Emang Sah Shalat Kalau Lupa Baca Niat?

Salma Fathuraini
5 Min Read

NIAT merupakan bagian penting dalam ibadah.

Setiap kali hendak shalat, kita sering mendengar orang mengatakan, “Jangan lupa baca niat.”

Akibatnya, sebagian orang menjadi khawatir.

“Tadi aku lupa baca niat. Berarti shalatku nggak sah?”

Tenang.

Kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan niat dalam shalat.

Niat Itu Ada di Dalam Hati

Niat pada dasarnya adalah kehendak atau maksud di dalam hati untuk melakukan ibadah tertentu.

Jadi, niat bukan sekadar kalimat yang diucapkan dengan lisan.

Misalnya seseorang sudah tahu bahwa sekarang waktunya shalat Maghrib.

Ia kemudian berdiri, berwudhu, menghadap kiblat, dan melaksanakan shalat Maghrib.

BACA JUGA: Apakah Jumlah Rakaat Qadha Sama dengan Shalat yang Ditinggalkan?

Ketika ia melakukan semua itu dengan sadar untuk beribadah kepada Allah, sebenarnya ia sudah memiliki niat.

Meskipun tidak mengucapkan kalimat niat secara lisan.

Dalil Tentang Niat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi salah satu dasar penting dalam pembahasan niat.

Nilai suatu amal berkaitan dengan niat yang ada di dalam hati.

Karena itu, niat tidak sekadar persoalan mengucapkan lafaz tertentu.

Yang terpenting adalah adanya kesengajaan hati untuk melakukan ibadah.

Lalu Bagaimana dengan “Lupa Membaca Niat”?

Kalau yang dimaksud adalah lupa mengucapkan lafaz niat dengan lisan, tetapi sejak awal sudah tahu dan bermaksud melaksanakan shalat tertentu, maka tidak perlu panik.

Misalnya seseorang masuk masjid.

Ia tahu bahwa waktunya shalat Isya.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Kemudian ia berdiri dan melakukan shalat empat rakaat karena Allah.

Walaupun ia tidak mengucapkan, “Saya niat shalat Isya…” secara lisan, ia tetap memiliki niat di dalam hati.

Sebab, tindakannya sudah menunjukkan bahwa ia memang bermaksud melaksanakan shalat Isya.

Jangan Sampai Salah Memahami

Namun, bukan berarti niat tidak penting.

Niat tetap harus ada.

Yang menjadi persoalan adalah ketika seseorang benar-benar tidak bermaksud melakukan shalat tersebut.

Misalnya seseorang berdiri hanya untuk berolahraga atau melakukan gerakan tertentu.

Kemudian tiba-tiba gerakannya menyerupai shalat.

Itu tentu berbeda.

Karena tidak ada maksud dalam hati untuk melaksanakan ibadah shalat.

Jadi, yang perlu dibedakan adalah tidak melafalkan niat dengan tidak memiliki niat.

Keduanya bukan hal yang sama.

Apakah Melafalkan Niat Dilarang?

Dalam masalah melafalkan niat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Sebagian ulama membolehkan melafalkannya sebagai sarana membantu menghadirkan niat di dalam hati.

Namun, yang menjadi inti niat tetaplah kehendak hati.

Karena itu, jangan sampai seseorang justru sibuk mengulang-ulang lafaz niat hingga merasa waswas.

Islam tidak bertujuan membuat ibadah menjadi beban.

Jangan Terjebak Waswas

Ada orang yang sudah berdiri untuk shalat.

Sudah menghadap kiblat.

Sudah mengangkat tangan untuk takbir.

Tetapi tiba-tiba berpikir:

“Tadi niatku sudah benar belum?”

Akhirnya takbir diulang.

Kemudian diulang lagi.

Bahkan sampai berkali-kali.

Jika terus mengikuti keraguan seperti ini, ibadah justru menjadi sangat berat.

Kalau sejak awal kita memang sadar hendak shalat, jangan terus mencari-cari keraguan.

Lakukan shalat dengan tenang.

Niat Juga Harus Sesuai dengan Shalatnya

Niat dalam hati juga berkaitan dengan shalat yang dilakukan.

Misalnya seseorang hendak shalat Zuhur.

Maka ia memang bermaksud melaksanakan shalat Zuhur.

Begitu pula ketika hendak melaksanakan Ashar, Maghrib, Isya, atau Subuh.

Yang penting adalah kesadaran hati terhadap ibadah yang akan dilakukan.

Tidak harus menghafalkan kalimat panjang.

Tidak harus mengucapkannya dengan suara keras.

BACA JUGA: Bolehkah Mengqadha Shalat dengan Berjamaah?

Kesimpulan

Jadi, apakah sah shalat kalau lupa membaca niat?

Kalau yang dimaksud adalah lupa mengucapkan lafaz niat dengan lisan, tetapi kita sudah memiliki maksud dalam hati untuk melaksanakan shalat tertentu, maka tidak perlu khawatir.

Niat pada dasarnya berada di dalam hati.

Hadis Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa amal bergantung pada niat.

Jadi, jangan terlalu fokus pada lafaz sampai membuat diri sendiri waswas.

Yang penting, sebelum shalat kita sadar:

“Saya akan melaksanakan shalat ini karena Allah.”

Kemudian laksanakan dengan tenang.

Karena yang Allah nilai bukan sekadar apa yang keluar dari lisan.

Tetapi juga apa yang benar-benar kita maksudkan di dalam hati. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *