Mengapa Setelah Makan Tidak Dianjurkan Langsung Berbaring?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang memiliki kebiasaan untuk langsung berbaring setelah makan, terutama ketika merasa kenyang atau lelah. Padahal, kebiasaan ini tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dengan optimal, dan posisi tubuh saat setelah makan sangat berpengaruh terhadap proses ini. Lalu, apa saja dampak negatif jika langsung berbaring setelah makan?

1. Memicu Gangguan Pencernaan

Saat kita makan, lambung bekerja keras untuk menghancurkan makanan dengan bantuan enzim dan asam lambung. Jika seseorang langsung berbaring, gravitasi tidak membantu pergerakan makanan ke saluran pencernaan berikutnya.

Akibatnya, makanan cenderung tertahan lebih lama di lambung, yang bisa menimbulkan rasa begah, kembung, dan tidak nyaman. Kondisi ini juga dapat membuat proses pencernaan melambat.

BACA JUGA: Ternyata Bukan karena Banyak Makan, Inilah 10 Penyebab Perut Buncit pada Laki-laki!

2. Risiko Asam Lambung Naik (GERD)

Salah satu bahaya utama berbaring setelah makan adalah naiknya asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam posisi berbaring, katup antara lambung dan kerongkongan bisa lebih mudah terbuka, sehingga asam lambung naik ke tenggorokan.

Gejalanya berupa rasa panas di dada (heartburn), mulut terasa asam, hingga batuk pada malam hari. Kebiasaan ini, jika berlangsung lama, dapat merusak lapisan kerongkongan.

3. Meningkatkan Risiko Obesitas

Orang yang terbiasa tidur atau berbaring setelah makan juga lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan tubuh tidak membakar kalori dengan optimal karena aktivitas fisik minim. Penumpukan kalori yang tidak terpakai akhirnya disimpan sebagai lemak, yang berpotensi menyebabkan obesitas jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus.

4. Menyebabkan Gangguan Tidur

Bagi sebagian orang, makan malam lalu langsung berbaring dapat mengganggu kualitas tidur. Perut yang masih bekerja keras mencerna makanan membuat tubuh sulit benar-benar beristirahat. Selain itu, gejala asam lambung naik saat berbaring dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga tidur menjadi gelisah dan tidak nyenyak.

5. Memicu Penyakit Jantung dan Stroke

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering berbaring setelah makan lebih berisiko mengalami masalah kardiovaskular. Hal ini diduga berkaitan dengan naiknya asam lambung, obesitas, dan gangguan metabolisme yang ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Meski risikonya tidak langsung terasa, dalam jangka panjang bisa memengaruhi kesehatan jantung.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Baring Setelah Makan?

Para ahli kesehatan menyarankan untuk memberi jeda waktu minimal 2–3 jam sebelum berbaring atau tidur setelah makan. Waktu ini cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan, sehingga risiko asam lambung naik dan gangguan pencernaan dapat dikurangi. Jika merasa lelah setelah makan, disarankan untuk duduk santai dengan posisi tegak, atau berjalan ringan agar pencernaan lebih lancar.

BACA JUGA: Mengapa Nafsu Makan Menurun saat Sakit? Ini Dia Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Kesimpulan

Langsung berbaring setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik untuk kesehatan. Selain memperlambat pencernaan, hal ini juga dapat memicu asam lambung naik, gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, biasakan memberi waktu jeda sebelum berbaring agar tubuh memiliki kesempatan mencerna makanan dengan optimal.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *