Apakah Menegur Anak-Anak Ketika Shalat Membatalkan Shalat?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Pinterest

SHALAT berjamaah di masjid sering diwarnai berbagai kejadian yang tidak terduga. Salah satunya adalah anak-anak yang bercanda, berlarian, atau mengganggu jamaah lain ketika shalat berlangsung. Dalam situasi seperti ini, sebagian orang mungkin ingin menegur mereka agar kembali tenang. Namun, muncul pertanyaan, apakah menegur anak-anak ketika shalat dapat membatalkan shalat?

Persoalan ini penting dipahami, terutama bagi orang tua dan jamaah yang ingin menjaga kekhusyukan ibadah. Sebab, Islam mengajarkan umatnya untuk melaksanakan shalat dengan tenang, tetapi juga memberikan tuntunan tentang tindakan yang diperbolehkan selama shalat.

BACA JUGA: Hanya Membaca Al-Fatihah Ketika Shalat, Apakah Boleh?

Berbicara Sengaja Bisa Membatalkan Shalat

Pada dasarnya, shalat memiliki aturan yang harus dijaga. Salah satunya adalah tidak berbicara dengan sengaja menggunakan perkataan biasa yang bukan bagian dari bacaan shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya shalat ini tidak pantas di dalamnya terdapat sesuatu dari perkataan manusia. Shalat itu hanyalah tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahwa berbicara dengan ucapan biasa bukan bagian dari tuntunan shalat. Karena itu, seseorang tidak boleh sembarangan berbicara ketika sedang mengerjakan shalat, termasuk untuk menegur anak-anak yang gaduh.

Jika seseorang sengaja mengucapkan kalimat seperti, “Diam, jangan berisik!” atau “Jangan lari-lari!” ketika shalat, maka shalatnya dapat batal menurut hukum asal berbicara dalam shalat. Hal ini berlaku ketika ucapan tersebut merupakan perkataan manusia yang disengaja dan bukan bagian dari bacaan shalat.

Namun, pembahasan mengenai ucapan tertentu, seperti doa atau zikir yang sesuai dengan tuntunan shalat, memiliki hukum tersendiri. Karena itu, tidak semua suara yang keluar dari mulut seseorang otomatis membatalkan shalat.

banner sofa

Bagaimana Jika Menegur dengan Isyarat?

Jika anak-anak mengganggu jamaah lain, seseorang tidak harus menegur mereka dengan perkataan. Ia dapat menggunakan isyarat yang sederhana dan tidak berlebihan.

Misalnya, seseorang memberikan isyarat dengan tangannya agar anak tersebut kembali tenang. Cara ini dapat menjadi pilihan selama gerakannya tidak berlebihan dan tidak mengganggu pelaksanaan shalat.

Rasulullah ﷺ sendiri pernah melakukan gerakan ketika shalat untuk suatu keperluan. Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah shalat dengan pintu tertutup, kemudian beliau berjalan dan membukakan pintu tersebut.

Riwayat ini menunjukkan bahwa gerakan tertentu yang diperlukan tidak serta-merta membatalkan shalat. Meski demikian, gerakan dalam shalat tetap perlu dibatasi sesuai kebutuhan dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Dengan demikian, memberikan isyarat kepada anak-anak agar tenang merupakan pilihan yang lebih tepat daripada berbicara dengan ucapan biasa ketika shalat berlangsung.

Orang Tua Perlu Mengajarkan Adab di Masjid

Kehadiran anak-anak di masjid bukan sesuatu yang harus selalu dipandang sebagai gangguan. Mereka juga perlu dikenalkan dengan masjid dan dibiasakan mencintai ibadah sejak dini.

Namun, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan adab ketika berada di rumah Allah. Anak-anak perlu diberi pemahaman bahwa masjid adalah tempat beribadah, sehingga mereka harus menjaga ketenangan dan menghormati orang lain yang sedang shalat.

Sebelum berangkat ke masjid, orang tua dapat mengingatkan anak agar tidak berlarian di antara saf, tidak berteriak, dan tidak mengganggu jamaah. Jika anak masih kecil dan belum mampu menjaga ketenangan, orang tua sebaiknya mendampinginya.

Di sisi lain, jamaah dewasa juga perlu bersikap bijaksana. Menegur anak dengan kasar atau mempermalukannya di depan orang banyak bukanlah cara terbaik untuk mengajarkan adab. Teguran yang lembut setelah shalat sering kali lebih efektif daripada kemarahan ketika ibadah sedang berlangsung.

BACA JUGA: Bolehkah Mengganti Niat ketika Sedang Shalat?

Bagaimana Jika Anak Benar-Benar Mengganggu?

Apabila anak-anak mengganggu jamaah ketika shalat, utamakan cara yang tidak membatalkan ibadah. Gunakan isyarat seperlunya, atau mintalah bantuan orang di sekitar setelah shalat selesai.

Jika situasinya membahayakan, misalnya anak berlari mendekati sumber bahaya, tindakan yang diperlukan untuk mencegah bahaya perlu dipertimbangkan berdasarkan keadaan. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan menjadi hal penting, dan hukum gerakan atau tindakan yang dilakukan bergantung pada situasinya.

Kesimpulannya, menegur anak-anak dengan ucapan biasa ketika sedang shalat dapat membatalkan shalat jika dilakukan dengan sengaja. Karena itu, gunakan isyarat seperlunya dan ajarkan adab kepada anak-anak dengan cara yang baik. Dengan begitu, kekhusyukan shalat tetap terjaga tanpa menghilangkan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mencintai masjid.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *