Istri Tak Mau Datang ke Orang Tua Suami, Apa yang Harus Dilakukan?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan rumah tangga, hubungan antara menantu dan mertua sering menjadi ujian tersendiri. Tidak sedikit suami yang sedih karena istrinya enggan datang ke rumah orang tuanya. Ada yang menolak secara halus, ada pula yang terang-terangan tidak mau hadir dalam acara keluarga.

Masalah ini tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, hubungan keluarga bisa renggang, hati orang tua terluka, dan rumah tangga dipenuhi ketegangan. Karena itu, suami perlu menyikapinya dengan bijak, bukan dengan emosi atau paksaan.

Cari Tahu Penyebabnya Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang harus dilakukan suami adalah memahami alasan istrinya. Jangan langsung menuduh istri durhaka atau tidak menghormati mertua.

Bisa jadi ada pengalaman yang membuatnya tidak nyaman. Misalnya pernah disindir, dibanding-bandingkan, diperlakukan dingin, atau merasa tidak dihargai. Ada pula istri yang sebenarnya ingin datang, namun takut terjadi konflik.

Karena itu, suami perlu mengajak istrinya berbicara dengan tenang. Dengarkan tanpa memotong pembicaraan. Kadang masalah yang terlihat kecil ternyata menyimpan luka yang cukup dalam.

Rumah tangga tidak akan selesai dengan teriakan. Banyak masalah justru selesai dengan didengar.

BACA JUGA:  Istri Mengajak, tapi Suami Menolak, Apa Hukumnya?

Suami Jangan Langsung Memihak

Sebagian suami melakukan kesalahan dengan langsung membela orang tuanya tanpa mendengar penjelasan istrinya. Akibatnya, istri merasa sendirian dan tidak dipahami.

Sebaliknya, ada juga suami yang selalu membela istri hingga melupakan perasaan orang tuanya. Sikap seperti ini juga tidak benar.

Seorang suami harus menjadi penengah yang adil. Ia tetap berbakti kepada orang tua, namun juga menjaga perasaan istrinya.

Islam mengajarkan keseimbangan. Orang tua memiliki hak untuk dihormati, sementara istri juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik.

Istri
Foto: Umar Faqih | Islampos

Jangan Memaksa dengan Kasar

Memaksa istri datang dengan bentakan atau ancaman biasanya hanya akan memperburuk keadaan. Mungkin tubuhnya datang, tetapi hatinya penuh kebencian.

Sikap lembut lebih mudah membuka hati dibanding kemarahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.”
(HR. Muslim)

Suami bisa mengajak istrinya perlahan. Mulailah dengan kunjungan singkat, suasana santai, atau momen keluarga yang nyaman.

Terkadang yang dibutuhkan seorang istri hanyalah rasa aman dan dukungan dari suaminya.

Orang Tua Juga Perlu Introspeksi

Dalam sebagian kasus, masalah bukan sepenuhnya pada istri. Ada orang tua yang terlalu ikut campur dalam rumah tangga anaknya, sering mengkritik menantu, atau membandingkan dengan orang lain.

Hal seperti ini bisa membuat hubungan menjadi dingin.

Karena itu, jika memang ada sikap orang tua yang kurang tepat, suami dapat menyampaikan dengan cara yang halus dan penuh adab. Tujuannya bukan menyalahkan orang tua, tetapi memperbaiki hubungan keluarga.

Keluarga yang harmonis dibangun dengan saling memahami, bukan saling memenangkan ego.

https://s.shopee.co.id/3Vf1tnluRU

Ingatkan Tentang Silaturahmi

Datang ke rumah mertua termasuk bagian dari menjaga silaturahmi. Dalam Islam, menyambung hubungan keluarga adalah amalan yang besar pahalanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang istri memang tidak memiliki kewajiban seperti suami dalam berbakti kepada mertua. Namun berbuat baik kepada keluarga suami termasuk akhlak mulia yang akan membawa kebaikan dalam rumah tangga.

Begitu pula suami harus membantu menciptakan suasana yang nyaman agar istrinya mudah menjalin hubungan baik dengan keluarganya.

BACA JUGA: Saat Istri Tak Pernah Berterima Kasih kepada Suami

Bangun Hubungan Secara Bertahap

Bantal Guling, istri, suami
Foto: AI / Islampos Media

Tidak semua hubungan bisa langsung akrab dalam waktu singkat. Kadang dibutuhkan proses panjang untuk saling memahami.

Suami dapat membantu dengan cara sederhana:

Menghindari pembicaraan yang memicu konflik
Tidak membuka aib pasangan di depan keluarga
Memberi pujian saat istri mulai berusaha
Mengajak keluarga untuk lebih menghargai istri
Menciptakan suasana pertemuan yang hangat

Hubungan yang baik biasanya tumbuh dari perhatian kecil yang dilakukan terus-menerus.

Penutup

Saat istri tidak mau datang ke rumah orang tua suami, jangan terburu-buru marah atau mengambil kesimpulan. Cari akar masalahnya, dengarkan dengan tenang, lalu cari solusi bersama.

Rumah tangga bukan tempat mencari siapa yang paling benar. Rumah tangga adalah tempat belajar saling memahami.

Jika suami bijak, istri mau belajar memperbaiki diri, dan keluarga saling menjaga lisan, maka hubungan yang sempat renggang pun perlahan bisa kembali hangat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *