Boleh Gak Sih Masih Banyak Utang tapi Mau Sedekah?

Salma Fathuraini
4 Min Read
Foto: Freepik

SEDEKAH adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak orang ingin berbagi meskipun kondisi keuangannya sedang pas-pasan. Namun, bagaimana jika kita masih punya banyak utang? Apakah tetap boleh bersedekah?

Misalnya, seseorang masih punya cicilan setiap bulan. Di sisi lain, ia ingin menyisihkan uang untuk membantu tetangga yang kesulitan. Niatnya tentu baik. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan agar keinginan bersedekah tidak membuat kewajiban lain terbengkalai.

Sedekah Itu Baik, tetapi Utang Juga Wajib Dibayar

Islam mengajarkan umatnya untuk saling membantu. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah Swt. menjelaskan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Namun, Islam juga sangat menekankan pentingnya membayar utang. Utang bukan sekadar urusan uang. Ada hak orang lain yang harus ditunaikan.

BACA JUGA: Sudah Rajin Sedekah Tapi Rezeki Terasa Seret, Mengapa?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR. Bukhari).

Hadis ini mengingatkan bahwa seseorang yang mampu membayar utang tidak seharusnya sengaja menundanya. Karena itu, keinginan bersedekah perlu disesuaikan dengan kewajiban finansial yang masih dimiliki.

Jadi, Boleh Gak Bersedekah Saat Masih Punya Utang?

Jawabannya, boleh dalam kondisi tertentu. Namun, kita perlu melihat kemampuan dan keadaan utangnya terlebih dahulu.

Jika utang belum jatuh tempo, kebutuhan pokok sudah terpenuhi, dan uang untuk membayar cicilan tetap tersedia, seseorang boleh menyisihkan sebagian hartanya untuk bersedekah.

3- Banner Kopi Kapal Api Super

Sebaliknya, jika uang yang dimiliki hanya cukup untuk membayar utang yang sudah jatuh tempo, sebaiknya utang tersebut didahulukan. Jangan sampai uang yang seharusnya digunakan untuk melunasi kewajiban justru diberikan kepada orang lain.

Penjelasan ini sejalan dengan pandangan ulama fikih. Dalam pembahasan mengenai utang dan sedekah, para ulama menekankan bahwa kewajiban membayar utang perlu didahulukan daripada amalan sunah ketika keduanya saling berbenturan. Penjelasan serupa juga dimuat oleh NU Online dalam artikel tentang prioritas membayar utang atau bersedekah.

Jangan Sampai Ingin Membantu Orang Lain, Keluarga Sendiri Terabaikan

Ada kalanya seseorang terlalu bersemangat membantu orang lain. Ia ingin menyumbang, mentraktir teman, atau memberikan uang kepada orang yang membutuhkan. Namun, ia lupa bahwa dirinya sendiri masih memiliki tanggungan.

Padahal, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seseorang memulai pemberian dari orang-orang yang menjadi tanggungannya.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa sedekah terbaik adalah yang diberikan ketika seseorang memiliki kecukupan, serta mengingatkan agar mendahulukan orang yang menjadi tanggungannya.

Artinya, membantu orang lain memang baik. Namun, kebutuhan dasar diri sendiri dan keluarga juga tidak boleh diabaikan.

Jangan sampai kita terlihat dermawan di luar rumah, tetapi kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga atau sengaja menunda pembayaran utang kepada orang lain.

Sedekah Tidak Harus Selalu Berupa Uang

Kalau kondisi keuangan sedang sulit, bukan berarti kita tidak bisa bersedekah sama sekali.

Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa berbuat baik dan menahan diri dari perbuatan buruk juga dapat menjadi sedekah.

Kita bisa membantu tetangga, memberikan tenaga untuk kegiatan sosial, mengajarkan ilmu yang bermanfaat, atau sekadar membantu orang yang sedang kesulitan.

Dengan begitu, kita tetap bisa menebar kebaikan tanpa harus memaksakan kondisi keuangan.

BACA JUGA: Bolehkah Sedekah ke Pengemis Meski Punya Utang Menumpuk?

Kesimpulan

Utamakan Kewajiban, Tetap Jaga Niat Berbagi

Jadi, masih punya utang bukan berarti seseorang dilarang bersedekah dalam semua keadaan. Namun, jangan sampai sedekah menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban membayar utang.

Periksa kemampuan keuangan terlebih dahulu. Pastikan kebutuhan pokok terpenuhi dan pembayaran utang tidak terbengkalai. Jika memang ada kelebihan, sisihkan sebagian untuk berbagi sesuai kemampuan.

Sebab, kebaikan bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada orang lain. Menunaikan amanah, membayar utang tepat waktu, dan menjaga hak sesama juga merupakan bagian dari akhlak seorang muslim.  []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *