SEORANG mukmin yang cerdik memahami bahwa serangan setan tidak selalu datang melalui yang haram. Ketika pintu maksiat tertutup dan syubhat dihindari, setan memodifikasi godaannya: ia melalaikan manusia melalui yang mubah.
Kesibukan berlebihan pada perkara halal—makan, minum, hiburan, bahkan aktivitas yang netral—dapat menyita hati dan pikiran hingga menjauhkan dari Allah.
Di sinilah letak rahasia Ramadhan. Allah menahan kaum beriman dari yang halal pada waktu tertentu, bukan karena halal itu tercela, melainkan untuk melatih pengendalian diri. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah melemahkan syahwat agar hati menjadi jernih dan mudah menerima cahaya ilahi.
Senada dengan itu, Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menegaskan bahwa jiwa yang dibiasakan menahan yang mubah akan lebih kuat meninggalkan yang haram.
Ramadhan, dengan demikian, adalah pelatihan jiwa tingkat tinggi: menutup pintu godaan setan dari level paling halus sekalipun. []
Sumber: Muhammad Ahmad Rasyid, Khitah Dakwah, Robbani Press, 2005
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

