Sebab Menerima Amanah, Manusia Dimuliakan

3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BAGAIMANA membandingkan langit, bumi, dan gunung-gunung yang enggan menerima amanah dengan manusia yang justru menerimanya?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Aḥzāb ayat 72: “Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.”

Ayat ini menunjukkan perbedaan mendasar antara makhluk-makhluk besar dengan manusia. Langit, bumi, dan gunung-gunung menolak amanah karena menyadari beratnya tanggung jawab tersebut. Mereka tidak memiliki kesiapan untuk memikul beban itu dan khawatir tidak mampu menunaikannya.

Sebaliknya, manusia menerima amanah tersebut. Amanah itu berupa tugas-tugas keagamaan dan tanggung jawab moral, dengan konsekuensi yang jelas: siapa yang menunaikannya akan memperoleh pahala dan surga, sedangkan yang mengkhianatinya akan mendapat siksa. Meskipun secara fisik manusia lebih kecil, ia memiliki potensi besar berupa akal, kehendak, dan kesadaran.

Namun, potensi itu juga disertai kelemahan. Ambisi dan syahwat sering kali menutup kejernihan hati, sehingga manusia disebut sebagai zalim dan bodoh—karena kerap tidak mempertimbangkan akibat dari amanah yang ia terima.

https://s.shopee.co.id/W1zgA9JOC

Dalam pandangan Jalaluddin Rumi dalam Fihi Ma Fihi, amanah bukan hanya beban, tetapi juga sumber kemuliaan dan keindahan. Dengan amanah, Allah menjadikan bebatuan bernilai seperti akik dan nilam, menjadikan pegunungan sebagai tambang emas dan perak, serta menghidupkan bumi dengan tanaman yang indah laksana taman surga.

Tanah menerima benih, lalu menghasilkan buah-buahan. Bumi menampakkan berbagai keajaiban yang sulit dijelaskan. Lautan pun memikul perannya dengan memungkinkan manusia berlayar dan menyimpan kekayaan yang melimpah.

BACA JUGA:  Apakah Kejayaan tanpa Iman Akan Bertahan?

Kemuliaan manusia karena amanah ini ditegaskan dalam firman Allah:

“Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”
(Al-Isrā’ [17]: 70)

Dengan demikian, amanah menjadi sebab kemuliaan manusia. Apa yang tidak dipikul oleh langit, bumi, dan gunung-gunung, justru diterima oleh manusia. Karena itulah, banyak makhluk lain ditundukkan untuk melayani manusia. Namun, kemuliaan ini hanya terjaga apabila amanah tersebut ditunaikan dengan benar; jika tidak, amanah yang sama dapat menjadi sebab kehinaan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *