DALAM kehidupan rumah tangga, masalah keuangan sering menjadi hal yang sensitif.
Ada kebutuhan mendadak.
Ada keinginan membeli sesuatu.
Ada juga kondisi ketika seseorang membutuhkan uang tetapi merasa tidak enak meminta kepada pasangan.
Akhirnya, muncul pilihan untuk meminjam uang secara diam-diam.
Pertanyaannya, boleh gak sih meminjam uang tanpa memberitahu pasangan?
Jawabannya perlu dilihat dari kondisi dan tujuan utangnya.
Utang pada Dasarnya Boleh
Islam tidak melarang seseorang untuk berutang.
Bahkan, Al-Qur’an memberikan aturan yang sangat jelas mengenai transaksi utang-piutang.
Allah SWT berfirman:
> “Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al-Baqarah: 282)
Ayat ini menunjukkan bahwa utang merupakan perkara yang diperbolehkan.
BACA JUGA: Bolehkah Menggelar Tahlilan Sampai Berutang?
Namun, utang bukan sesuatu yang boleh dilakukan sembarangan.
Ada tanggung jawab di dalamnya.
Orang yang berutang wajib memiliki niat untuk mengembalikannya.
Apakah Wajib Memberitahu Pasangan?
Tidak setiap utang secara otomatis membuat seseorang wajib meminta izin kepada pasangannya.
Misalnya seseorang memiliki penghasilan sendiri dan meminjam uang dalam jumlah kecil untuk kebutuhan pribadi.
Secara kepemilikan, harta tersebut berada dalam tanggung jawab orang yang berutang.
Namun, persoalannya bisa berbeda jika utang tersebut berdampak pada pasangan atau keuangan keluarga.
Misalnya jumlahnya sangat besar.
Cicilannya menggunakan uang rumah tangga.
Atau utang tersebut menggunakan nama pasangan sebagai penjamin.
Dalam kondisi seperti ini, menyembunyikannya bisa menjadi masalah serius.
Jangan Sampai Rahasia Keuangan Merusak Kepercayaan
Pernikahan dibangun dengan kepercayaan.
Karena itu, keterbukaan dalam masalah keuangan sangat penting.
Bayangkan pasangan tiba-tiba mengetahui bahwa ada utang puluhan juta yang selama ini disembunyikan.
Masalahnya bukan hanya tentang uang.
Ada persoalan kepercayaan.
Pasangan bisa merasa dibohongi.
Bahkan hubungan rumah tangga bisa menjadi tidak harmonis.
Karena itu, semakin besar dampaknya terhadap keluarga, semakin penting untuk membicarakannya secara terbuka.
Kalau Utangnya untuk Kebutuhan Pribadi?
Misalnya seorang istri memiliki uang sendiri.
Ia kemudian meminjam uang untuk kebutuhan pribadinya.
Selama tidak melanggar syariat dan tidak merugikan pasangan, persoalannya berbeda dengan utang yang menggunakan harta atau nama pasangan.
Begitu pula suami.
Tidak semua transaksi pribadi harus selalu meminta izin pasangan.
Namun, tetap ada nilai kejujuran dan keterbukaan yang perlu dijaga.
Jangan sampai kebebasan mengelola harta berubah menjadi kebiasaan menyembunyikan masalah.
Jangan Berutang untuk Gaya Hidup
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tujuan berutang.
Jangan mudah mengambil utang hanya untuk mengikuti gaya hidup.
Ingin membeli barang mahal.
Ingin mengikuti tren.
Ingin terlihat mampu.
Padahal kondisi keuangan sebenarnya tidak memungkinkan.
Rasulullah ﷺ sangat memperingatkan umatnya tentang utang.
Beliau bahkan sering berdoa agar dilindungi dari lilitan utang.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa utang bukan perkara ringan.
Utang bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.

Kalau Sudah Terlanjur Berutang Diam-Diam?
Kalau sudah terlanjur, jangan terus menyembunyikannya.
Pertimbangkan dampaknya.
Jika utang tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan keluarga, sebaiknya bicarakan dengan pasangan.
Pilih waktu yang tenang.
Jelaskan jumlah utangnya.
Jelaskan kepada siapa berutang.
Jelaskan kapan harus membayar.
Dan yang paling penting, sampaikan rencana pelunasannya.
Mungkin pembicaraan awal terasa berat.
Tetapi kejujuran lebih baik daripada masalah yang semakin besar di kemudian hari.
Rumah Tangga Butuh Keterbukaan
Suami dan istri tidak harus mengetahui setiap rupiah yang dimiliki pasangannya.
Namun, untuk hal-hal yang berdampak pada kehidupan bersama, keterbukaan sangat penting.
Terutama utang dalam jumlah besar.
Sebab ketika sudah menikah, keputusan keuangan tertentu bisa berdampak kepada seluruh keluarga.
Jangan menunggu sampai masalah muncul baru membicarakannya.
BACA JUGA: Terlanjur Punya Utang Riba, Bagaimana Cara Taubatnya?
Lebih baik membuat kesepakatan sejak awal.
Misalnya, utang di bawah jumlah tertentu bisa dikelola sendiri.
Sedangkan utang dalam jumlah besar harus dibicarakan bersama.
Dengan begitu, masing-masing memiliki batas yang jelas.
Kesimpulan
Jadi, boleh gak meminjam uang tanpa memberitahu pasangan?
Pada dasarnya, utang itu boleh.
Tidak semua utang pribadi otomatis membutuhkan izin pasangan.
Namun, jika utang tersebut menggunakan nama pasangan, harta bersama, atau berpotensi mengganggu kebutuhan keluarga, maka menyembunyikannya bukanlah sikap yang baik.
Rumah tangga bukan hanya soal siapa yang memiliki uang.
Tetapi juga tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan.
Kalau bisa dibicarakan dengan pasangan, kenapa harus disembunyikan?
Karena terkadang yang paling mahal dari sebuah utang bukan bunganya.
Tetapi hilangnya kepercayaan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

