Siapa yang Paling Bertanggung Jawab Mendidik Anak, Ibu atau Ayah?

Yudi
By Yudi
9 Min Read
Foto: Freepik

SIAPA sebenarnya yang paling bertanggung jawab dalam mendidik anak, ibu atau ayah? Pertanyaan ini sering muncul dalam kehidupan rumah tangga, terutama ketika anak mulai menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan, malas belajar, kurang sopan, atau bahkan jauh dari ajaran agama. Sebagian orang beranggapan bahwa pendidikan anak merupakan tugas utama seorang ibu karena ibu lebih sering berada di rumah bersama anak. Namun, ada pula yang menilai bahwa ayah harus menjadi pihak paling bertanggung jawab karena kedudukannya sebagai kepala keluarga. Lantas, bagaimana sebenarnya pembagian tanggung jawab mendidik anak menurut Islam?

Mendidik Anak Bukan Hanya Tugas Ibu

Dalam kehidupan sehari-hari, ibu memang sering memiliki waktu lebih banyak untuk mendampingi anak, terutama ketika anak masih kecil. Ibu biasanya lebih dekat dengan aktivitas harian anak, mulai dari menyiapkan makanan, menemani bermain, mengajarkan kebiasaan baik, hingga mengingatkan waktu belajar dan beribadah. Kedekatan tersebut membuat ibu memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak dini. Akan tetapi, kedekatan ibu dengan anak bukan berarti seluruh tanggung jawab pendidikan harus dibebankan kepadanya.

BACA JUGA: Mendidik Pola Makan Anak: Membangun Generasi Tangguh dari Meja Makan

Seorang ayah juga memiliki kewajiban mendidik, membimbing, dan memberikan teladan kepada anak-anaknya. Ayah tidak cukup hanya bekerja mencari nafkah, membayar kebutuhan sekolah, menyediakan tempat tinggal, dan memenuhi kebutuhan keluarga lainnya. Anak juga membutuhkan kehadiran ayah yang mau mendengarkan cerita, memberikan nasihat, mengajarkan tanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang patut diteladani. Jika ayah hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan materi, sementara pendidikan karakter sepenuhnya diserahkan kepada ibu, maka ada bagian penting dari pengasuhan yang berisiko terabaikan.

Apa Kata Al-Qur’an tentang Tanggung Jawab Orang Tua?

Islam menegaskan bahwa menjaga dan mendidik keluarga merupakan tanggung jawab yang serius. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa orang tua tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebutuhan fisik anak, tetapi juga terhadap keselamatan agama dan akhlaknya. Pendidikan keluarga mencakup pengajaran tentang keimanan, ibadah, kejujuran, adab, serta kemampuan membedakan perbuatan yang baik dan buruk. Karena itu, seorang ayah dan ibu perlu bekerja sama agar anak memperoleh bimbingan yang seimbang, bukan saling melempar tanggung jawab ketika terjadi masalah.

Contoh lain dapat ditemukan dalam Surah Luqman ayat 13–19. Dalam ayat-ayat tersebut, Luqman memberikan nasihat kepada anaknya tentang larangan menyekutukan Allah, kewajiban berbakti kepada orang tua, kesadaran bahwa setiap perbuatan diketahui Allah, serta pentingnya mendirikan salat dan memiliki akhlak yang baik. Kisah ini memperlihatkan bahwa seorang ayah juga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama dan membentuk karakter anak. Dengan demikian, tidak tepat jika seorang ayah menganggap pendidikan agama dan akhlak hanya menjadi urusan ibu.

Ayah Adalah Pemimpin Keluarga, tetapi Bukan Berarti Ibu Tidak Bertanggung Jawab

Dalam Islam, ayah memiliki tanggung jawab kepemimpinan dalam keluarga yang harus dijalankan dengan amanah. Kepemimpinan tersebut bukan sekadar hak untuk mengambil keputusan atau meminta anggota keluarga menaati perintahnya, melainkan juga kewajiban untuk melindungi, membimbing, dan memastikan keluarga memperoleh pendidikan yang baik. Seorang ayah seharusnya ikut memikirkan bagaimana anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab. Kepemimpinan yang baik terlihat dari keteladanan dan kesediaan menjalankan kewajiban, bukan hanya dari ucapan atau perintah.

Di sisi lain, ibu juga memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan anak. Kasih sayang, kesabaran, kedekatan emosional, dan pendampingan sehari-hari dapat membantu anak tumbuh dengan rasa aman serta memahami nilai-nilai kehidupan. Ibu bukan sekadar orang yang membantu ayah menjalankan tugasnya, melainkan orang tua yang memiliki tanggung jawab pendidikan sesuai kemampuan dan keadaan keluarga. Oleh sebab itu, pembagian tugas boleh berbeda antara satu rumah tangga dan rumah tangga lainnya, tetapi tanggung jawab terhadap perkembangan anak tidak seharusnya diabaikan oleh salah satu pihak.

Banner Madu Hitam

Bagaimana Jika Anak Menjadi Nakal atau Sulit Diatur?

Ketika anak berperilaku buruk, sebagian orang langsung menyalahkan ibunya karena dianggap kurang mampu mendidik. Ada pula yang menyalahkan ayah karena terlalu sibuk bekerja atau jarang berada di rumah. Padahal, perilaku anak dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti lingkungan pergaulan, pola komunikasi keluarga, kebiasaan yang dilihat setiap hari, pengaruh media digital, dan kondisi emosional anak. Karena itu, menyalahkan salah satu orang tua tanpa memahami penyebabnya bukanlah langkah yang bijaksana.

Hal yang lebih penting adalah mengevaluasi pola pengasuhan bersama-sama. Ayah dan ibu perlu membicarakan aturan keluarga, cara memberikan teguran, kebiasaan beribadah, penggunaan telepon genggam, pergaulan, serta waktu yang disediakan untuk mendampingi anak. Jika salah satu orang tua terlalu keras, sedangkan yang lain selalu membiarkan, anak bisa mengalami kebingungan dalam memahami batasan perilaku. Sebaliknya, ketika ayah dan ibu menunjukkan sikap yang konsisten, saling menghormati, dan memberikan teladan yang baik, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai yang ingin ditanamkan.

Orang tua juga perlu menyadari bahwa mendidik anak bukan pekerjaan yang hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat. Ada anak yang cepat memahami nasihat, tetapi ada pula yang membutuhkan pengulangan dan pendampingan lebih lama. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu membedakan antara menegur perilakunya dan merendahkan dirinya sebagai pribadi. Nasihat yang disampaikan dengan tegas, adil, dan penuh kasih sayang dapat membantu anak belajar dari kesalahan tanpa merasa kehilangan harga diri.

Ayah dan Ibu Harus Menjadi Teladan

Anak tidak hanya belajar melalui nasihat, tetapi juga melalui apa yang dilihatnya setiap hari. Jika orang tua menyuruh anak salat tepat waktu, tetapi mereka sendiri sering meninggalkan salat, anak dapat menangkap pesan yang bertentangan. Jika anak dilarang berkata kasar, sementara ayah dan ibu sering bertengkar dengan kata-kata yang menyakitkan, larangan tersebut akan kehilangan kekuatannya. Karena itu, pendidikan yang efektif dimulai dari kesediaan orang tua memperbaiki perilakunya sendiri.

Ayah dapat memberikan teladan tentang tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian mengakui kesalahan, dan cara memperlakukan orang lain dengan hormat. Ibu dapat memberikan teladan yang sama melalui sikap sehari-hari, disertai perhatian dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Namun, sifat-sifat tersebut bukan milik eksklusif salah satu orang tua. Ayah juga perlu menunjukkan kasih sayang dan kesabaran, sedangkan ibu juga dapat mengajarkan ketegasan dan kemandirian. Anak akan memperoleh pendidikan yang lebih utuh ketika melihat kedua orang tuanya saling melengkapi.

Jadi, siapa yang paling bertanggung jawab mendidik anak, ibu atau ayah? Jawabannya adalah keduanya memiliki tanggung jawab besar, meskipun peran dan pembagian tugas mereka dapat berbeda sesuai kondisi keluarga. Ibu bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas akhlak anak, sebagaimana ayah tidak dapat menganggap kewajibannya selesai hanya karena telah mencari nafkah. Dalam perspektif Islam, orang tua perlu bekerja sama menjaga agama, akhlak, keselamatan, dan masa depan anak-anak mereka.

BACA JUGA: Mewujudkan Makna Rabb dalam Mendidik Anak

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan anak tidak cukup diukur dari nilai sekolah, prestasi, atau banyaknya harta yang dimiliki. Anak juga perlu tumbuh menjadi pribadi yang mengenal Allah, menghormati orang lain, mampu membedakan yang benar dan salah, serta bertanggung jawab atas perbuatannya. Semua itu membutuhkan doa, keteladanan, perhatian, dan kerja sama orang tua dalam jangka panjang.

Menurut Anda, dalam kehidupan rumah tangga saat ini, apakah ayah dan ibu sudah sama-sama menjalankan tanggung jawab mendidik anak, atau justru masih banyak ayah yang menyerahkan urusan pendidikan sepenuhnya kepada ibu? []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *