HUJAN tidak turun siang itu.
Tapi udara kelas terasa basah.
Lengket.
Seperti habis disiram sindiran.
Namanya Svida.
Rambutnya cokelat terang.
Matanya tajam.
Logatnya campur.
Blasteran, kata orang-orang.
Dan ia julid.
Julid tingkat dewa.
Sejak awal semester, Svida kelihatan tidak suka sama Geng Empat tanpa HP.
Rio.
Raka.
Fadil.
Bagas.
Plus Dimas,
BACA JUGA: Geng Empat Tanpa HP: Kenapa Harus Fadil?
Svida selalu duduk di bangku dekat jendela.
Sambil memutar pulpen.
Sambil melirik.
Sambil senyum miring.
Caranya banyak.
Dan aneh-aneh.
Suatu hari, Svida pura-pura bertanya di kelas.
Suaranya keras.
Biar semua dengar.
“Bu, kalau zaman sekarang masih ada ya orang yang bangga hidup tanpa HP?”
Bu Rina cuma senyum.
Ngira itu pertanyaan filsafat.
Geng Empat tanpa HP pura-pura sibuk.
Rio ngitung coretan di buku.
Raka melipat kertas.
Bagas menguap.
Fadil membaca.
Dimas menunduk.
Svida gagal.
Sentilannya mental.
Hari lain.
Svida update status di mading kelas.
Tulisan tangan rapi.
Judul besar.
“SEPI ITU PILIHAN ATAU KETINGGALAN ZAMAN?”
Semua tahu maksudnya.
Semua juga tahu siapa sasarannya.
Geng Empat tanpa HP cuma lewat.
Tidak baca.
Tidak komentar.
Tidak tersinggung.
Atau kelihatannya saja tidak.
Svida mendecak.
Kesal.
Pernah juga Svida sengaja meminjam HP temannya.
Lalu berkata keras-keras,
“Aku nggak kebayang hidup tanpa HP. Bisa mati gaya.”
Bagas hampir nyaut.
Tapi Raka nyikut.
Pelan.
Fadil tetap diam.
Svida lagi-lagi gagal.
Sampai hari itu datang.
Pelajaran Bahasa Indonesia.
Jam terakhir.
Matahari miring.
Kelas setengah ngantuk.
Bu Rina berdiri di depan.
Dengan daftar nama.
Dengan senyum yang tidak bisa ditawar.
“Hari ini, semua harus pidato,” katanya.
“Satu per satu.”
Ulfah maju pertama.
Bawa kertas.
Tangannya gemetar.
Temanya unik.
“Kenapa Musti Belajar Hangeul.”
Dia bicara tentang Korea.
Tentang drama.
Tentang mimpi kuliah di Seoul.
Kelas bertepuk tangan.
Lumayan.
Lalu Wahyu.
Suaranya datar.
Tapi isinya berat.
“Bonus Demografi Tahun 2030.”
Ia bicara tentang usia produktif.
Tentang peluang.
Tentang ancaman kalau malas belajar.
Beberapa mengangguk.
Beberapa menguap.
Lalu Bu Rina memanggil nama itu.
Svida.
Svida berdiri.
Melangkah ke depan.
Diam lama.
Terlalu lama.
Kelas hening.
Geng Empat tanpa HP saling pandang. Kecuali Fadil. Diam aja. Lurus.
Svida menarik napas.
Lalu mulai.
“Kenapa hidup itu geng-gengan,” katanya.
Pelan.
Tapi tajam.
Ia bicara tentang eksklusif.
Tentang merasa paling benar.
Tentang seolah orang lain tidak penting.
Tentang kelompok yang menutup diri.
Tentang dunia yang berubah.
Tentang orang-orang yang sengaja ketinggalan.
Tidak ada nama disebut.
Tapi semua tahu.
Kepala-kepala menoleh.
Ke bangku pojok.
Ke Geng Empat tanpa HP. Ke Fadil.
Svida terus bicara.
Nada suaranya naik.
Kalimatnya menusuk.
Seperti paku kecil.
Ia selesai.
Menutup pidato dengan senyum tipis.
Bu Rina mengangguk.
“Baik,” katanya.
“Pendapat yang menarik.”
Lalu pertanyaan itu keluar.
“Siapa yang mau menanggapi?”
Svida langsung menyebut,
“Fadil.”
Fadil mendongak.
Tenang.
Wajahnya datar.
Tidak kaget.
Ia tidak berdehem.
Tidak bertele-tele.
“Semua apa yang dikatakan Svida itu benar,” katanya kemudian.
Sudah.
Itu saja.
Kelas membeku.
Sunyi.
Seperti listrik mati.
Svida terdiam.
Bu Rina mengerjap.
Anak-anak saling pandang.
Bel berbunyi.
Kelas bubar.
Di luar.
Di lorong.
Di bawah pohon flamboyan.
Rio meledak.
“Gila, Dil. Kok elo gitu sih?”
Bagas kesal.
“Harusnya elo belain kita.”
BACA JUGA: Geng Empat Tanpa HP: Uang Pangkal
Raka menghela napas.
Dimas menendang kerikil.
Fadil santai.
Menutup buku.
Mengangkat bahu.
“Biarkan aja,” katanya.
“Nanti juga dia capek sendiri.”
Angin sore lewat.
Daun jatuh satu.
Semua terdiam.
Belum puas.
Belum lega.
Lalu Bagas nyeletuk.
Nada suaranya setengah bercanda.
Setengah yakin.
“Dil,” katanya.
“Svida itu suka sama elo.”
Fadil berhenti melangkah.
Untuk pertama kalinya, dia terlihat tidak tenang. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


