BAYANGKAN kamu lagi jalan santai di kebun, sawah, atau mungkin saat hiking di hutan. Tiba-tiba, dari balik semak, seekor ular muncul dan… hap! Kaki atau tanganmu digigit. Pasti panik dong? Deg-degan, bingung harus gimana, bahkan kadang orang langsung melakukan hal-hal yang salah, seperti mengikat luka dengan sangat kencang atau mencoba mengisap racun dengan mulut. Padahal, pertolongan pertama yang tepat bisa jadi penentu antara selamat atau justru makin berbahaya.
Nah, biar nggak salah langkah, yuk kita bahas apa saja yang harus dilakukan kalau digigit ular, berdasarkan pandangan medis dan ahli.
1. Jangan Panik, Tetap Tenang Itu Kunci
Reaksi pertama yang sering muncul saat digigit ular adalah panik. Wajar banget, siapa pun pasti kaget. Tapi menurut dr. Ronald Aji, SpBTKV, seorang dokter spesialis bedah toraks dan vaskular, kepanikan justru mempercepat penyebaran bisa di dalam tubuh. Saat kita panik, jantung berdetak lebih cepat, aliran darah meningkat, dan racun bisa lebih cepat menyebar.
Jadi, langkah awal yang harus dilakukan adalah tenangkan diri dan orang yang digigit. Tarik napas dalam, usahakan jangan banyak gerak.
BACA JUGA: Cara Mengetahui Ular Ada di Dalam Rumah
2. Amankan Diri dari Ular
Setelah digigit, jangan lupa, ularnya mungkin masih ada di sekitar. Menurut ahli herpetologi Prof. Tri Maharani, kita harus segera menjauh dari ular, tapi jangan mencoba membunuh atau menangkapnya kalau itu berisiko. Namun, kalau aman, perhatikan ciri-ciri ularnya (warna, ukuran, bentuk kepala). Informasi ini bisa membantu dokter menentukan apakah gigitan itu berbisa atau tidak.
3. Posisi Tubuh dan Luka
Usahakan bagian tubuh yang digigit tetap lebih rendah dari jantung. Misalnya digigit di tangan, posisikan tangan agak turun, jangan diangkat tinggi-tinggi. Tujuannya agar aliran racun tidak cepat naik ke jantung.
Selain itu, jangan banyak bergerak. Kalau bisa, minta bantuan orang lain untuk menolong dan membawamu ke tempat yang lebih aman.
4. Jangan Lakukan Hal-Hal Ini!
Banyak mitos pertolongan pertama yang sebenarnya berbahaya. Menurut World Health Organization (WHO) dan juga IDI (Ikatan Dokter Indonesia), ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan:
- Mengikat luka terlalu kencang → ini bisa menghentikan aliran darah total dan menyebabkan jaringan tubuh mati (nekrosis).
- Mengisap racun dengan mulut → selain tidak efektif, justru bisa bikin orang yang menolong ikut keracunan kalau ada luka di mulutnya.
- Menyayat luka → sama sekali tidak dianjurkan, karena hanya akan menambah risiko infeksi.
- Mengompres dengan es → malah bikin aliran darah ke area luka terganggu.
Jadi, jangan terjebak dengan cara-cara tradisional yang belum terbukti aman.
5. Lakukan Ini Sebagai Pertolongan Pertama
Setelah tahu yang dilarang, sekarang fokus ke langkah benar:
1. Diamkan bagian tubuh yang digigit → usahakan tetap tenang dan tidak banyak bergerak.
2. Bersihkan luka dengan air bersih → tapi jangan digosok keras.
3. Lepaskan aksesoris (cincin, gelang, sepatu ketat) di sekitar area gigitan, karena bisa terjadi bengkak.
4. Balut longgar dengan kain atau perban elastis (teknik immobilisasi tekanan). Menurut Prof. Tri Maharani, metode ini bisa memperlambat penyebaran racun, tapi jangan sampai menghambat aliran darah.
5. Segera cari bantuan medis. Kalau memungkinkan, telepon ambulans atau minta teman mengantar ke rumah sakit.
6. Serum Anti Bisa Ular (SABU) adalah Kunci
Kalau gigitan ular berbisa, satu-satunya pengobatan yang efektif adalah serum anti bisa ular (SABU). Serum ini bekerja dengan cara menetralkan racun. Itulah kenapa korban gigitan ular harus segera ke rumah sakit, karena SABU hanya bisa diberikan oleh tenaga medis terlatih.
Menurut data WHO, gigitan ular menyebabkan lebih dari 100 ribu kematian tiap tahun di dunia, sebagian besar karena terlambat mendapat pertolongan medis. Jadi, jangan tunda-tunda.
7. Bagaimana Kalau di Daerah Terpencil?
Kadang orang tinggal di desa atau lokasi jauh dari rumah sakit. Kalau situasinya begini, tetap lakukan langkah-langkah di atas, lalu cari pertolongan secepat mungkin. Usahakan jangan berjalan kaki jauh sendiri; minta bantuan orang lain untuk mengantar.
BACA JUGA: Takdir Allah Selalu Baik, Meski Kadang Butuh Air Mata untuk Menerimanya
Gigitan ular memang menakutkan, tapi bukan berarti kita tidak bisa menghadapinya dengan tenang. Pertolongan pertama yang tepat bisa menyelamatkan nyawa: tenangkan diri, batasi gerakan, jangan lakukan tindakan berisiko, dan segera cari pertolongan medis.
Seperti kata dr. Tri Maharani, seorang pakar penanganan gigitan ular di Indonesia: “Yang terpenting bukan berusaha menjadi pahlawan dengan cara tradisional, tapi bagaimana korban bisa selamat sampai rumah sakit.”
Jadi, lain kali kalau ada situasi darurat seperti ini, kamu sudah tahu harus bagaimana. Ingat, pengetahuan kecil bisa jadi penyelamat besar. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

