Godaan No 1 Paling Berat di Ramadhan: Bahwa Tarawih ‘Cuma’ Sunnah.

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Freepik

GODAAN terbesar dalam ibadah Ramadhan sering kali bukan perkara yang haram, tetapi sesuatu yang terlihat sepele. Salah satunya adalah anggapan bahwa shalat tarawih “hanya” sunnah.

Bisikan seperti ini sering muncul. Tarawih memang bukan kewajiban. Jadi kalau tidak dikerjakan, tidak berdosa. Kalimat ini benar. Semua ulama sepakat bahwa hukum shalat tarawih adalah sunnah, bukan wajib. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini.

Namun masalahnya bukan pada hukumnya. Masalahnya ada pada cara kita memahaminya.

BACA JUGA: Hukum Baca Al-Fatihah Imam Shalat dalam 1 Kali Tarikan Nafas ketika Tarawih

Ketika seseorang mendengar kalimat “tidak berdosa jika ditinggalkan”, maka perlahan muncul sikap meremehkan. Tarawih dianggap tambahan saja. Kalau sempat dikerjakan, kalau tidak ya tidak apa-apa. Akhirnya ibadah ini sering ditinggalkan tanpa rasa kehilangan.

Di sinilah letak godaannya.

Ramadhan adalah bulan yang penuh semangat ibadah. Hampir semua kaum muslimin menjaga puasanya dengan baik. Para aktivis dakwah pun demikian. Mereka berusaha keras agar tidak meninggalkan puasa, kecuali bagi yang memiliki uzur syar’i seperti haid, nifas, atau sakit.

Karena puasa adalah kewajiban, maka semua merasa harus menjaganya.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

Akan tetapi, keadaan berbeda terjadi pada shalat tarawih. Banyak yang justru absen dari masjid di malam hari. Ada yang sibuk dengan pekerjaan. Ada yang memilih istirahat. Ada pula yang menunda hingga akhirnya tidak berangkat sama sekali.

Alasannya hampir selalu sama. Tarawih hanya sunnah.

Padahal, justru ibadah sunnah di bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat malam Ramadhan, termasuk tarawih.

BACA JUGA: Bolehkah Shalat Tarawih di Rumah?

Bayangkan jika absensi puasa kita penuh selama sebulan. Tetapi absensi tarawih justru bolong di sana-sini. Siang hari kita kuat menahan lapar dan dahaga. Namun malam hari kita kalah oleh rasa malas.

Ramadhan hanya datang setahun sekali. Kesempatan ampunan juga tidak selalu berulang.

Karena itu, jangan tertipu dengan kalimat “tidak wajib”. Banyak pintu surga justru terbuka melalui amalan sunnah yang dijaga dengan istiqamah. Tarawih bukan sekadar sunnah biasa. Ia adalah tanda kesungguhan kita memuliakan Ramadhan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *