BEL pulang berbunyi.
Nyaring.
Seperti membelah hari.
Anak-anak keluar kelas.
Berhamburan.
Ringan.
Seolah tak ada apa-apa.
Svida berjalan paling belakang.
Tas diselempangkan.
Langkahnya cepat.
Wajahnya datar.
Ia masih Svida.
Masih julid.
Masih dingin.
Hanya volumenya diturunkan.
Di depan gerbang sekolah,
jalan bercabang dua.
Ke kiri, warung fotokopi.
Ke kanan, gang sempit.
Svida memilih kanan.
BACA JUGA: Geng Empat Tanpa HP: Kenapa Harus Fadil?
Gang itu sepi.
Aspal retak.
Rumah-rumah tua.
Pagar rendah.
Dan di sanalah suara itu muncul.
Guk.
Satu.
Lalu dua.
Svida berhenti.
Menoleh.
Seekor anjing.
Besar.
Bulu cokelat kusam.
Mata merah.
Gigi kelihatan.
Guk.
Lebih keras.
Svida mundur setapak.
Tangannya gemetar.
Napasnya pendek.
Ia tidak teriak.
Tidak bisa.
Anjing itu maju.
Pelan.
Menggeram.
Svida berlari.
Tasnya memantul.
Sepatunya hampir terlepas.
Gang terasa panjang.
Terlalu panjang.
Guk.
Guk.
Guk.
Suara itu dekat.
Terlalu dekat.
Svida tersandung.
Hampir jatuh.
Dan tiba-tiba,
ada tubuh lain di depannya.
Fadil.
Entah dari mana.
Entah sejak kapan.
Fadil berdiri.
Membentangkan tangan.
Seperti refleks.
Seperti sudah dilatih.
“Pergi,” katanya.
Pelan.
Tapi tegas.
Anjing itu berhenti.
Masih menggonggong.
Masih galak.
Fadil mengambil batu kecil.
Tidak dilempar.
Hanya dipegang.
“Pergi,” ulangnya.
Anjing itu ragu.
Menarik langkah.
Lalu lari menjauh.
Masuk halaman rumah.
Sunyi.
Svida berdiri.
Kaki lemas.
Jantung seperti mau lompat keluar.
Fadil menoleh.
“Lo nggak apa-apa?”
Svida mengangguk.
Terlalu cepat.
Lalu hampir jatuh.
Fadil menangkap.
Tidak lama.
Tidak erat.
Hanya cukup.
Mereka berdiri canggung.
Gang itu sunyi lagi.
Seperti tidak terjadi apa-apa.
“Terima kasih,” kata Svida.
Pelan.
Hampir tidak terdengar.
Fadil mengangguk.
“Sama-sama.”
Tidak ada senyum.
Tidak ada basa-basi.
Dari ujung gang,
suara ramai datang.
Rio.
Raka.
Bagas.
Dimas.
Mereka muncul.
Tertawa.
Lalu berhenti.
Melihat posisi itu.
Bagas bersiul pelan.
“Eh.”
Svida langsung menarik diri.
Wajahnya kembali dingin.
“Gue bisa jalan sendiri,” katanya.
Ke Fadil.
Nada datar.
Fadil mundur setapak.
“Oke.”
Svida melangkah pergi.
Tidak menoleh.
Tidak menunggu.
Rio mendekat.
“Apaan barusan?”
Fadil mengangkat bahu.
“Anjing.”
“Anjing apa?”
tanya Raka.
“Anjing beneran.”
Mereka tertawa kecil.
Sampai melihat wajah Fadil.
Serius.
Besoknya di sekolah,
Svida kembali jadi Svida.
Ia lewat depan Geng Empat tanpa HP.
Tidak menyapa.
Tidak melirik.
“Masih sombong,” bisik Bagas.
Svida duduk.
Mengeluarkan buku.
Menulis.
Pelajaran berjalan.
Di tengah kelas,
Bu Rina bertanya.
“Siapa yang bisa jawab?”
Fadil mengangkat tangan.
Svida menoleh sekilas.
Lalu kembali menulis.
Istirahat.
Rio duduk di bangku Svida.
Sembarangan.
“Thanks kemarin,” katanya sok santai.
Svida mendongak.
“Gue nggak ngomong sama lo.”
Rio nyengir.
“Gue wakil rakyat.”
Svida menatap tajam.
“Kemarin itu urusan gue sama Fadil.”
Fadil yang lewat berhenti.
“Udah,” katanya.
“Gue cuma kebetulan.”
Svida berdiri.
Menutup buku.
“Lo jangan GR,” katanya.
“Gue tetap nggak suka geng-gengan.”
Bagas nyeletuk,
“Padahal kita ramah.”
“Ramah versi kalian,” balas Svida.
“Kebanyakan ketawa.”
Ia pergi.
Hari-hari berikutnya,
Svida masih julid.
“Tuh kan,” katanya suatu hari.
“Hero dadakan.”
Fadil hanya mengangkat alis.
Tidak membalas.
Yang berubah cuma satu.
Svida tidak lagi menyerang Fadil.
Yang lain masih kena.
Sedikit.
Pelan.
Kadang,
ia berdiri dekat.
Tidak ikut.
Tidak menjauh.
Suatu sore,
di gerbang sekolah.
Anjing itu muncul lagi.
Di kejauhan.
Svida berhenti.
Ragu.
Fadil melihat.
Tanpa bicara,
ia berdiri di samping Svida.
Tidak ada terima kasih kali ini.
Tidak ada tatapan.
Hanya berdiri.
Anjing itu pergi.
Lagi.
BACA JUGA: Geng Empat Tanpa HP: Semua Apa yang Dikatakan Svida Itu Benar
Svida melangkah duluan.
Lalu berhenti sebentar.
Fadil diam.
Fadil memandangi gang sempit itu sampai ujungnya. Ia tidak tahu ada apa dengan Svida.
Svida berjalan lagi.
Punggungnya kaku.
Dingin.
Tapi sejak hari itu,
setiap melewati gang sempit,
ia tahu satu hal:
Orang yang paling tidak ia sukai,
ternyata orang pertama
yang berdiri
saat ia paling takut. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

