IMAM Syafi‘i رحمه الله berkata bahwa beliau tidak pernah lagi makan hingga kenyang selama enam belas tahun terakhir hidupnya. Menurut beliau, perut yang terlalu penuh membuat tubuh menjadi berat, batin mengeras, tidur bertambah, dan pada akhirnya melahirkan kemalasan dalam beribadah.
Kebiasaan Imam Syafi‘i ini kemudian diulas oleh Imam Al-Ghazali. Ia menjelaskan bahwa meninggalkan kebiasaan makan berlebihan bukan sekadar adab kesehatan, melainkan termasuk bentuk ibadah yang diperintahkan.
Mengendalikan perut berarti menjaga kejernihan jiwa dan kesiapan hati untuk taat kepada Allah.
Karena itu, Imam Al-Ghazali menyebut bahwa menata porsi makanan sesuai kebutuhan—tidak berlebih dan tidak melalaikan—merupakan salah satu tingkatan tertinggi dalam ibadah yang berkaitan dengan urusan konsumsi. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
