Misteri Menara Putih: Lokasi Persis Turunnya Nabi Isa AS

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

DALAM literatur Islam, lokasi turunnya Nabi Isa AS disebutkan dengan cukup spesifik. Beliau tidak akan turun di sembarang tempat, melainkan di sebuah titik yang menjadi simbol kekuatan umat Islam pada masa itu.

1. Kota Damaskus, Suriah

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad ﷺ  memberikan petunjuk geografis yang sangat jelas:

“Nabi Isa AS akan turun di Menara Putih (Al-Manaratul Baidha’) di sebelah timur Damaskus…” (HR. Muslim).

Damaskus merupakan salah satu kota tertua di dunia yang masih berpenghuni hingga saat ini. Dalam sejarah Islam, kota ini memiliki kedudukan yang sangat penting, terutama sebagai pusat pertahanan dan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA:  Pembunuhan Nabi Isa terhadap Dajjal

2. Identitas Menara Putih (Al-Manaratul Baidha’)

Para ulama dan sejarawan Islam banyak yang mengaitkan “Menara Putih” ini dengan menara yang ada di Masjid Jami’ Al-Umawi (Masjid Agung Umayyah) di Damaskus.

Sisi Timur: Menara ini terletak di bagian timur masjid tersebut.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Warna: Secara visual, menara tersebut memang berwarna putih dan menjulang tinggi, sesuai dengan deskripsi dalam hadis.

Pembaruan: Menariknya, menara ini sempat mengalami kerusakan akibat kebakaran dan dibangun kembali menggunakan batu putih pada masa lalu, yang seolah-olah mempertegas nubuat tersebut.

Visualisasi Saat Turunnya Nabi Isa

Hadis tersebut juga menggambarkan bagaimana penampilan Nabi Isa saat menyentuh bumi kembali:

Pakaian: Beliau akan mengenakan dua potong pakaian yang dicelup dengan warna kuning (za’faran).

Pendamping: Beliau turun dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua malaikat.

Ciri Fisik: Jika beliau menundukkan kepala, maka akan menetes air (seperti keringat), dan jika beliau mengangkatnya, akan berjatuhan butiran-butiran air seperti mutiara.

BACA JUGA:  5 Fakta Nabi Isa

Kondisi Umat Islam Saat Itu

Nabi Isa AS akan turun pada waktu Salat Subuh. Saat itu, barisan (shaf) kaum Muslimin sudah terbentuk dan siap untuk melaksanakan salat yang dipimpin oleh Imam Mahdi.

Momen ini menjadi sangat emosional karena Imam Mahdi akan meminta Nabi Isa untuk menjadi imam salat, namun Nabi Isa akan menolaknya dengan berkata:

“Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah bagi umat ini.”

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Isa turun bukan sebagai pembawa agama baru, melainkan sebagai pengikut syariat Nabi Muhammad ﷺ dan penyatu umat.
Mengapa Damaskus?

Banyak ulama berpendapat bahwa Damaskus dipilih karena wilayah Syam (Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania) adalah “Negeri Mahsyar dan Mansyar” (tempat dikumpulkannya manusia). Di wilayah inilah pertempuran besar akhir zaman (Malhamah al-Kubra) dan pemusnahan Dajjal akan terjadi. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *