Ayah Masih Membayarkan Zakat Fitrah untuk Kita, Bolehkah Tetap Mengeluarkan Zakat Sendiri?

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Freepik

PERTANYAAN ini sering muncul ketika seorang anak sudah dewasa.
Sudah bekerja.
Sudah mampu secara finansial.

Namun ayahnya masih membayarkan zakat fitrah untuknya.

Lalu muncul pertanyaan:
Apakah itu boleh?
Atau seharusnya anak melarang ayahnya?

Jawabannya sederhana.

BACA JUGA: Berapa Besaran Zakat Fitrah yang Harus Ditunaikan per Kepala?

Selama seorang anak mampu, maka ia boleh mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri.

Itu adalah tanggung jawab pribadi seorang muslim.

Namun jika ayahnya juga tetap mengeluarkan zakat untuknya, maka hal itu tidak mengapa.
Tidak merusak zakat anak tersebut.

Terlebih jika ayah sudah terbiasa mengeluarkan zakat fitrah untuk anak-anaknya setiap tahun.

Sebagian ayah melakukan itu karena kasih sayang.
Sebagian lagi karena kebiasaan yang telah lama dijaga.

Dalam kondisi seperti ini, para ulama menasihatkan agar seorang anak bersikap bijak.

Jangan sampai melukai hati orang tua.

Misalnya dengan mengatakan, “Ayah, jangan keluarkan zakat untuk saya.”

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Kalimat seperti itu bisa saja membuat ayah tersinggung.
Padahal niatnya hanya ingin berbuat baik.

Karena itu solusi yang lebih baik adalah tetap menghormati ayah.

Biarkan ayah mengeluarkan zakat fitrah untuk anaknya.
Sementara sang anak juga mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri.

Dengan cara ini, tidak ada yang dirugikan.

Bahkan keduanya mendapatkan pahala.

Ayah mendapatkan pahala sedekah dan perhatian kepada anaknya.
Anak pun menunaikan kewajibannya sendiri.

Sebagian ulama juga memandang kebiasaan seorang ayah yang terus membayarkan zakat untuk anaknya sebagai bentuk kasih sayang yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang?

Itu adalah simbol hubungan yang hangat antara orang tua dan anak.

Ada nilai perhatian.
Ada rasa ingin terus memberi.

Karena itu, jangan buru-buru menghentikan kebaikan tersebut.

Berikan kesempatan kepada ayah untuk terus beramal dengan cara yang ia sukai.

Sementara kita tetap menjalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Sikap seperti ini lebih menjaga adab.
Lebih menjaga hati orang tua.

Dan pada akhirnya, semua kebaikan itu kembali kepada Allah.

Dialah yang memperbaiki segala urusan dan menerima setiap amal hamba-Nya. []

RUJUKAN: ISLAMQA

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *