SKINCARE sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak perempuan. Ada yang hanya menggunakan sabun pembersih wajah dan pelembap, tetapi ada pula yang memakai berbagai produk sekaligus, mulai dari serum, toner, krim malam, tabir surya, hingga produk pencerah kulit. Sebagian perempuan bahkan menggunakan produk perawatan kulit beberapa kali sehari karena ingin mendapatkan kulit yang lebih cerah, halus, dan awet muda.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup mengkhawatirkan: benarkah perempuan yang terlalu berlebihan menggunakan skincare bisa terkena kanker? Apakah semakin banyak produk yang dioleskan ke wajah, semakin besar pula risiko penyakit berbahaya tersebut?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Penggunaan skincare dalam jumlah banyak tidak otomatis menyebabkan kanker. Namun, keamanan produk, kandungan bahan, dosis paparan, dan cara pemakaian tetap perlu diperhatikan karena tidak semua produk kosmetik memiliki kualitas dan tingkat keamanan yang sama.
BACA JUGA: Apa Saja Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus?
1. Apakah Terlalu Sering Memakai Skincare Bisa Menyebabkan Kanker?
Sampai saat ini, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa penggunaan skincare secara berlebihan dengan sendirinya menyebabkan kanker. American Cancer Society menjelaskan bahwa bukti ilmiah yang menunjukkan penggunaan kosmetik secara normal meningkatkan risiko kanker masih terbatas. Meski demikian, efek jangka panjang sejumlah bahan kosmetik belum sepenuhnya diketahui.
Artinya, perempuan yang menggunakan banyak produk skincare tidak perlu langsung takut terkena kanker. Seseorang yang menggunakan lima produk perawatan kulit belum tentu lebih berisiko terkena kanker dibandingkan orang yang hanya menggunakan dua produk. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa produk tersebut aman, digunakan sesuai petunjuk, dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Meski begitu, menggunakan terlalu banyak produk juga tidak selalu memberikan manfaat tambahan bagi kulit. Kombinasi bahan aktif tertentu dapat memicu iritasi, kemerahan, kulit kering, pengelupasan, atau reaksi alergi. Kondisi tersebut memang tidak sama dengan kanker, tetapi dapat mengganggu kesehatan kulit dan menjadi alasan untuk mengevaluasi kembali rutinitas perawatan yang digunakan.
2. Waspadai Skincare yang Mengandung Bahan Berbahaya
Hal yang lebih perlu diwaspadai bukan semata-mata banyaknya produk yang digunakan, melainkan kandungan di dalamnya. Produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dapat mengandung bahan berbahaya atau bahan yang dilarang untuk penggunaan kosmetik tertentu. Risikonya dapat berupa iritasi, kerusakan organ, hingga bahaya yang lebih serius bergantung pada bahan dan tingkat paparannya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada April 2025 mengumumkan temuan 16 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau dilarang, termasuk merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, timbal, dan pewarna merah K10. BPOM menjelaskan bahwa pewarna merah K10 bersifat karsinogenik, sedangkan merkuri dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kerusakan ginjal.
Temuan tersebut bukan berarti semua skincare berbahaya atau semua bahan yang disebutkan memiliki risiko kanker yang sama. Setiap bahan mempunyai karakteristik dan risiko berbeda, sehingga penting untuk membedakan bahan yang dilarang, bahan yang hanya boleh digunakan dengan batasan tertentu, dan bahan yang aman jika digunakan sesuai aturan.
3. Benarkah Skincare yang Dipakai Bertahun-tahun Bisa Menyebabkan Kanker?
Pertanyaan ini cukup sulit dijawab secara mutlak karena kanker dapat berkembang akibat berbagai faktor, termasuk usia, faktor genetik, lingkungan, kebiasaan hidup, serta paparan zat tertentu. Penelitian mengenai efek jangka panjang kosmetik juga masih memiliki keterbatasan, terutama karena formula produk dapat berubah dan seseorang biasanya terpapar banyak zat dari berbagai sumber.
Sebuah penelitian kohort yang diterbitkan pada 2019 meneliti penggunaan produk perawatan kulit dan risiko kanker payudara serta kanker endometrium. Hasilnya tidak menemukan hubungan antara penggunaan skincare yang sering atau berat dengan peningkatan kejadian kedua jenis kanker tersebut. Namun, penelitian itu tidak membuktikan bahwa setiap produk skincare, apa pun kandungannya, pasti aman.
Dengan demikian, menggunakan skincare selama bertahun-tahun tidak otomatis membuat seseorang terkena kanker. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan keamanan produk, mengikuti petunjuk penggunaan, dan menghindari kosmetik yang tidak jelas asal-usulnya.
4. Ciri-ciri Skincare yang Perlu Diwaspadai
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli atau menggunakan skincare. Pertama, hindari produk yang tidak mencantumkan informasi produsen, komposisi, nomor izin edar yang dapat diverifikasi, atau petunjuk penggunaan yang jelas. Produk yang menjanjikan kulit putih secara sangat cepat tanpa penjelasan yang masuk akal juga patut dicermati.
Kedua, jangan mudah percaya pada produk yang dijual dengan klaim dapat menghilangkan seluruh masalah kulit hanya dalam beberapa hari. Perubahan kulit yang terlalu cepat, terutama jika disertai rasa terbakar, kemerahan berat, atau pengelupasan berlebihan, bukanlah tanda bahwa produk tersebut pasti bekerja dengan baik. Hentikan pemakaian jika timbul reaksi yang mengkhawatirkan dan mintalah saran tenaga kesehatan.
Ketiga, periksa status produk melalui situs atau layanan resmi BPOM. Nomor notifikasi yang tercantum pada kemasan perlu dicocokkan dengan nama produk, merek, dan produsennya karena nomor yang dicantumkan belum tentu benar-benar milik produk tersebut. Membeli dari penjual tepercaya juga membantu mengurangi risiko mendapatkan kosmetik palsu atau tidak memenuhi ketentuan.
5. Bagaimana Cara Menggunakan Skincare dengan Lebih Aman?
Perawatan kulit tidak harus terdiri atas banyak tahapan. Untuk kebanyakan orang, rutinitas dasar yang mencakup pembersih wajah yang sesuai, pelembap, dan tabir surya pada siang hari sudah menjadi fondasi yang baik. Produk tambahan dapat dipilih berdasarkan kebutuhan kulit, bukan semata-mata karena sedang populer atau digunakan oleh orang lain.
Jika ingin mencoba produk baru, gunakan sesuai petunjuk dan perhatikan reaksi kulit. Hindari menggabungkan banyak bahan aktif sekaligus tanpa memahami cara penggunaannya, terutama bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi. Jika memiliki kulit sensitif, penyakit kulit, sedang hamil, atau menggunakan obat tertentu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai produk yang sesuai.
Selain itu, jangan menganggap produk berlabel alami atau organik pasti lebih aman daripada produk lainnya. Keamanan tetap bergantung pada kandungan, konsentrasi, mutu produksi, dan cara penggunaan. Hal terpenting adalah memilih produk yang jelas asal-usulnya dan tidak menggunakan kosmetik dengan bahan berbahaya.
Perempuan yang terlalu banyak menggunakan skincare tidak otomatis terkena kanker. Bukti ilmiah yang tersedia belum menunjukkan bahwa penggunaan kosmetik secara normal dengan sendirinya meningkatkan risiko kanker secara umum, meskipun efek jangka panjang sejumlah bahan masih terus diteliti.
BACA JUGA: Benarkah Jarang Berhubungan Suami Istri Bisa Jadi Penyebab Kanker Prostat?
Risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah penggunaan produk yang mengandung bahan berbahaya, kosmetik palsu, atau produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. Karena itu, jangan hanya mengejar kulit putih, cerah, atau bebas kerutan, tetapi utamakan kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, skincare seharusnya membantu merawat kulit, bukan membuat penggunanya mengambil risiko yang tidak perlu. Gunakan produk secukupnya, periksa legalitasnya melalui BPOM, dan hentikan pemakaian jika muncul reaksi yang mencurigakan. Kulit yang sehat tidak harus dirawat dengan puluhan produk, melainkan dengan pilihan yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

