Bagas memejamkan mata. Rio mengepalkan tangan. Raka menegakkan dada. Dimas ikut menguat.
Bagas menatap sajadah. “Selama ini,” katanya, “gue kira ibadah itu cuma yang kelihatan.”
Di suatu tempat, Svida mungkin sedang mengepak barang. Atau menangis lagi. Atau menata hati.
Enam tahun kemudian, apa yang diungkapkan Fadil pada Bang Roy, akan terungkap.