ZIKIR merupakan amalan yang ringan di lisan, tetapi memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Seorang Muslim dapat berzikir ketika berjalan, bekerja, beristirahat, bahkan saat menunggu waktu shalat. Tidak selalu membutuhkan waktu lama, zikir bisa menjadi cara untuk menjaga hati agar senantiasa mengingat Allah.
Namun, dari sekian banyak bacaan zikir yang diajarkan dalam Islam, apakah ada zikir yang paling dicintai oleh Allah? Jawabannya, ada beberapa bacaan zikir yang disebutkan secara khusus dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ karena keutamaannya yang besar.
BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Berkali-kali untuk Permintaan yang Sama?
Empat Kalimat yang Dicintai Allah
Salah satu zikir yang memiliki keutamaan besar adalah empat kalimat berikut: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak masalah bagimu memulai dengan yang mana saja.” (HR. Muslim).
Keempat kalimat tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Subhanallah berarti menyucikan Allah dari segala kekurangan. Alhamdulillah merupakan pujian dan ungkapan syukur kepada-Nya. La ilaha illallah menegaskan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, sedangkan Allahu Akbar menunjukkan bahwa Allah Mahabesar dan segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya.
Hadis ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam. Kita tidak harus melakukan amalan yang rumit untuk memperoleh pahala besar. Dengan membiasakan empat kalimat tersebut, kita dapat mengisi waktu sehari-hari dengan zikir yang memiliki keutamaan berdasarkan tuntunan Nabi ﷺ.
Zikir yang Ringan di Lisan, Berat di Timbangan Amal
Selain empat kalimat tersebut, ada pula zikir yang disebutkan dalam hadis sahih sebagai bacaan yang ringan diucapkan, tetapi berat dalam timbangan amal.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bacaan tersebut berarti, “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung.”
Hadis ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Seseorang tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengucapkan zikir ini. Ia dapat membacanya setelah shalat, ketika sedang beristirahat, atau di sela-sela kesibukan.
Meski demikian, keutamaan zikir bukan alasan untuk mengabaikan kewajiban. Seorang Muslim tetap harus menjaga shalat, menunaikan hak orang lain, serta menjauhi perbuatan yang dilarang Allah.
Jangan Hanya Mengejar Jumlah Zikir
Membaca zikir sebanyak-banyaknya merupakan amalan yang baik. Namun, seorang Muslim juga perlu memperhatikan tuntunan bacaan, memahami maknanya, dan berusaha menghadirkan hati ketika mengucapkannya.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Ayat ini menjelaskan salah satu keutamaan mengingat Allah, yakni ketenteraman hati. Zikir bukan sekadar rangkaian kalimat yang diulang, melainkan ibadah yang mengingatkan manusia kepada kebesaran Allah dan ketergantungannya kepada-Nya.
Karena itu, jangan sampai kita sibuk menghitung jumlah zikir, tetapi melupakan makna yang terkandung di dalamnya. Lebih baik membangun kebiasaan berzikir secara rutin, sesuai tuntunan Nabi ﷺ, daripada hanya bersemangat sesaat kemudian meninggalkannya.
BACA JUGA: Waktu-waktu Khusus untuk Berdoa, Kapan Saja?
Biasakan Zikir dalam Kehidupan Sehari-hari
Lantas, zikir mana yang sebaiknya diamalkan setiap hari? Kita dapat memulai dengan empat kalimat yang dicintai Allah, kemudian membiasakan bacaan Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.
Keduanya memiliki dasar hadis yang sahih dan mudah diamalkan oleh siapa saja. Kita juga dapat melengkapinya dengan zikir pagi dan petang serta bacaan setelah shalat sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Pada akhirnya, mengetahui zikir yang dicintai Allah seharusnya mendorong kita untuk lebih rajin mengamalkannya. Jangan hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi jadikan zikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah menjadikan lisan kita terbiasa berzikir, hati kita senantiasa mengingat-Nya, dan amal kita diterima di sisi-Nya.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

