JIKA kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Hidupmu akan lapang, bebanmu berlalu,
Sebab janji yang terikat pada tanganmu,
Akan menjadi saksi di hari itu.
Rasulullah bersabda, sabda yang nyata:
“Jiwa seorang mukmin tergantung oleh hutangnya,
Hingga dilunasi ia atau dibayar oleh keluarganya”
(HR. Ahmad) — begitu jelas peringatannya.
Wahai jiwa, jangan tunda walau sekejap,
Sebab kematian datang tiada beradab,
Tidak peduli engkau di istana atau di tanah lembab,
Utang akan mengikat seperti tali yang tak lepas.
Ibnu Umar berkata, penuh makna dan rasa,
“Utang adalah penghalang antara seorang hamba dengan surga”
Maka jangan mainkan amanah manusia,
Karena dosa hutang tak akan sirna tanpa membayar segera.
BACA JUGA: Hey, Kenapa Kamu Ga Mau Bayar Utang?
Jika kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Allah akan menolong dalam rezekimu,
Sebagaimana firman-Nya dalam janji yang penuh restu,
“Siapa yang bertakwa, Dia beri jalan keluar dan rezeki tak terduga itu.”
Bukan hanya dinar dan dirham yang dimaksud,
Tapi janji yang pernah terucap pun termaktub,
Jika engkau ingkari, neraka bisa menuntut,
Sebab setiap janji adalah amanah yang patut.
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata,
“Jangan engkau berhutang kecuali engkau tahu bisa membayarnya”
Sebab hutang adalah pintu gundah gulana,
Yang bisa menyeret ke lembah hina.
Jika kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Ketenangan akan menyapa tidur malammu,
Tak ada resah yang menggigit kalbumu,
Sebab kau telah menutup pintu tuntutan di belakangmu.
Wahai engkau yang menumpuk janji pada manusia,
Sadarlah sebelum nyawamu di ujung pusara,
Sebab orang yang mati membawa hutang yang sengaja,
Akan menanggungnya di hadapan Rabb semesta.
Ada yang berkata, “Nanti rezeki datang, aku lunasi”,
Tapi kematian tak kenal janji,
Hari ini engkau sehat berdiri,
Besok mungkin hanya tubuh terbujur di bumi.
Abdullah bin Amr berkata dengan tegas,
“Cukuplah dosa bagi seseorang yang menunda-nunda bayar hutang padahal ia mampu” jelas,
Maka jangan tunda walau terasa malas,
Sebab setiap hari yang kau undur menambah cemas.
Jika kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Kau telah memuliakan dirimu di mata Rabb dan manusia,
Karena menepati janji itu tanda imammu,
Sebagaimana difirmankan: “Penuhilah janji, sesungguhnya janji akan diminta pertanggungjawaban.”
Jangan terpedaya oleh senyum dunia,
Yang mengajak belanja mewah tanpa harta punya,
Sebab yang tertawa hari ini bisa menangis di neraka,
Karena utang yang tak terbayar di dunia.
Hasan al-Bashri menasihatkan orang sekitarnya,
“Utang itu kehinaan di siang hari, kegelisahan di malam hari” katanya,
Maka siapa yang berakal akan menjauhinya,
Atau segera melunasinya sebelum ajal menjemputnya.
BACA JUGA: Kenapa Orang yang Pinjam Uang Suka Lupa sama Utangnya?
Jika kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Malaikat akan menyambut ruhmu dengan senyum,
Kuburmu akan lapang dan harum,
Sebab kau tak bawa beban dunia ke alam heningmu.
Dan bila engkau abai hingga mati,
Utangmu akan dibayar dari pahalamu nanti,
Jika pahalamu habis, dosa orang lain kau bawa pergi,
Hingga menjadi beban yang kekal tak henti.
Maka selagi nafas masih berhembus,
Selagi kaki masih bisa melangkah lurus,
Bayarlah utangmu, meski harus menunduk dan mengurus,
Sebab Allah mencintai hamba yang jujur dan tulus.
Jika kau dahulukan bayar utang-utangmu,
Maka kau telah mendahulukan ridha Tuhanmu,
Dan siapa yang mencari ridha-Nya terlebih dahulu,
Akan dijaga dari azab yang paling pilu. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
