BANYAK orang mengatakan, berbukalah dengan yang manis.
Benarkah demikian?
Dalam riwayat sahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ berbuka dengan ruthab (kurma basah).
Jika tidak ada, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering).
Jika tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air.
Kita tahu, kurma memiliki rasa manis alami.
Maka benar, ada unsur manis dalam sunnah berbuka.
Namun, yang perlu dipahami, itu bukan sekadar soal “manisnya”, tapi jenis makanannya.
BACA JUGA: Makanan yang Harus Dihindari saat Buka Puasa bagi Penderita Darah Tinggi
Manis Alami, Bukan Sembarangan Manis
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa.
Tubuh yang seharian berpuasa membutuhkan energi cepat.
Kurma memberikan itu dengan cara yang lembut dan tidak berlebihan.
Berbeda dengan minuman sirup tinggi gula.
Atau teh manis yang terlalu pekat.
Apalagi minuman dengan tambahan gula berlebihan.
Yang dicontohkan adalah manis yang alami.
Bukan pesta gula.
Di sini kita perlu jujur.
Banyak orang justru menjadikan momen berbuka sebagai ajang balas dendam.
Semua yang manis dikonsumsi sekaligus.
Itu bukan sunnah.
Itu nafsu.
Hikmah Medis di Baliknya
Secara medis, kadar gula darah saat puasa menurun.
Makanan manis alami membantu mengembalikannya secara bertahap.
Karena itu kurma sangat ideal.
Ia mengandung serat.
Ia juga mengandung mineral penting.
Tidak hanya gula kosong.
Minum air terlebih dahulu juga sangat baik.
Tubuh terhidrasi.
Lambung tidak kaget.
Maka urutannya penuh hikmah.
Sedikit.
Ringan.
Tidak berlebihan.
Intinya Bukan Manisnya, Tapi Ketaatannya
Kalau tidak ada kurma, air pun cukup.
Tidak ada kewajiban harus manis.
Yang lebih penting adalah mengikuti tuntunan.
Sederhana.
Tidak berlebihan.
Dan segera berbuka ketika waktunya tiba.
BACA JUGA: Setelah Berbuka Puasa Menurut Imam Al-Ghazali
Jangan sampai kita sibuk memburu menu manis.
Tapi lupa doa berbuka.
Lupa syukur.
Berbuka dengan yang manis itu benar, jika mengikuti contoh Nabi ﷺ.
Namun lebih benar lagi jika kita menahan diri dari berlebihan.
Karena puasa bukan hanya menahan lapar.
Puasa melatih kendali diri.
Dan kendali diri itu justru diuji saat adzan Maghrib berkumandang. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

