PERNAHKAH kita bertanya, surah apa yang paling disukai Rasulullah ﷺ ketika shalat? Apakah Surah Al-Ikhlas, Al-Kahfi, atau justru surah-surah panjang yang berisi banyak pelajaran tentang akhirat?
Pertanyaan ini menarik karena Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam beribadah. Namun, kita perlu berhati-hati: tidak ada dalil sahih yang menetapkan satu surah sebagai surah favorit beliau untuk semua shalat. Riwayat justru menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca surah yang berbeda-beda sesuai dengan shalat dan kesempatan tertentu.
Ada beberapa surah yang secara khusus disebutkan dalam hadis tentang bacaan shalat beliau.
Surah Al-A’la dan Al-Ghasyiyah
Rasulullah ﷺ pernah membaca Surah Al-A’la pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua dalam shalat Jumat dan shalat Id.
Dari Nu’man bin Basyir, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca Sabbihisma Rabbikal A’la dan Hal Ataka Haditsul Ghasyiyah dalam kedua shalat tersebut. (HR. Muslim).
BACA JUGA: Kenapa Membaca Surah Al-Kahfi Lebih Dianjurkan di Hari Jumat?
Kedua surah ini memiliki pesan yang kuat. Surah Al-A’la mengingatkan manusia untuk bertasbih kepada Allah, sedangkan Surah Al-Ghasyiyah mengajak manusia merenungkan hari kiamat, keadaan penghuni surga, dan nasib orang-orang yang mendustakan kebenaran.
Bacaan ini mengajarkan bahwa shalat bukan sekadar gerakan rutin, tetapi kesempatan untuk mengingat kebesaran Allah dan kehidupan akhirat.
Surah As-Sajdah dan Al-Insan
Dalam shalat Subuh pada hari Jumat, Rasulullah ﷺ membaca Surah As-Sajdah pada rakaat pertama dan Surah Al-Insan pada rakaat kedua.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan hal tersebut. Riwayat ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Kedua surah tersebut mengandung pelajaran penting tentang penciptaan manusia, kebangkitan, hari pembalasan, serta balasan bagi orang-orang yang beriman dan bersabar.
Karena itu, bacaan ini menjadi salah satu sunah yang dapat diamalkan oleh kaum Muslimin. Namun, bukan berarti setiap shalat Subuh pada hari Jumat wajib menggunakan kedua surah tersebut. Sesekali membaca surah lain tetap diperbolehkan.
Mengapa Rasulullah ﷺ Membaca Surah-Surah Tersebut?
Kita tidak boleh memastikan alasan khusus yang tidak diterangkan dalam hadis. Namun, kandungan surah-surah itu mengingatkan kita pada perkara mendasar dalam kehidupan seorang Muslim: tauhid, kebesaran Allah, hari akhir, serta balasan atas amal manusia.
Rasulullah ﷺ juga tidak selalu membaca surah yang sama dalam setiap shalat. Beliau membaca Al-Qur’an dengan variasi yang diriwayatkan dalam banyak hadis, sesuai dengan jenis shalat dan keadaan tertentu.
BACA JUGA: Apakah Shalat Sunnah Harus Membaca Surah Tertentu?
Pelajarannya, kita tidak perlu terpaku pada satu surah saja. Kita bisa mempelajari bacaan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, kemudian mengamalkannya sesuai tuntunan yang sahih.
Bukan Sekadar Mencari Surah Favorit
Jadi, surah apa yang menjadi kegemaran Rasulullah ﷺ dalam shalat?
Jawaban yang lebih tepat adalah tidak ada satu surah yang terbukti menjadi favorit beliau untuk semua shalat. Namun, Surah Al-A’la dan Al-Ghasyiyah diriwayatkan dibaca dalam shalat Jumat dan Id, sedangkan Surah As-Sajdah dan Al-Insan dibaca dalam shalat Subuh pada hari Jumat.
Daripada sekadar mencari surah yang paling sering dibaca, lebih baik kita berusaha memahami maknanya, menjaga kekhusyukan, dan mengikuti sunah Rasulullah ﷺ berdasarkan dalil yang sahih.
Sebab, keindahan shalat bukan hanya terletak pada surah yang dibaca, tetapi juga pada hati yang hadir ketika menghadap Allah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

