Benarkah Wanita Lebih Banyak Masuk Neraka? Ini Penjelasannya

6 Min Read
Foto: Freepik

ISU bahwa penghuni neraka mayoritas adalah perempuan sering memicu rasa penasaran, bahkan perdebatan. Sebagian orang memahami hal ini sebagai bukti “wanita lebih buruk” dari pria, padahal tidak sesederhana itu. Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasan Islam terkait hal ini? Apakah memang mayoritas penghuni neraka adalah perempuan? Mari kita bedah secara jernih, dengan bersandar pada dalil-dalil yang sahih.

Dalil Tentang Mayoritas Wanita di Neraka

Hadis yang paling sering dijadikan rujukan berasal dari riwayat sahih, salah satunya:
Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku melihat ke dalam neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita.”

Para sahabat bertanya: “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Karena mereka banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami.” (HR. Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

BACA JUGA: Sahabat yang Ditegur Rasulullah ﷺ karena Mengabaikan Malam Pengantinnya

Hadis ini diriwayatkan oleh banyak sahabat, di antaranya Abdullah bin Abbas dan Abu Sa’id al-Khudri. Di momen lain, Rasulullah ﷺ juga menyampaikan hal serupa ketika berkhutbah di Idul Adha atau Idul Fitri.

Makna Hadis: Apakah Semua Wanita Lebih Buruk dari Pria?

Penting dipahami: hadis ini tidak berarti semua wanita otomatis masuk neraka atau wanita lebih buruk secara fitrah. Rasulullah ﷺ hanya mengabarkan apa yang beliau lihat dalam salah satu penglihatan (ru’ya) yang diizinkan Allah. Artinya, beliau melihat kondisi saat itu, bukan penetapan mutlak sepanjang zaman.

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan, yang dimaksud “wanita lebih banyak di neraka” adalah wanita yang banyak melakukan dosa tertentu, terutama:

1. Banyak mengutuk – sering mengeluarkan kata-kata buruk, sumpah serapah, atau mendoakan keburukan bagi orang lain.
2. Mengingkari kebaikan suami – melupakan jasa dan kebaikan pasangan ketika emosi atau marah, seolah-olah tidak pernah mendapat kebaikan sama sekali.

Kedua sifat ini memang rawan terjadi jika tidak dijaga lisan dan hati, tetapi bukan berarti hanya wanita yang bisa melakukannya. Pria pun bisa, hanya saja Rasulullah ﷺ saat itu melihat fenomena tersebut dominan pada wanita.

Kenapa Mayoritas yang Terlihat Wanita?

Beberapa penjelasan ulama terkait fenomena ini antara lain:

1. Faktor Jumlah
Sejarah dan data menunjukkan bahwa populasi wanita biasanya lebih banyak dari pria. Secara logika, jika jumlah wanita di dunia lebih banyak, maka wajar bila dalam sebuah kelompok tertentu jumlah wanita juga terlihat dominan, termasuk dalam gambaran neraka yang Rasulullah ﷺ lihat.

2. Jenis Ujian yang Berbeda
Wanita dan pria memiliki jenis ujian hidup yang berbeda. Ujian wanita sering kali berkaitan dengan lisan, perasaan, dan kesabaran dalam relasi. Sementara pria sering diuji pada kekuasaan, harta, dan kesombongan. Setiap jenis ujian punya potensi menggiring seseorang ke dosa tertentu jika tidak dijaga.

3. Peringatan, Bukan Penghakiman
Hadis ini bersifat tahdziir (peringatan), bukan tahkiim (putusan final). Rasulullah ﷺ menyampaikannya agar wanita (dan juga pria) bisa waspada terhadap sifat buruk yang dapat menjerumuskan ke neraka.

Bukti Banyak Wanita Masuk Surga

Jika hanya membaca hadis ini tanpa menyelami hadis lain, bisa muncul kesalahpahaman. Padahal, Rasulullah ﷺ juga menyampaikan bahwa penghuni surga juga banyak dari kalangan wanita.

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah laki-laki, dan kebanyakan penduduknya adalah orang-orang miskin, dan mayoritas mereka adalah wanita.”

Artinya, dalam kondisi tertentu, wanita juga menjadi mayoritas di surga. Ini menunjukkan bahwa hadis mayoritas wanita di neraka bukan penetapan mutlak, melainkan peringatan agar wanita memperbaiki akhlak dan amalan.

Hikmah dari Hadis Ini

Daripada memaknainya sebagai “wanita lebih buruk”, kita bisa mengambil beberapa hikmah:

1. Pentingnya menjaga lisan

Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari & Muslim)
Lisan adalah penyebab banyak orang terjerumus dalam dosa, termasuk ghibah, fitnah, dan mengutuk.

2. Bersyukur atas kebaikan pasangan
Menghargai dan mengingat kebaikan pasangan dapat menghindarkan dari sikap kufur nikmat. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan suami-istri untuk hidup dengan ma’ruf (QS. An-Nisa: 19).

3. Tidak meremehkan dosa kecil
Sering kali, dosa lisan atau ingkar budi dianggap sepele, padahal bisa jadi penyebab utama masuk neraka jika dilakukan terus-menerus tanpa taubat.

BACA JUGA: Hukum Wanita Bepergian Sendiri dalam Pandangan Islam

Hadis tentang mayoritas penghuni neraka adalah wanita bukan berarti wanita lebih buruk dari pria atau semua wanita pasti masuk neraka. Rasulullah ﷺ mengabarkan sebuah penglihatan yang menjadi peringatan, agar kaum wanita (dan juga pria) menjauhi sifat mengutuk dan mengingkari kebaikan.

Wanita tetap memiliki peluang besar masuk surga, bahkan bisa menjadi mayoritas di sana, jika menjaga lisan, bersyukur, dan istiqamah dalam ibadah. Pada akhirnya, ukuran keselamatan di akhirat bukan jenis kelamin, tetapi ketakwaan.

Allah berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.”(QS. Al-Hujurat: 13)[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *