Mengapa Ada Larangan Tidak Boleh Berisik dalam Kamar Mandi?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KAMAR mandi merupakan tempat yang digunakan untuk membersihkan tubuh sekaligus menunaikan hajat. Namun, tahukah Sahabat Islampos bahwa ada adab yang perlu diperhatikan ketika berada di dalamnya, termasuk menjaga ucapan dan tidak membuat kegaduhan?

Sebagian orang mungkin terbiasa bernyanyi, berbicara keras, atau bahkan bercakap-cakap melalui telepon ketika sedang berada di kamar mandi. Padahal, dalam Islam, seorang Muslim dianjurkan menjaga adab ketika memasuki tempat tersebut.

Lantas, benarkah ada larangan khusus untuk berisik di kamar mandi? Apa alasan di balik anjuran tersebut?

BACA JUGA: Berdzikir ketika Berada di Kamar Mandi, Boleh Ga Sih?

Menjaga Adab Ketika Berada di Kamar Mandi

Islam mengajarkan adab dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika masuk dan keluar kamar mandi. Seorang Muslim dianjurkan membaca doa sebelum masuk serta mendahulukan kaki kiri ketika memasuki tempat yang digunakan untuk membuang hajat.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika hendak memasuki tempat buang hajat. Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa ketika Rasulullah ﷺ memasuki tempat buang hajat, beliau berdoa: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa ini menunjukkan bahwa seorang Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah ketika memasuki tempat tersebut.

Adab lainnya adalah tidak berlama-lama tanpa keperluan, menjaga kebersihan, serta menghindari ucapan yang tidak diperlukan. Kamar mandi bukan tempat untuk melakukan aktivitas yang bisa ditunda di luar, apalagi jika aktivitas tersebut mengganggu orang lain.

https://s.shopee.co.id/2VpOqybsAk

Benarkah Berisik di Kamar Mandi Dilarang dalam Islam?

Perlu dipahami bahwa tidak ada dalil sahih yang secara khusus menyatakan bahwa setiap suara keras atau nyanyian di kamar mandi otomatis haram. Karena itu, kita perlu membedakan antara larangan yang memiliki dalil tegas dan anjuran menjaga adab.

Berbicara seperlunya tentu berbeda dengan sengaja berteriak, bernyanyi keras, atau membuat kegaduhan yang mengganggu penghuni rumah. Perilaku semacam itu sebaiknya dihindari, terlebih apabila suara tersebut mengusik ketenangan orang lain.

Allah SWT berfirman, “Dan sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19).

Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga volume suara dan tidak berlebihan ketika berbicara. Meskipun ayat tersebut tidak secara khusus membahas kamar mandi, prinsip kesantunan dalam menjaga suara tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana dengan Bernyanyi atau Berbicara Sendirian?

Kebiasaan bernyanyi di kamar mandi memang cukup umum. Ada orang yang melakukannya karena merasa suasana kamar mandi membuat suaranya terdengar lebih bagus. Ada pula yang sengaja berbicara sendiri ketika sedang mandi.

Dalam persoalan ini, tidak tepat jika setiap orang yang bernyanyi di kamar mandi langsung dinyatakan berdosa. Hukum nyanyian sendiri memiliki pembahasan tersendiri, bergantung pada isi, cara, dan unsur yang menyertainya.

Meski demikian, seorang Muslim sebaiknya tidak menjadikan kamar mandi sebagai tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak perlu. Terlebih, apabila kebiasaan tersebut membuatnya berlama-lama tanpa alasan yang jelas atau mengganggu orang lain.

Selain itu, kamar mandi yang menyatu dengan tempat buang hajat berbeda dengan ruangan khusus untuk mandi. Karena itu, adab yang berkaitan dengan tempat buang hajat perlu diterapkan sesuai kondisi dan penggunaannya.

Hindari Zikir Lisan di Tempat Buang Hajat

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah membaca zikir atau melafalkan ayat Al-Qur’an ketika berada di tempat buang hajat. Para ulama menjelaskan bahwa menyebut nama Allah secara lisan di tempat tersebut sebaiknya ditinggalkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nama-Nya.

Adapun zikir di dalam hati tidak sama dengan melafalkannya menggunakan lisan. Karena itu, jika seseorang teringat kepada Allah ketika berada di kamar mandi, ia tetap dapat mengingat-Nya di dalam hati tanpa perlu mengucapkannya.

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa dalam Hati dalam Kamar Mandi?

Menjaga Adab, Bukan Menakut-nakuti

Pada akhirnya, menjaga ketenangan di kamar mandi merupakan bagian dari sikap santun dan menghormati orang lain. Namun, kita juga tidak boleh menetapkan suatu larangan agama tanpa dasar yang jelas.

Sahabat Islampos, biasakanlah menggunakan kamar mandi seperlunya, menjaga kebersihan, dan tidak membuat kegaduhan yang mengganggu. Dengan begitu, kita dapat menerapkan adab yang baik tanpa menganggap setiap kebiasaan yang tidak disukai sebagai sesuatu yang otomatis haram.

Islam mengajarkan keseimbangan: menjalankan tuntunan agama berdasarkan dalil sekaligus menjaga kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *