang laki-laki menaati istrinya dan mendurhakai ibunya, mendekati temannya dan menjauhi ayahnya, suara-suara meninggi di masjid, pemimpin suatu kaum adalah orang fasik dan pemimpin suatu kelompok adalah orang yang paling hina di antara mereka, seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya, muncul para penyanyi wanita dan alat-alat musik, khamr diminum, dan generasi terakhir umat ini melaknat generasi terdahulunya, maka hendaklah mereka menunggu angin merah, gempa, khasaf, maskh, qadzaf, serta berbagai tanda yang datang berturut-turut seperti manik-manik yang talinya terputus.” (HR. Tirmidzi no. 2211).
BACA JUGA: Salah Satu Tanda Besar Kiamat: Saat Matahari Terbit dari Arah Barat
Hadits ini menggambarkan kerusakan yang bukan hanya berkaitan dengan satu bidang kehidupan.
Ada kerusakan dalam amanah. Ada masalah dalam hubungan dengan orang tua. Ada penyimpangan dalam kepemimpinan. Ada pula kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan.
Apa Itu Angin Merah?
Dalam hadits tersebut disebutkan riihan hamraa’, atau angin merah.
Riwayat itu menyebutnya sebagai salah satu perkara yang hendaknya ditunggu ketika berbagai bentuk kerusakan tersebut terjadi. Akan tetapi, kita tidak memiliki keterangan sahih yang cukup untuk memastikan secara rinci seperti apa bentuk angin merah tersebut atau kapan persisnya akan terjadi.
Karena itu, jangan mudah mengaitkan setiap fenomena alam dengan tanda kiamat tertentu.
Sikap seorang Muslim adalah beriman terhadap berita yang datang dari Nabi ﷺ, sekaligus tidak berbicara tentang perkara gaib tanpa ilmu.
Apa Itu Khasaf?
Khasaf berarti bumi ambles atau ditenggelamkannya suatu tempat ke dalam bumi.
Al-Qur’an sendiri telah mengingatkan tentang peristiwa semacam ini melalui kisah Qarun.
“Maka Kami benamkan dia bersama rumahnya ke dalam bumi.” (QS. Al-Qashash: 81).
Dalam berbagai hadits sahih, khasaf juga disebut sebagai salah satu peristiwa yang akan terjadi pada umat ini menjelang kiamat.
Karena itu, khasaf bukan sekadar cerita menakutkan. Ia mengingatkan manusia bahwa bumi yang selama ini terasa kokoh tetap berada di bawah kekuasaan Allah.
Apa Itu Maskh?
Maskh berarti perubahan bentuk atau rupa.
Dalam Al-Qur’an, Allah menceritakan sebagian Bani Israil yang melanggar ketentuan-Nya.
“Jadilah kamu kera yang hina!” (QS. Al-Baqarah: 65).
Adapun dalam pembahasan akhir zaman, terdapat hadits-hadits yang menyebut terjadinya maskh pada sebagian manusia.
Namun, penting dicatat bahwa hadits Tirmidzi no. 2211 yang menjadi dasar utama artikel ini dinilai dhaif oleh sejumlah ulama hadits, termasuk Al-Albani. Imam Tirmidzi sendiri menyebut riwayat tersebut sebagai gharib.
Jadi, riwayat ini tidak semestinya diperlakukan seperti hadits sahih yang tidak diperselisihkan.
Apa Itu Qadzaf?
Dalam konteks hadits tersebut, qadzaf bermakna dilemparkannya sesuatu kepada manusia, dan para ulama menjelaskan konteksnya sebagai azab berupa lemparan atau hujan batu.
Ini berbeda dengan istilah qadzaf dalam pembahasan fikih, yang berarti menuduh seseorang melakukan zina tanpa mendatangkan bukti yang dipersyaratkan.
Konteks pembicaraan harus diperhatikan agar sebuah istilah tidak dipahami secara keliru.
Pesan Terpentingnya Bukan Sekadar Menunggu Kiamat
Ada satu hal menarik dari hadits ini.
Sebelum menyebut angin merah, khasaf, maskh, dan qadzaf, hadits tersebut justru menyebut kerusakan moral manusia.
Amanah dikhianati.
Zakat dianggap beban.
Orang tua ditinggalkan.
Orang fasik mendapatkan kekuasaan.
Orang dihormati karena ditakuti.
Khamr diminum.
Kemaksiatan berkembang.
BACA JUGA: Air Zamzam untuk Menghapus Dahaga Hari Kiamat
Artinya, pembahasan akhir zaman seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan, “Kapan tanda kiamat muncul?”
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
“Kalau tanda-tanda kerusakan itu mulai terjadi, apakah kita ikut menjadi bagian dari kerusakan tersebut?”
Sebab seorang Muslim tidak diperintahkan sibuk menebak tanggal kiamat. Kita diperintahkan mempersiapkan diri untuk bertemu Allah.
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (QS. Luqman: 34).
Maka, ketika berbicara tentang akhir zaman, jangan hanya merinding membayangkan angin merah, bumi yang terbelah, atau berbagai bencana.
Lebih baik kita merinding ketika menyadari bahwa amanah mulai dianggap remeh, maksiat mulai dianggap biasa, dan dosa mulai kehilangan rasa takut di dalam hati.
Dan di situlah peringatan akhir zaman menjadi sangat dekat dengan kehidupan kita hari ini. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


