Sudah Nikah, Apa yang Menghalangi Lelaki Salat di Masjid, Ya?

Salma Fathuraini
5 Min Read
Foto: Islampos AI

SETELAH menikah, seorang laki-laki memiliki tanggung jawab baru sebagai suami. Ia bukan hanya perlu memperhatikan dirinya sendiri, tetapi juga mendampingi istri dan mengurus kebutuhan keluarga. Lalu, bagaimana dengan salat? Apakah seorang suami sebaiknya salat di rumah bersama istri atau tetap pergi ke masjid?

Pertanyaan ini sering muncul dalam kehidupan rumah tangga. Apalagi, ada yang beranggapan bahwa setelah menikah, seorang suami sebaiknya lebih banyak berada di rumah. Padahal, persoalan ini perlu dipahami berdasarkan ajaran Islam dan kondisi masing-masing keluarga.

Salat Berjamaah di Masjid Memiliki Keutamaan

Dalam Islam, laki-laki sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Salat berjamaah memiliki keutamaan yang besar dibandingkan salat sendirian.

Rasulullah saw. bersabda bahwa salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

BACA JUGA: Bolehkah Suami Selalu Melakukan Azl Ketika Jima dengan Istri?

Keutamaan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga salat berjamaah. Masjid juga menjadi tempat untuk mempererat persaudaraan sesama muslim dan membangun kebiasaan beribadah bersama masyarakat.

Lantas, apakah setelah menikah seorang suami boleh meninggalkan kebiasaan salat berjamaah di masjid? Pernikahan sendiri tidak otomatis mengubah anjuran tersebut. Karena itu, seorang suami tetap perlu memperhatikan kewajibannya kepada Allah sekaligus tanggung jawabnya terhadap keluarga.

Apakah Salat di Masjid Wajib bagi Laki-Laki?

Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum salat berjamaah di masjid bagi laki-laki. Sebagian ulama memandangnya sebagai kewajiban bagi laki-laki yang mampu dan tidak memiliki uzur. Sementara itu, ulama lain menilainya sebagai sunah muakkadah, yaitu sunah yang sangat dianjurkan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa persoalan salat berjamaah perlu dipahami secara utuh. Namun, tidak ada alasan bagi seorang laki-laki untuk meremehkan keutamaan salat berjamaah hanya karena sudah menikah.

Banner Buku Fiqih Shalat

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw. juga memberikan perhatian besar terhadap orang yang meninggalkan salat berjamaah tanpa alasan yang dibenarkan. Karena itu, seorang suami sebaiknya tetap berusaha memakmurkan masjid sesuai kemampuannya.

Bolehkah Suami Salat di Rumah Bersama Istri?

Tentu saja, suami boleh melaksanakan salat di rumah bersama istri. Bahkan, mengajak pasangan untuk beribadah bersama dapat menjadi kebiasaan baik dalam rumah tangga.

Allah Swt. berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6 agar orang-orang beriman menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Ayat ini mengingatkan bahwa seorang suami memiliki tanggung jawab untuk membimbing keluarganya dalam kebaikan.

Salah satu bentuknya adalah mengingatkan waktu salat, belajar agama bersama, dan membangun suasana rumah yang mendukung ibadah.

Namun, penting dipahami bahwa salat berjamaah bersama istri di rumah tidak otomatis menggantikan kewajiban salat berjamaah di masjid menurut ulama yang mewajibkannya bagi laki-laki. Jadi, keduanya perlu ditempatkan sesuai hukum dan kondisi yang berlaku.

Kapan Suami Sebaiknya Salat di Rumah?

Ada keadaan tertentu yang membuat seorang suami lebih baik atau perlu melaksanakan salat di rumah. Misalnya, ketika istri sedang sakit dan membutuhkan bantuan, anak sedang dalam keadaan darurat, atau suami mengalami kondisi yang menjadi uzur untuk pergi ke masjid.

Cuaca ekstrem, sakit, dan kondisi lain yang menyulitkan juga perlu dipertimbangkan sesuai ketentuan fikih.

BACA JUGA: Bolehkah Suami Menuntut agar Tubuh Istrinya Selalu Langsing?

Dalam keadaan seperti itu, salat di rumah bukan berarti seorang suami mengabaikan ibadahnya. Justru, ia sedang menyesuaikan pelaksanaannya dengan keadaan yang dibenarkan.

Meski demikian, urusan rumah tangga sebaiknya tidak dijadikan alasan terus-menerus untuk meninggalkan salat berjamaah jika sebenarnya tidak ada halangan.

Jadi, Mana yang Lebih Baik Setelah Menikah?

Pada dasarnya, menikah bukan alasan untuk meninggalkan masjid, dan pergi ke masjid juga bukan alasan untuk mengabaikan keluarga.

Seorang suami perlu menjaga keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab rumah tangga. Ia dapat berusaha salat berjamaah di masjid, lalu tetap meluangkan waktu untuk membimbing istri dan anak-anaknya dalam beribadah.

Sebab, menjadi suami yang baik bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan keluarga. Ia juga berusaha menjaga hubungan dengan Allah dan mengajak keluarganya tumbuh bersama dalam kebaikan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *